Kapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah? Cek Tanggal dan Amalan Sunnahnya Yuk!

Kapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah? Cek Tanggal dan Amalan Sunnahnya Yuk!

Sri Wahyuni Oktafia - detikJateng
Selasa, 02 Jun 2026 09:01 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi Tahun Baru Islam 1448 Hijriah (Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov))
Solo -

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi salah satu momen penting yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, peringatan 1 Muharam juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak ibadah, dan memulai lembaran baru dengan berbagai amalan baik.

Banyak masyarakat yang mulai mencari informasi mengenai kapan Tahun Baru Islam 1448 H diperingati dan apa saja amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam 1 Muharam. Hal ini dikarenakan bulan Muharam dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan.

Di Indonesia sendiri, Tahun Baru Islam juga ditetapkan sebagai hari libur nasional sehingga sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan, pengajian, doa bersama, hingga berkumpul bersama keluarga. Lantas, Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada tanggal berapa? Apa saja amalan sunnah yang dianjurkan saat malam Tahun Baru Islam?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak informasi lengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Tahun Baru Islam?

Tahun Baru Islam merupakan peringatan pergantian tahun dalam kalender Hijriah yang diperingati setiap tanggal 1 Muharam. Berbeda dengan tahun baru Masehi yang menggunakan perhitungan kalender matahari, Tahun Baru Islam didasarkan pada kalender Hijriah atau kalender qamariyah yang mengacu pada peredaran bulan.

Penetapan kalender Hijriah tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam pada masa awal. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sebenarnya belum memiliki sistem penanggalan yang baku dan digunakan secara bersama-sama. Mereka memakai penanda waktu yang berbeda-beda sehingga sering menimbulkan perbedaan pendapat dalam menentukan hitungan tahun maupun waktu suatu peristiwa.

Dikutip dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah tulisan Ida Fitri Shohibah, penyusunan kalender Islam mulai dilakukan pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab RA. Saat itu, muncul kebutuhan akan sistem penanggalan yang lebih teratur dan seragam untuk memudahkan administrasi pemerintahan serta komunikasi antardaerah. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penyusunan kalender Hijriah, di antaranya:

  1. Adanya surat dari Abu Musa Al-Asy'ari kepada Umar bin Khattab yang berisi keluhan bahwa surat-surat yang dikirim tidak memiliki tanggal sehingga sulit diketahui waktu pengirimannya.
  2. Umar bin Khattab menyadari bahwa ketiadaan penanggalan dapat menimbulkan persoalan dalam urusan pemerintahan dan administrasi.
  3. Muncul usulan agar dibuat kalender resmi untuk mengetahui bulan dan tanggal secara pasti.

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Umar bin Khattab kemudian mengadakan musyawarah dengan para sahabat Nabi SAW untuk merumuskan sistem kalender Islam. Dari musyawarah itu disepakati bahwa awal perhitungan tahun dalam kalender Hijriah dimulai saat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah.

Peristiwa hijrah dipilih sebagai penanda awal tahun karena dianggap sebagai momen penting dalam sejarah Islam, yakni pembeda antara yang haq dan yang batil serta awal berkembangnya peradaban Islam secara lebih luas.

Selain menentukan awal perhitungan tahun, musyawarah tersebut juga menetapkan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Muharam dipilih karena menjadi bulan setelah umat Islam menyelesaikan ibadah haji dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sementara itu, nama-nama bulan dalam kalender Hijriah yang digunakan hingga sekarang adalah Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Dzulhijjah.

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Tanggal Berapa?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama serta Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diperingati pada Selasa, 16 Juni 2026.

Pemerintah Indonesia juga menetapkan Tahun Baru Islam sebagai hari libur nasional. Dengan demikian, detikers bisa memanfaatkan momen ini untuk fokus beribadah, mengikuti pengajian, berkumpul bersama keluarga, maupun melakukan muhasabah dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Keutamaan Bulan Muharam dalam Islam

Dirangkum dari buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun oleh M Rouful Wahab dan S.M. Hamzah, ada beberapa keutamaan bulan Muharam yang sebaiknya diketahui oleh umat Islam dan dimanfaatkan dengan maksimal. Berikut keutamaan-keutamaan bulan Muharam:

1. Bulan Muharam adalah Bulan Haram

Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram atau Asyhurul Hurum yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam Islam, bulan haram adalah bulan yang memiliki kedudukan istimewa sehingga umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan kezaliman.

Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36 yang artinya,

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada sewaktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)..."

