Baliho Bergambar Fadli Zon-Tedjowulan Ikut Mejeng di Gladak Solo

Baliho Bergambar Fadli Zon-Tedjowulan Ikut Mejeng di Gladak Solo

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 07 Jun 2026 15:51 WIB
Baliho gambar Menbud Fadli Zon-Tedjowulan yang terpasang di sebarang baliho PB XIV Mangkubumi, Minggu (7/6/2026).
Baliho gambar Menbud Fadli Zon-Tedjowulan yang terpasang di sebarang baliho PB XIV Mangkubumi, Minggu (7/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Baliho bergambar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Pelaksana Pelestari Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan beserta Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Moeng terpampang di Kawasan Gladak. Baliho tersebut berada di sisi seberang baliho bergambar SISKS PB XIV Mangkubumi.

Dari pantauan detikJateng, baliho Fadli Zon, Tedjowulan dan Gusti Moeng berada di sisi kanan di gapura Jalan Paku Buwono. Dari baliho tersebut, ketiganya kompak memakai baju berwarna hijau.

Salah satu tukang becak yang berada di Kawasan Gladak, Teguh (50) mengatakan baliho tersebut dipasang pada hari Sabtu (6/6). "Kalau ini (baliho) baru aja, kemarin. Duluan yang ini (baliho PB XIV Mangkubumi) dipasangnya," katanya ditemui di kawasan Gladak, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan pemasangan baliho bertuliskan 'Karaton Surakarta Wajib Dilestarikan' di kawasan Gapura Gladak harus dilihat sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali hubungan antara keraton dan negara.

Eddy menegaskan bahwa hubungan strategis antara Keraton Solo dan Pemerintah RI kini dijembatani melalui Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, aspek kebudayaan merupakan pilar penting dalam sistem pertahanan nasional yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah menyambungkan hubungan keraton dengan negara, keraton dengan pemerintah. Memang dimulai dari Kementerian Kebudayaan, tetapi jangan lupa bahwa di antara elemen-elemen penting pertahanan negara, pertahanan budaya justru menempati posisi yang sangat penting," ujar Eddy Wirabhumi melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (7/6).

Eddy menyebut kekuatan Indonesia bersumber dari keberagaman budaya. Atas dasar itulah, pusat-pusat kebudayaan seperti Keraton Solo dinilai wajib terus dipelihara dan mendapatkan perhatian penuh dari negara.

Ia menyebut baliho yang terpasang di kawasan Gladak tersebut memuat pesan pelestarian Keraton Surakarta sebagai Cagar Budaya Nasional. Eddy sendiri tidak menjawab saat ditanya siapa yang memasang baliho tersebut.

"Substansi dari baliho tersebut jauh lebih penting daripada sekadar urusan seremonial pemasangan," ucapnya.

Ia pun menambahkan, komunikasi yang kembali terjalin apik antara pihak keraton dan pemerintah kini mulai membuahkan hasil nyata. Salah satunya adalah proyek revitalisasi kawasan keraton yang sedang berjalan.

"Terbukti begitu tersambung langsung masuk revitalisasi. Dari revitalisasi fisik sekarang sudah menuju revitalisasi nonfisik," tuturnya.

Lebih lanjut, Eddy mengimbau kepada semua pihak agar tidak terjebak dalam dinamika atau persoalan kecil yang berpotensi menghambat proses besar ini. Terlebih, upaya untuk menyinkronkan kembali hubungan Keraton Solo dengan negara disebutnya telah memakan waktu yang sangat panjang.

"Perjuangan ini sudah sejak tahun 1946. Sekarang tahun 2026, artinya sudah sekitar 80 tahun. Kalau kemudian ini menjadi titik awal tersambungnya kembali Karaton dengan negara, tentu harus kita syukuri bersama," pungkasnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads