Seorang pendaki wanita mengaku dilecehkan pemandu yang disewanya untuk private trip pendakian Gunung Merbabu. Usai mendapatkan pengakuan dari pelaku, korban akhirnya memutuskan untuk tak meneruskan peristiwa tak mengenakkan ini ke ranah pidana.
Dihubungi detikJateng, korban mengaku pulang dari pendakian dalam kondisi trauma. Dia mengeluh tidak bisa tidur, gelisah, ketakutan, dan tidak doyan makan.
Korban lalu menceritakan pelecehan yang ia alami kepada kakaknya, dan meminta kakaknya menemui pelaku bernama H. Dalam pertemuan itu, H diminta menemui korban di Purwokerto untuk menyelesaikan permasalahan dan meminta maaf secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
H kemudian ke Purwokerto menemui korban pada Kamis (4/6). Korban yang didampingi temannya, bertemu di sebuah tempat makan. Dalam pertemuan itu, H sempat tak mengakui perbuatannya.
"Awalnya dia bilang apa yang dikatakan aku tuh benar, tapi pas ketemu beda cerita. Dia menyangkal semuanya. Sebelumnya saya juga memberi waktu untuk dia buat video permintaan maaf dan klarifikasi, tapi dia nggak mau," ujar korban saat dihubungi detikJateng, Selasa (9/6/2026).
Karena H dianggap kurang kooperatif, korban lalu mendatangi Polsek terdekat, dan dilakukan mediasi. Di kantor polisi, H akhirnya membuat surat pernyataan.
"Akhirnya dia buat surat pernyataan, tulisannya didiktein sama petugas kepolisian. Saat dia nulis itu aku video, dan sama polisinya dia disuruh baca. Tapi dia tahu aku videoin, dia diam nggak mau melanjutkan," terangnya.
Namun akhirnya, H menyanggupi permintaan untuk mengunggah foto H membawa surat pernyataan, beserta foto surat pernyataan akun X pribadi H.
Korban memutuskan tak membawa kasus ini ke ranah hukum. Dia menilai sanksi sosial untuk saat ini sudah cukup.
"Sanksi sosial kayaknya sudah cukup, karena akan terus menghantui dia," pungkasnya.
Di akun X milik H, kini telah mengunggah permintaan maafnya kepada korban. Dia mengakui semua perbuatannya dan membuat pernyataan baik dalam bentuk video maupun tertulis.
Duduk Perkara Pelecehan Seks
Kasus ini viral di akun X terkait postingan seorang pendaki wanita yang diduga mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu viral. Dalam cuitannya akun X @itsb**nd, pendaki tersebut merasa ditipu dengan pemandu yang ia sewa, bahkan dia juga mendapatkan tindakan pelecehan seksual saat mendaki di Gunung Merbabu.
Pendaki wanita itu berdomisili di Purwokerto. Dia mengaku mengenal H (29) dari Grobogan, yang menjadi pemandunya melalui media sosial. Keduanya bertemu saat korban menyewa jasa H untuk menjadi pemandunya saat mendaki Gunung Merbabu.
Keduanya kemudian melakukan pendakian ke Merbabu via Selo, Boyolali pada Jumat (29/5). Dari Purwokerto, korban berangkat ke Jogja, dan dijemput H. Mereka kemudian naik motor ke Pos Pendakian Selo.
Di tengah pendakian, keduanya mendirikan tenda di Sabana 2 Pos Pendakian Merbabu via Selo. Di momen inilah korban diduga mendapatkan pelecehan dari H.
"Aku sempat dikasih air, tapi karena aku ngantuk banget aku tidur lagi, dengan kondisi sleeping bag aku tutup. Aku posisi tidur miring, tiba-tiba ada kok aku merasa ada meraba (bagian sensitif), dan aku singkirin tangan dia, tapi dia nyoba lagi, berkali-kali," ujarnya.
"Akhirnya aku menyilangkan tangan aku menutupi bagian dada, tapi tangannya masih mencoba masuk ke ketiak. Aku pengin nangis, teriak, kabur, tapi depan tenda aku jurang. Kalau aku teriak, takutnya dikira aku baru nge-freeze," imbuhnya.
Korban kemudian sadar jika sleeping bag-nya terbuka setengah, lalu dia tutup kembali. Namun dia merasa H masih mencoba memeluk, dan mengatakan untuk H segera menyingkir. Di tengah kebingungan dan ketakutan, korban hanya bisa beraksi diam dan menutup semua bagian tubuhnya.
Keesokan harinya, korban segera untuk turun gunung. Namun kedua sempat kesasar. Beruntung, ada pendaki lain yang memberitahu jika mereka salah jalur, dan menunjukkan jalur yang benar.
(aku/ahr)