Di bulan-bulan haram, termasuk Muharam, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Pada masa lalu, peperangan bahkan dilarang dilakukan di bulan ini kecuali dalam kondisi terpaksa, misalnya diserang oleh orang kafir. Selain Muharam, tiga bulan lain yang termasuk bulan haram adalah Zulkaidah, Dzulhijjah, dan Rajab.

2. Muharam Disebut Sebagai Bulan Allah

Bulan Muharam dinamakan sebagai syahrullah yang artinya adalah "bulan Allah". Oleh sebab itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak ibadah di bulan ini, terutama puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah), yaitu Muharam. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR. Muslim).

Pada bulan Muharam, detikers dapat memperbanyak puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Tasu'a dan Asyura, hingga puasa Daud.

3. Adanya Hari Asyura pada 10 Muharam

Keutamaan lain dari bulan Muharam adalah adanya hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharam. Hari ini memiliki nilai istimewa dalam sejarah Islam dan dikaitkan dengan berbagai peristiwa penting para nabi.

Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada hari Asyura adalah melaksanakan puasa Asyura. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan besar, yakni dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Dalam hadis disebutkan:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمٍ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa Asyura, beliau menjawab, ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Agar lebih sempurna, puasa Asyura biasanya disertai dengan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharam sebagai bentuk pembeda dari tradisi kaum Yahudi.

4. Dianjurkan Membahagiakan Keluarga di Hari Asyura

Keutamaan lain di bulan Muharam adalah anjuran untuk membahagiakan keluarga pada hari Asyura. Salah satu bentuknya ialah memberikan nafkah lebih kepada istri, anak, maupun anggota keluarga lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Artinya: "Barang siapa memberi kelapangan bagi dirinya dan keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelapangan baginya sepanjang tahun itu." (HR. Baihaqi).

Amalan Sunnah saat Tahun Baru Islam 1448 H

Selain berbagai keutamaan yang ada di bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, ada juga amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam pada malam tahun baru. Dilansir Baznas dan NU Online, berikut amalan sunnah di malam tahun baru Islam:

1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Amalan utama yang bisa dilakukan oleh umat Islam di malam pergantian tahun baru adalah membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan di tahun sebelumnya sekaligus harapan agar diberi keberkahan di tahun yang baru. Doa akhir tahun biasanya dibaca sebelum waktu maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah. Sementara doa awal tahun dibaca setelah maghrib pada malam 1 Muharam.

Berikut bacaan doa akhir tahun dan awal tahun:

Doa Akhir Tahun

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin: Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu wa halumta fiihaa 'alayya bifadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatika fa inniistaghfartuka faghfirlii. Wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa wa wa'adtanii 'alaihits tsawaaba fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaaii minka yaa Kariim.

Artinya: "Ya Allah, segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang, namun aku belum bertobat darinya, sedangkan Engkau tetap bersabar kepadaku dengan kemurahan-Mu padahal Engkau mampu menghukumku, dan Engkau tetap mengajakku untuk bertobat setelah keberanianku berbuat maksiat kepada-Mu, maka sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Mulia."

Doa Awal Tahun

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Allahumma antal abadiyyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa kariimi juudikal mu'awwal, wa haadzaa 'aamun jadiidun qad aqbal, as-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi, wal 'auna 'alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Kekal, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Hanya kepada keutamaan-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia tempat kami berharap. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan para pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, serta memohon kesibukan dalam hal-hal yang dapat mendekatkanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Agung dan Maha Mulia."

2. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Quran

Malam 1 Muharam juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran, dan beristighfar. Amalan-amalan tersebut dapat menjadi sarana muhasabah atau introspeksi diri atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan selama setahun terakhir. Selain itu, memperbanyak mengingat Allah di awal tahun Hijriah juga diharapkan menjadi pembuka yang baik agar seseorang lebih istiqomah dalam beribadah sepanjang tahun berikutnya.

3. Melakukan Sholat Sunnah

Amalan sunnah lain yang dianjurkan saat malam Tahun Baru Islam adalah melaksanakan sholat sunnah, seperti sholat taubat, sholat hajat, maupun sholat tahajud. Sholat-sholat sunnah tersebut dapat menjadi bentuk permohonan ampun atas dosa di masa lalu sekaligus doa agar diberi kemudahan, keberkahan, dan perlindungan dalam menjalani tahun yang baru.

Bagi sebagian umat Islam, malam 1 Muharam juga dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kehidupan di tahun berikutnya menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Demikian pemaparan mengenai kapan Tahun Baru Islam 1448 H serta amalan sunnah yang bisa detikers lakukan untuk menyambut tahun yang baru. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/num)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads