Menag Nasaruddin Dorong Masjid Bikin Koperasi: Bisa Berdayakan Masyarakat

Menag Nasaruddin Dorong Masjid Bikin Koperasi: Bisa Berdayakan Masyarakat

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 05 Jun 2026 15:59 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).
Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Semarang -

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mendorong masjid untuk memiliki koperasi. Dengan adanya koperasi masjid masyarakat bisa berdaya.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam acara peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).

"Masjid-masjid kita akan mengimbau untuk membuat bangun koperasi masjid, koperasi pondok pesantren, bahkan juga koperasi ormas-ormas keagamaan, koperasi rumah-rumah ibadah," kata Nasaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan masjid memiliki koperasi, kata Nasaruddin, maka umat bakal lebih berdaya. Mandirinya institusi keagamaan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap negara.

"Jadi, biar umat itu mandiri dengan kegiatan-kegiatan koperasi yang ada. Dengan demikian, semakin independen suatu institusi keagamaan, maka itu akan semakin memiliki dirinya sendiri dan semakin diharapkan berkontribusi positif terhadap pembangunan kekuatan bangsa," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Dia menyebut ada ribuan masjid di Jateng. Dia lantas menyebut keuntungan minimarket pada dua tahun lalu bisa mencapai Rp 40 triliun per tahunnya.

Dia melanjutkan, minimarket berada hampir di setiap jengkal, begitu pula dengan masjid di Jateng. Dia pun menyebut adanya potensi besar jika setiap masjid memiliki minimarket.

"Bayangkan kalau setiap masjid nanti itu kita bangun koperasi. Seperti koperasinya Rasulullah SAW. Saya punya data, keuntungan supermarket per tahun, 2 tahun yang lampau, itu hanya Rp 4 triliun. Maka itu banyak supermarket gulung tikar. Kenapa? Di geser, digusur oleh minimarket," jelasnya.

"Keuntungan minimarket itu Rp 40 triliun per tahun. Nah, kenapa? setiap satu jengkal hampir ada lagi minimarket di situ. Bayangkan di Jawa Tengah, 54.023 masjid, hampir semua masjid yang kita lihat di Semarang itu ada space yang bisa dibangunkan minimarket di situ," lanjutnya.

"Kalau Jawa Tengah mampu memberdayakan masjid sebagai pusat koperasi masyarakat, separuh pasar yang minimarket itu yang Rp 40 triliun itu bisa memberdayakan masyarakat," tegasnya.

Dia juga mencontohkan usaha yang telah dijalankan Masjid Istiqlal. Nasaruddin mengatakan, masjid tersebut telah bermain bursa efek.

"Kita contohkan di Masjid Istiqlal. Istiqlal itu sekarang sudah main di bursa efek. Ya, modalnya kita sudah puluhan miliar sekarang ini. Dan bayangkan kalau di koperasi masjid membeli sambil beramal," terang Imam Besar Masjid Istiqlal itu.




(apl/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads