Kisah Mustofa Jemaah Haji Pulang Jalan Kaki 34 Km, Dikawal Hansip-Puskesmas

Kisah Mustofa Jemaah Haji Pulang Jalan Kaki 34 Km, Dikawal Hansip-Puskesmas

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 15 Jun 2026 13:49 WIB
Jemaah haji, Mustofa Ismail pulang berjalan kaki dari Donohudan, Ngemplak,  Boyolali sampai rumahnya di Suruh, Kabupaten Semarang, Kamis (11/6/2026).
Jemaah haji, Mustofa Ismail pulang berjalan kaki dari Donohudan, Boyolali sampai rumahnya di Suruh, Semarang, Kamis (11/6). Foto: Jarmaji/detikJateng
Semarang -

Seorang jemaah haji bernama Mustofa (67) berjalan kaki dari Asrama Donohudan Boyolali ke rumahnya di Dusun Krajan, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, sepulang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Ia menempuh perjalanan sekitar 34 kilometer selama 14 jam untuk menunaikan nazarnya.

Anak Mustofa, Ahmad Muntaha (31), menceritakan saat hendak berangkat haji, ayahnya juga berjalan kaki menuju titik keberangkatan kelompok hajinya di gedung IPHI. Perjalanan itu ditempuh ayahnya selama tiga jam.

"Itu sekitar tiga jam (perjalanan), sekitar tujuh kilo jarak tempuhnya ke IPHI Kecamatan Suruh. (Tanggal) 27 April," kata Ahmad saat dihubungi detikJateng, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad menyebut Mustofa awalnya menyampaikan memiliki nazar untuk jalan kaki berangkat ke Gedung IPHI Suruh. Setelah pulang, dia baru tahu jika nazar itu dilakukan ayahnya untuk bersyukur atas kesehatan yang diberikan.

ADVERTISEMENT

"Kan pertama itu saya tanya kan nggak ngaku kalau punya nazar, kan ada kakak-kakak yang lain kan. Setelah saya tanya berdua, itu baru ngaku kalau itu nazar. Pulangnya ini saya tanya lagi, dalam mensyukuri kesehatan bapak dia jalan kaki," ujar Ahmad.

Sepulang dari berhaji, Ahmad ternyata kembali berjalan kaki. Kali ini rutenya lebih jauh, yakni dari Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan jarak 34 kilometer pada Kamis (11/6).

"Masuk ke Donohudan jam 07.45 WIB, jalan kaki dari Donohudan jam sekitar jam 09.00 WIB pagi, sampai rumah jam 23.30 WIB malam, sekitar 14 jam lebih," terang Ahmad.

Mustafa berjalan kaki bersama adiknya, Njohriah, dan dikawal Ahmad dengan sepeda motor. Ia juga turut dikawal sejumlah orang termasuk petugas kesehatan.

"Sampai di Kecamatan Simo itu ada Kapolsek Simo ikut ngawal sampai perbatasan Klego, sampai perbatasan Klego itu ada Banser, ada Hansip yang ngawal. Tapi udah jaraknya itu posisinya udah separonya, kalau dari sana ya saya sama itu petugas dari Puskesmas," ungkap Ahmad.

Antusiasme masyarakat di rute yang dilewati Mustofa juga tinggi. Menurut Ahmad, banyak warga yang memberi makanan di sepanjang jalan.

"(Masyarakat) Banyak yang tahu. Ya ada di perjalanan ada yang ngasih buah, ada yang ngasih makan," tutur Ahmad.

Demikian pula ketika Mustofa tiba di rumah. Meski tiba menjelang tengah malam, Ahmad menyampaikan bahwa keluarga dan masyarakat sekitar begitu antusias menunggu Mustofa tiba.

"Alhamdulillah, sampai dusun sebelah itu keluarga sangat antusias menyambutnya. Ramai banget itu, warga dusun sebelah pun sampai nungguin itu dari jam 19.00 WIB sudah pada di luar rumah," ujar Ahmad.

Ahmad juga menyampaikan Mustofa menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Sehari-hari, Mustofa bekerja mencari rumput dan mencangkul di sawah.

"14 tahun (waktu tunggu hajinya). Kerjaannya nyari rumput, kan melihara sapi, sama ke sawah itu paling nyangkul," terang Ahmad.

Kepada Ahmad, Mustofa juga bercerita selama di Tanah Suci dirinya tidak merasakan panas, padahal suhu di sana sangat terik. Ayahnya juga sempat menyalami banyak orang saat berada di sana.

"Kalau panasnya menurut bapak ya biasa aja, nggak berasa panas di sana. Padahal suhu kan sampai waktu itu saya cek kan sampai 48 (derajat) kan. Nah, tak tanya kepanasan nggak? Ternyata biasa aja," tutur Mustofa.

"Di sana ya hampir semua sudah salaman gitu. Sudah salaman hampir semua yang di sana itu disalamin semua katanya. Lagi di Madinah lagi di Mekkahnya, kalau ketemu orang salaman," imbuhnya.

Ahmad menyebut saat ini ayahnya dalam keadaan sehat. Namun, Mustofa belum beraktivitas seperti biasanya karena masih menerima tamu pascakepulangan haji.

"Alhamdulillah masih sehat. Kemarin sempat dibawa ke dokter lah biar kasih vitamin. Sekarang masih di rumah, kan masih ada tamu datang," pungkasnya.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads