Polisi masih menunggu hasil autopsi dari Biddokkes Polda Jawa Tengah terkait kematian Aminah (57) warga Sindon, Ngemplak, Boyolali. Sementara itu kuasa hukum keluarga mengungkap percakapan terakhir Aminah sebelum ditemukan tewas usai makan sate kiriman dari orang misterius.
Kuasa hukum keluarga almarhumah Aminah atau korban, Wiwik Dwi Habsari, mengatakan bahwa penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhumah itu masih berproses. Diketahui, polisi telah melakukan ekshumasi makam korban.
"Mudah-mudahan nanti pihak kepolisian segera membuka tabir (penyebab kematian korban). Karena pihak kepolisian juga bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada hasilnya," kata Wiwik saat ditelepon detikJateng, Selasa (2/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiwik mengatakan, pihak keluarga merasa ada kejanggalan dengan kematian Aminah.
"Kejanggalannya karena apa? Malam sebelum peristiwa itu (korban ditemukan meninggal), kan sempat dikirimi makanan oleh seseorang," ujar dia.
'Makanan Enak Kok...'
Wiwik menjelaskan, pada Senin (18/5) malam, korban menerima kiriman sate dari orang yang tidak dikenal. Saat itu anak korban sudah menyarankan agar sate tersebut tidak dimakan.
"Anaknya menyampaikan bahwa, 'Ibu, untuk makanan ini jangan dimakan'. Karena memang itu pengirimnya tidak jelas. Dari seseorang mana kan enggak jelas.Akhirnya Ibu menyampaikan bahwa 'ya sudah kalau memang disuruh buang iya saya buang'. Tapi awalnya sempat berucap, 'Wah, makanan enak kok enggak dimakan,' Begitu," terang Wiwik.
"Jadi putra-putranya sempat menyampaikan, 'Sudah enggak usah (dimakan) besok saya belikan saja, Bu.' Ngoten (begitu). 'Oh ya yo wes nek ngono (ya sudah kalau begitu)," imbuh dia.
Meski demikian, Aminah diduga tetap menyantap sate itu. Keesokan harinya, Selasa (19/5) sekitar pukul 07.00 WIB, ia ditemukan sudah meninggal dunia.
Kondisi Aminah pertama kali diketahui oleh anaknya yang datang untuk menitipkan anaknya atau cucu korban. Saat itu anaknya menemukan ibunya sudah dalam kondisi tergeletak meninggal dunia di depan televisi di ruang tengah.
"Jadi, yang keluarga ketahui bahwa orang tuanya pada saat itu pagi jam 7 pagi ketika anaknya mau ngantar cucunya, nitipkan cucunya ke rumah, ternyata almarhumah sudah enggak ada (meninggal), sudah terbujur kaku dengan mengeluarkan muntahan sama sedikit busa di mulut. Itu keterangannya dari tetangga yang sempat ikut mengangkat jenazah korban," kata Wiwik.
Ayam Korban Juga Mati
Di sisi lain, sejumlah ayam milik korban juga ditemukan mati. Ayam-ayam itu diduga mati akibat memakan sate.
"Iya. Itu pagi setelah kejadian itu memang ada ayam (milik korban) mati, kalau jumlahnya pastinya berapa kami juga kurang paham simpang siur," kata Wiwik.
"Yang pasti kemarin pihak Forensik sudah mengambil sampel baju bekas muntahan sama satu ekor ayam yang mati," sambungnya.
Wiwik menambahkan, korban setiap harinya tinggal sendiri di rumah tersebut. Suaminya meninggal dunia sekitar 6 bulan lalu. Sedangkan anak-anaknya sudah berumah tangga dan bertempat tinggal di di daerah lain. Namun masih di dekat-dekat kampung rumah ibunya tersebut.
Penjelasan Polres Boyolali
Sebelumnya, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan pengusutan kasus Aminah (57) yang ditemukan meninggal di rumahnya di Sindon, Ngemplak, Boyolali, masih menunggu hasil autopsi.
"Saat ini kita masih menunggu hasil (autopsi) dari Dokpol Polda Jawa Tengah. Nanti setelah kita mendapatkan hasil tersebut baru kita akan mendapatkan keterangan, sebetulnya apakah ada indikasi lain dari penyebab meninggalnya almarhum tersebut," kata Indra saat ditemui wartawan di Pendopo Gedhe Pemkab Boyolali, Selasa (2/6/2026).
Saat itu Indra mengatakan, sudah ada 8 saksi yang dimintai keterangan. Mereka adalah keluarga atau anak-anak almarhumah dan tetangga. Menurut keterangan saksi-saksi, korban tinggal sendirian di rumah tersebut. Sedangkan anak-anaknya berdomisili di daerah lain.
Aminah ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 19 Mei 2026. Kemudian keluarganya melapor ke Polres Boyolali pada Senin, 25 Mei 2026, setelah mencurigai kematian ibunya diduga ada kejanggalan.
Aminah kali pertama ditemukan oleh salah satu anaknya pada Selasa (19/5) pagi.
"Jadi ditemukan awalnya itu oleh pihak keluarga atau anak dari almarhum. Itu pagi-pagi seperti halnya rutinitas tiap hari, pelapor atau anak korban ini memang setiap hari mendatangi kediaman almarhum untuk menitipkan anaknya. Kemudian si pelapor ini berangkat kerja, kemudian sorenya menjemput anaknya," jelas Indra.
Pagi itu pelapor atau anak korban mengetuk pintu dan memanggil ibunya, namun tidak ada respons dari dalam. Sedangkan pintunya terkunci. Kemudian pelapor meminta tolong kepada salah satu tetangga, untuk melihat kondisi di dalam rumah melalui jendela.
"Kemudian terlihat di situ almarhum sudah dalam keadaan terlentang di atas kursi atau sofa. Kemudian didobrak (pintu rumah), kemudian didapati ternyata memang almarhum itu sudah dalam keadaan tidak bernapas," ujar Indra.
"Sempat dibawa ke rumah sakit, dilakukan pertolongan, namun memang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jadi keadaan pada saat ditemukan itu sudah dalam keadaan tergeletak. Namun tidak ditemukan hal-hal lain di sana, menurut keterangan saksi," imbuh dia.
Saat itu pihak keluarga tidak mencurigai penyebab kematian Aminah. Jenazahnya lalu dimakamkan. Indra menambahkan, dari keterangan saksi, saat Aminah ditemukan tidak ada tanda-tanda keracunan seperti mulut berbusa.
"Tidak ada. Menurut keterangan saksi karena ini kan peristiwanya sudah berlangsung satu minggu ke belakang. Jadi ketika kita dari Polres ketika mendapatkan laporan di tanggal 25 (Mei) itu kita melaksanakan cek TKP ke sana, ya keadaan TKP sudah bersih, sudah tidak ada apa-apa di sana," kata Indra.
Sejumlah barang bukti telah diamankan petugas. Diantaranya baju yang dikenakan korban.
"Ada sekitar 8 orang jumlah saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan sampai dengan hari ini," pungkasnya.