Polisi Ungkap Pria Bawa Mandau Sengaja Lompat dari Lantai 2 Lawang Sewu

Polisi Ungkap Pria Bawa Mandau Sengaja Lompat dari Lantai 2 Lawang Sewu

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 31 Mei 2026 12:47 WIB
Situasi Lawang Sewu Semarang usai seorang pria jatuh dari lantai 2, Jumat (29/5/2026).
Situasi Lawang Sewu Semarang usai seorang pria jatuh dari lantai 2, Jumat (29/5/2026). Foto: dok. detikJateng
Semarang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria asal Kalimantan, inisial HA, mengagetkan pengunjung kawasan Lawang Sewu Semarang lantaran jatuh dari lantai 2. Polisi mengungkap bahwa lelaki yang saat kejadian membawa mandau itu memang sengaja melompat.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, mengatakan korban pulang dari Kalimantan hendak menuju ke Jepara sendirian. Namun, korban menuju ke Lawang Sewu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keterangan dari korban bahwa korban pulang dari Kalimantan dengan membawa sebilah mandau dengan menggunakan bus menuju ke Jepara. Dan setelah itu pada hari Jumat tanggal 29 Mei 2026 sekira jam 06.00 WIB, korban berangkat sendirian menuju ke Semarang dengan menaiki bus," jelas Sugito melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (31/5/2025).

ADVERTISEMENT

Diketahui kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (29/5) malam. Di Semarang, HA pergi ke Lawang Sewu untuk berwisata.

"Sesampainya di Semarang korban langsung menuju ke Lawang Sewu sekitar pukul 12.00 WIB, kemudian korban masuk ke wisata Lawang Sewu tersebut dan berwisata di dalamnya, yaitu di sisi selatan lantai 2 gedung Lawang Sewu," ungkap Sugito.

Di lantai 2 Lawang Sewu, HA menenggak minuman keras. Lantas korban pun memutuskan untuk melompat dari gedung tersebut.

"Meminum minuman keras jenis Anggur Merah. Sekira pukul 18.00 WIB, korban lompat dari lantai 2 gedung Lawang Sewu," jelas Sugito.

"Setelah kejadian tersebut korban ditanya bahwa memang sudah ada niatan untuk mengakhiri hidup dikarenakan sudah capek dengan keadaan, capek untuk hidup, serta masalah yang ada," lanjutnya.

Namun, saat ditanya oleh polisi, korban enggan mengatakan permasalahannya. HA kembali mengatakan bahwa dirinya lelah menjalani kehidupan.

"Saat ditanya, korban tidak mau menjawab ada permasalahan apa di dalam kehidupannya. Hanya saat ditanya, korban cuma menjawab sudah capek untuk hidup," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wisatawan, Safira (18), mengaku insiden itu terjadi pada Jumat (29/5) sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu dirinya tengah berada di halaman Lawang Sewu, menunggu jemputan bersama teman-temannya.

"Kita lagi duduk-duduk terus dengar ada orang teriak, terus ternyata orang jatuh dari lantai dua. Kita nggak tahu dia jatuh atau kesurupan, saya kurang tahu," kata Safira kepada detikJateng di Lawang Sewu, Jumat (29/5).

Ia menyebut, korban langsung dikerumuni para pengunjung dan pelaku UMKM yang tengah bersiap-siap di dalam angkringan Lawang Sewu.

"Korbannya terus disamperin sama orang-orang. Pas kita lihat ke sana udah digerombolin. Tapi suara teriakannya kencang banget," tuturnya.

Salah satu saksi mata, Nimas (20), juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, korban telah membayar Rp 50 ribu untuk masuk ke dalam gedung Lawang Sewu itu.

"Saya dengar ada suara 'brug', saya kira kucing, ternyata manusia. Katanya dia juga bawa alat buat nusuk, kayak keris atau pedang gitu," ucapnya.

"Kayaknya mau uji nyali tapi gagal, terus paling bunuh diri. Mungkin kayak untuk ritual saya nggak tahu. Waktu jatuh pedangnya sudah terlempar," lanjutnya.

Ia mengatakan, saat itu terdapat orang meninggal di sekitar Lawang Sewu sehingga ambulans langsung datang dengan cepat. Sementara korban berada di atas gedung sendirian.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads