LDA Pasang Baliho SISKS PB XIV Mangkubumi, Kubu Purbaya Siapkan Langkah Hukum

LDA Pasang Baliho SISKS PB XIV Mangkubumi, Kubu Purbaya Siapkan Langkah Hukum

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 03 Jun 2026 16:00 WIB
Baliho bergambar Paku Buwono XIV Mangkubumi dipasang di kawasan Gladag Solo, Senin (1/6/2026).
Baliho bergambar Paku Buwono XIV Mangkubumi dipasang di kawasan Gladag Solo, Senin (1/6/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya menyatakan akan bakal mengambil langkah hukum merespons pemasangan baliho besar bergambar SISKS PB XIV Mangkubumi sebagai Raja Keraton Solo. Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, hanya saja belum merinci rencana apa yang nantinya akan diambil.

"Langkah hukum pasti ada, tunggu saja langkah yang akan diambil tim seperti apa nantinya," katanya saat dihubungi detikJateng, Rabu (3/6/2026).

Singonagoro menjelaskan, pihaknya menerjunkan tim hukum agar bisa mengambil keputusan yang terarah dan memiliki dasar hukum yang kuat. Pihaknya juga masih melihat apakah baliho tersebut melanggar aturan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu, jika tim hukum Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sudah turun tangan, langkah yang diambil pastinya akan lebih terarah dan memiliki dasar hukum yang kuat. Apakah spanduk atau banner tersebut dipasang tanpa izin, atau ada konteks pelanggaran lain yang sedang disoroti oleh tim hukum," terangnya.

ADVERTISEMENT

Ia menilai bahwa pemasangan atribut-atribut tersebut dilakukan tanpa izin, dan secara terang-terangan telah mencederai tatanan nilai yang berlaku di lingkungan istana.

"Tentu adanya pemasangan banner bergambar dan bertuliskan seperti itu mencederai adat dan budaya yang ada di Keraton Surakarta. Kami berharap pihak-pihak yang melakukan hal tersebut segera mencopot banner tersebut, karena itu tidak sesuai dengan aturan perundangan dan juga hukum adat yang berlaku," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah baliho yang memajang foto Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi dipasang di kawasan Gladag, Solo, Senin (1/6).

Dalam baliho itu, foto PB XIV Mangkubumi mengenakan pakaian kebesaran Raja Keraton Solo dan di bawahnya tertulis Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Keraton Surakarta.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan bahwa pemasangan baliho itu sebagai pengumuman bagi masyarakat terkait raja baru di Keraton Solo.

"(Pemasangan baliho itu sebagai bentuk pengumuman ke masyarakat Solo?) Lha monggo dimaknai seperti apa. Bisa begitu, bisa ke dalam (ke internal Keraton), bisa ke pemerintah. Luas pengertiannya. Karena nek (kalau) Keraton iku kondone (katanya) lahir batin gitu ya," kata Eddy saat dihubungi awak media, Senin (1/6).

Eddy mengatakan pemasangan baliho Raja Keraton Solo itu dilakukan bersamaan dengan Hari Lahir Pancasila. Menurut dia, hal itu memiliki makna yang sama.

"Jadi kan kita ini garisnya itu sebenarnya adalah meneguhkan satu sisi adat dan tradisi budaya, sisi lain pada saat kita juga bersama-sama mendirikan negara dan bangsa ini, juga harus konsisten dengan apa yang sudah kita bersama-sama mendirikan bangsa. Ini kan kebangsaan kita toh, Pancasila itu kan gitu," ucapnya.

Eddy mengaku siap pasang badan dari sisi hukum maupun dari sisi adat setelah pemasangan baliho bergambar dan bertulisan SISKS Paku Buwono XIV Raja Keraton Surakarta.

"Nah, oleh karena itu, saya hanya ingin mengatakan saya bertanggung jawab penuh dari sisi hukum bahwa apa yang kita lakukan ini adalah berpegang teguh pada ketentuan adat dan ketentuan hukum nasional, gitu. Seperti itu. Karena saya, ya di situlah kapasitas tugas dan kewenangan saya, gitu," kata dia.

Usai memasang baliho, pihaknya mengaku juga akan melakukan jumenengan. Namun, terkait tanggal jumenengan masih meminta petunjuk.

"Insyaallah (ada jumenengan). Sedang nyuwun (minta) petunjuk," ucapnya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads