Pak Kadus Purbalingga Tewas Dibacok Tetangga Dipicu Cekcok Lahan Garapan

Pak Kadus Purbalingga Tewas Dibacok Tetangga Dipicu Cekcok Lahan Garapan

Anang Firmansyah - detikJateng
Jumat, 12 Jun 2026 12:25 WIB
Kapolres Purbalingga, AKBP Anita Indah Setyaningrum (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan kadus saat ungkap kasus di aula kantornya, Jumat (12/6/2026).
Kapolres Purbalingga, AKBP Anita Indah Setyaningrum (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan kadus saat ungkap kasus di aula kantornya, Jumat (12/6/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Purbalingga -

Polisi mengungkap motif seorang Kepala Dusun III, Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga yang tewas dibunuh tetangganya sendiri. Korban tewas setelah dihantam kayu dan sabit yang mengaku sakit hati karena kerap dimarahi korban.

Korban diketahui bernama Sungkowo (57), Kepala Dusun III Desa Sangkanayu. Sementara pelaku adalah Sarwin alias SWE (50), warga satu desa yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.

Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum mengatakan peristiwa itu terjadi di kebun milik Khairul Ansor di Desa Sangkanayu pada Kamis (11/6/2026) pukul 09.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Anita, korban dan pelaku selama ini sama-sama menggarap lahan yang disewa dari pemilik kebun. Hubungan keduanya kerap diwarnai cekcok.

ADVERTISEMENT

"Modusnya karena pelaku merasa sakit hati terhadap korban. Selama ini sering terjadi cekcok dan pelaku mengaku sering dimarahi korban saat berada di kebun," kata Anita saat konferensi pers, Jumat (12/6).

Ia menjelaskan, pada hari kejadian pelaku datang ke kebun untuk mencari kayu, rumput dan singkong. Saat bertemu korban, pelaku kembali mendapat teguran.

"Korban sempat melarang pelaku mencari kayu dan juga singkong. Karena pelaku merasa selama ini sering dimarahi dan rasa sakit hati sudah terakumulasi, kemudian pelaku mengambil sebatang kayu dan menghantam pelipis kiri korban sebanyak dua kali," jelasnya.

Setelah menghajar Pak Kadus bertubi-tubi, pelaku juga membacok korban menggunakan sabit. Korban sempat ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya tewas.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Siswanto menjelaskan konflik keduanya berawal dari pembagian lahan garapan yang berada dalam satu lokasi.

Menurutnya, korban menggarap sekitar dua pertiga lahan, sedangkan pelaku menggarap sepertiga bagian lainnya. Karena berada di lokasi yang sama, keduanya hampir setiap hari bertemu.

"Antara pelaku dan korban itu sama-sama menyewa tanah dan menggarap di satu tempat. Korban menggarap kurang lebih dua pertiga, kemudian pelaku sepertiga. Karena satu lokasi, mereka sering bertemu dan sebelumnya memang sudah sering cekcok," ujar Siswanto.

Ia mengatakan persoalan sering muncul ketika pelaku mengambil kayu atau tanaman singkong yang dianggap masuk ke area garapan korban.

"Karena setiap waktu di sawah atau kebun itu sering ketemu. Pelaku sering mengambil tanaman singkong ataupun kayu. Korban tidak terima dan meminta supaya jangan diambil karena dianggap masuk bagian yang dikerjakannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembacokan yang menewaskan seorang kepala dusun (kadus) terjadi di wilayah Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Kamis (11/6) pagi. Korban berinisial S (58), yang menjabat sebagai Kepala Dusun III, diduga diserang saat sedang menyemprot tanaman di kebun.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi pukul 09.30 WIB.

"Pak Kadus III berinisial S dibacok. Kejadiannya sekitar jam setengah 10 tadi. Lokasinya di kebun," kata Ali saat dihubungi wartawan, Kamis (11/6).




(ahr/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads