Misteri Emas Kuno di Candi Losari, Mungil tapi Jadi Sumber Energi Spiritual

Misteri Emas Kuno di Candi Losari, Mungil tapi Jadi Sumber Energi Spiritual

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 11 Jun 2026 07:00 WIB
Penemuan keping logam diduga emas di pondasi Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026).
Penemuan keping logam diduga emas di pondasi Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X
Solo -

Keping emas ditemukan di fondasi situs Candi Losari yang berlokasi di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Terungkap juga fungsi logam mulia itu.

Kepingan itu ditemukan bersama arca dan peripih atau kotak menyimpan emasnya saat pemugaran pada Selasa (21/4) lalu.

"Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi)," kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca)," sambung Restu.

ADVERTISEMENT

Disdikbud Magelang Pastikan Kepingan Emas Asli

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud, Kabupaten Magelang, Didik Muhamad Akbar, menerangkan pihaknya datang ke situs Candi Losari usai menanggapi laporan warga terkait penemuan arca dan juga kepingan emas.

"Hasilnya benar, valid. Dan itu memang kan emas dari peripih candi biasanya. Karena ini candi terbenam 4 meter tentunya peripih masih ada ya lumrah ditemukan emas atau arca," kata Akbar, Senin (8/6).

Proses pemugaran Candi Losari, di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Senin (30/3/2026).Proses pemugaran Candi Losari, di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Senin (30/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Terkuaknya Fungsi Emas

Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, menyatakan emas tersebut diuji laboratorium dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.

"Namanya elektrum perpaduan emas dan perak dan tembaga serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat," kata Junawan dalam pesannya kepada detikJateng, Rabu (8/6/2026).

Ia lantas menjelaskan fungsi emas itu. Kepingan emasnya, tutur Junawan, menjadi sumber energi spiritual.

"(Kegunaan) Sederhananya sebagai sumber energi spiritualnya suatu candi untuk menghidupkan roh/jiwa kedewaan," sambung Junawan.

Selain logam kekuningan benda lainnya, kata Junawan, di areal candi biasa tertanam peripih berupa biji-bijian hingga batu-batu mulia. Namun bisa juga berupa lempengan logam.

"Seharusnya ada (tiap candi), biasanya biji-bijian, batu-batu mulia. Terkadang juga lempeng logam bertulis," ujarnya.

Adapun hasil pengukuran logam tersebut adalah 18,25 cm, lebar 11,02 cm, tinggi 0,11 cm dan berat 0,1117 gram.

Diduga Sempat Dijarah Seribu Tahun Silam

Juru pugar Candi Losari Restu melanjutkan, emas-emas tersebut diduga sempat dijarah seribu tahun silam.

Restu menjelaskan, dugaan itu muncul karena saat proses pemugaran, tidak ditemukan semacam lubang.

"Nggak ada growongan (lubang untuk masuk). Cuman di tanah (sisi) utara itu bekas urukan baru. Dalam arti urukan baru, tapi lama (sebelum tertutup vulkanik erupsi Merapi). Dugaan kita, sudah dilandak (diduga dicuri dengan jalan membuat terowongan) zaman dulu. Iya, sebelum tertutup erupsi (Merapi)," kata Restu, Rabu (10/6).

"Iya (dugaan dicuri dari tanah urukan). Dari data-data yang kita kumpulkan terutama itu, kemarin kita temukan dua arca di bawah lantai (masih tiga lapisnya). Terus ke bawah lagi ditemukan kotak peripih sama selembar emas itu. Kotak peripih sudah berserakan juga selevel itu ditemukan batu lantai tiga blok sama batu cungkup. Dari data-data itu, kita simpulkan berarti sudah dilandak zaman dulu," tambah Restu.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads