Seorang jemaah haji asal Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), pulang dengan jalan kaki pagi hari ini. Hal itu dilakukan untuk memenuhi nazar yang ia ucapkan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
"Punya keniatan (nazar)," kata Mustofa saat ditanya alasan pulang jalan kaki ditemui di wilayah Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (11/6/2026).
Dari pantauan detikJateng, Mustofa tampak mengenakan baju batik seragam haji dan celana panjang warna putih. Dia juga tampak mengenakan topi caping yang sudah ia pakai dari berangkat hingga pulang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustofa berjalan kaki dari depan Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali hingga sampai rumahnya di Krajan Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, sejauh sekitar 34 kilometer. Dia berjalan kaki didampingi adik perempuannya, Njohriah, yang terus menggandeng tangan kakaknya tersebut.
Juga terus dikawal oleh anak laki-lakinya, Ahmad Muntaha yang mengendarai sepeda motor. Sedangkan istri Mustofa yang ikut jemput ke Asrama Haji Donohudan, kembali pulang naik mobil.
Mustofa yang sehariannya bekerja sebagai petani itu, berangkat menunaikan ibadah haji sendirian. Dia tergabung dalam Kloter 23 asal Kabupaten Semarang.
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa jemaah Kloter 23 ini, mendarat di bandara Adi Soemarmo Boyolali, pukul 06.46 WIB. Kemudian masuk Asrama Haji Donohudan sekitar pukul 07.30 WIB dan dipulangkan ke daerah asalnya sekitar pukul 08.45 WIB.
Jemaah haji, Mustofa Ismail pulang berjalan kaki dari Donohudan, Ngemplak, Boyolali sampai rumahnya di Suruh, Kabupaten Semarang, Kamis (11/6/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng |
Petugas PPIH sempat merayu Mustofa agar ikut rombongan bus penjemput dan tidak berjalan kaki. Namun karena sudah menjadi niatnya, sehingga dia berkukuh melaksanakan nadzarnya.
"Nazarnya mensyukuri kenikmatan yang Kuasa, saya masih diberi kesehatan untuk ibadah. Dengan berjalan kaki sampai rumah," jelas dia.
Nazar berjalan kaki dia pilih agar menyehatkan. Dia juga mengisi sepanjang perjalanannya dengan berzikir.
"Biar sehat, terus banyak berzikir dan baca selawat," imbuhnya.
Dia mengaku bernazar saat sebelum berangkat ibadah haji ke Tanah Suci. Saat manasik haji juga sudah berjalan kaki, sehingga Ia niatkan untuk jalan kaki sepulang haji dari AHD sampai rumahnya, sembari terus berdzikif dan baca selawat.
Mustofa menambahkan, senang bisa melaksanakan ibadah haji. Dia mengaku tidak ada gangguan apapun selama menunaikan rukun haji dan semua berjalan lancar.
"Pengalamannya ya senang sekali, terus saya ya lancar semuanya. Enggak ada gangguan mau apa-apa itu lancar," ucap dia.
Mustofa menyampaikan, setiap hari bekerja sebagai petani. Dia juga memelihara 6 ekor sapi.
Sementara itu anak Mustofa, Ahmad Muntaha, yang ikut mengawal mengatakan bahwa ayahnya tersebut memang sudah nazar untuk jalan sepulang dari ibadah haji. Sehingga sebagai anak, dia menurutinya dan kondisi ayahnya juga sehat.
"Kita nuruti orang tua, maunya begitu. Intinya sebagai anak ya biar orang tua senang. Kesenangannya begitu ya kita kawal, kita turuti," kata Ahmad Muntaha.
Menurut dia, jalan kaki yang ditempuh ayahnya tersebut dari Donohudan, Ngemplak, Boyolali sampai rumahnya di Krajan, Suruh, Kabupaten Semarang sejauh sekitar 34 kilometer.
"Sudah nazar. Itu saat mau berangkat (ibadah haji) juga jalan kaki dari rumah ke kecamatan sekitar 5 - 7 kilometer," tambah Ahmad Muntaha.
Sementara itu Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan pihaknya sudah menyarankan kepada Mustofa untuk melaksanakan nazar jalan kakinya dari Kecamatan sampai rumahnya. Karena kondisi jemaah sudah lelah usai menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
"Sebenarnya kita sarankan, karena kondisi jemaah itu kan dari sana (Arab Saudi) sudah capek. Kita sarankan nanti sampai kecamatan saja untuk jalan kaki sampai rumah. Tapi kalau jemaahnya bersikukuh karena sudah bernazar, ya tentu kita tidak bisa menghalangi nazar beliau," kata Fitriyanto kepada para wartawan.
"Karena di Asrama Haji ini kan tugas kami sudah selesai. Selanjutnya kami serahkan kepada petugas haji daerah dari Kabupaten Semarang, nanti yang akan membawa sampai ke Kabupaten," tandasnya.
(afn/ahr)
