Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) merespons langkah hukum yang dihadapi Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Jokowi juga menanggapi soal namanya yang beberapa kali disebut dalam sidang Nadiem.
"Ya, yang saya tahu, Menteri Nadiem Makarim orang baik," kata Jokowi ditanya tanggapan soal isi pledoi Nadiem Makarim, di Sumber, Banjarsari, Rabu (3/6/2026).
Jokowi mengaku menghormati semua proses hukum yang berjalan. Termasuk Nadiem yang sempat mengucapkan terima kasih kepada para Kepala Negara termasuk ke dirinya dan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, itu proses hukum," ucapnya.
Mengenai namanya yang sering disebut Nadiem di persidangan bahwa pengadaan laptop tersebut sesuai arahan Presiden terkait digitalisasi pendidikan, Jokowi menegaskan bahwa seluruh kebijakan maupun program yang dijalankan oleh menteri memang bersumber dari arahan Presiden.
"Ya, semua kebijakan, semua program, memang semuanya dari Presiden," pungkasnya.
Dilansir dari detikNews, Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim membacakan nota pembelaan atau pledoi kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Nadiem merasa tidak bersalah dalam kasus ini.
Pledoi dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Nadiem awalnya menyebut pengadaan Chromebook menghemat pengeluaran negara Rp 3,9 triliun.
"Majelis Hakim yang terhormat, kebijakan Kementerian untuk memilih Chrome OS yang gratis secara mutlak telah menghemat pengeluaran negara Indonesia setidak-tidaknya Rp 3,9 triliun. Angka yang jauh di atas dugaan kerugian negara," kata Nadiem.
Nadiem mengatakan tidak ada kerugian negara, melawan hukum, serta memperkaya orang lain atau korporasi dalam proyek itu. Dia menganggap kasus tersebut muncul karena kesalahan administratif.
"Dengan segala hormat, dalam kasus ini tidak ada satu pun dari unsur ini yang terbukti. Saya berharap Majelis Hakim dapat melihat bahwa ini adalah kasus di mana ada kesalahan administratif. Kesalahan administratif yang tidak saya sadari. Tidak ada kerugian yang disebabkan oleh kelalaian. Kasus ini mengejutkan banyak pihak, termasuk saya, karena adalah murni kekeliruan investigasi," ujarnya.
(alg/aku)