Viral di media sosial video bernarasi pengantin pria dihajar beramai-ramai saat dangdutan yang digelar di pesta pernikahannya sendiri di Demak.
Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @liputanseputar_kebonagung. Dalam narasinya, akun itu menyebut peristiwanya terjadi di Kecamatan Wonosalam.
"Lok Desa kuncir wonosalam Demak. Kamis 11 Juni 2026 PKL 22:00 wib," tulis cuplikan takarir unggahan akun itu dilihat detikJateng pada Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat dalam video tersebut, biduan laki-laki dan perempuan sedang menyanyikan lagu berjudul My Heart oleh Acha Septriasa dan Irwansyah yang sudah diaransemen dangdut.
Biduan pria kemudian memberi isyarat kepada pengiring untuk menghentikan musik. Kamera lalu berpindah ke arah kerumunan penonton yang sedang memukul satu sama lain secara membabi buta.
Sempat ada beberapa orang yang mencoba melerai massa yang ricuh. Tiba-tiba, sejumlah orang mengarahkan pukulan ke pria dengan pakaian batik.
Seseorang melalui pengeras suara juga terdengar meminta massa untuk berhenti memukuli pria itu, dan menyampaikan bahwa pria berbatik merupakan mempelai pria.
Pria itu dipukuli hingga terjatuh ke tanah. Pria gondrong berpeci mengenakan kaus putih lalu muncul dari belakang. Bak pahlawan, pria itu lalu mengevakuasi laki-laki berbatik dan membawanya menjauh dari kerumunan.
Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di depan rumah pemilik hajatan yang dipasangi tenda tarub untuk pesta pernikahan.
"Benar semalam sekitar jam 22.00 WIB, kejadiannya di depan rumah pemilik hajatan, perangkat desa bernama Pak Subur di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Wonosalam," kata Rusmanto saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (12/6).
Rusmanto menjelaskan bahwa mempelai pria berasal dari Kecamatan Gajah, Demak. Mulanya, sejumlah orang dari tempat asal mempelai pria datang untuk meramaikan acara hiburan itu.
"Mempelai pria ini kan dari Gajah, kemudian memang kan hal biasa kalau pemuda-pemuda dari Gajah datang sebagai tamu untuk ikut meramaikan hiburan musik itu," jelas Rusmanto.
Rusmanto menyebut bahwa pihaknya telah mengantisipasi adanya gesekan tamu dengan warga setempat. Acara juga sempat berjalan dengan lancar.
"Dari awal memang dipisahkan untuk yang dari Kuncir itu di depan, kemudian yang dari Gajah di belakang. Awalnya lancar acaranya, tidak ada masalah apa-apa," ujar Rusmanto.
Rusmanto menuturkan bahwa semakin malam, aksi senggol-senggolan mulai terjadi. Kericuhan lalu pecah sekitar pukul 22.00 WIB.
"Lama-kelamaan senggol-senggolan yang dari Kuncir sama tamu dari Gajah, akhirnya terjadi kericuhan sampai musik dihentikan," ungkap Rusmanto.
Sejumlah orang lalu berusaha memisahkan dua kelompok yang berseteru, tak terkecuali mempelai pria. Naas, sang mempelai pria justru dipukuli hingga memar karena ketidaktahuan warga setempat.
"Akhirnya pada mencoba memisahkan, termasuk mempelai prianya. Tapi karena yang dari Kuncir tidak tahu, kan mempelai pria itu juga baru di situ, akhirnya jadi sasaran pemukulan sampai mempelai pria memar di bagian kepala," kata Rusmanto.
Rusmanto menyampaikan bahwa acara hiburan itu sudah mendapatkan izin. Polisi juga berjaga di lokasi saat peristiwa itu terjadi.
"Sudah ada izinnya, petugas kepolisian juga ada di sana dan ikut berusaha melerai saat ada kericuhan itu," ujar Rusmanto.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian. Ia menuturkan bahwa kedua keluarga bersepakat untuk damai.
"Setelah video kejadian tersebut viral di media sosial, kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan informasi," kata Arlan kepada detikJateng.
"Saat ini, pihak keluarga mempelai pria dan mempelai wanita sudah melakukan musyawarah dan hasilnya memutuskan untuk berdamai," pungkas Arlan.
(apu/dil)