Niat Puasa 1-10 Muharam 2026 Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

Niat Puasa 1-10 Muharam 2026 Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

Sri Wahyuni Oktafia - detikJateng
Senin, 15 Jun 2026 19:36 WIB
Ilustrasi Puasa Zulhijah
Ilustrasi Puasa Hari 1 sampai 10 Muharam (Foto: Hello Aesthe/Pexels)
Solo -

Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan pertama dalam kalender Hijriah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah. Puasa yang cukup populer dilaksanakan di bulan Muharam adalah puasa Asyura, tepat di hari ke sepuluh. Namun, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa di hari ke 1-9 bulan Muharam.

Nah, sebelum melaksanakan ibadah puasa detikers perlu mengetahui bacaan niat dari masing-masing puasa ini. Hal ini dikarenakan niat adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berpuasa. Meski puasa Muharam termasuk puasa sunnah, umat Islam tetap dianjurkan untuk mengetahui tata cara berniat yang benar beserta waktu terbaik untuk membacanya.

Lantas, bagaimana bacaan niat puasa 1-10 Muharam lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya? Kapan niat puasa Muharam dibaca? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Puasa 1-10 Muharam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 1-10 Muharam, berikut bacaan niat lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya dikutip dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah dan Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad.

ADVERTISEMENT

Niat Puasa 1-8 Muharam

Puasa pada tanggal 1-8 Muharam adalah salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa ini bersumber dari hadits umum yang menyebut puasa pada Muharam adalah yang terbaik setelah puasa Ramadan. Itu artinya, puasa ini juga bisa ditunaikan pada tanggal 11 Muharam dan seterusnya. Hanya saja, sebaiknya tidak sebulan penuh karena Nabi SAW tidak melakukan yang demikian.

Adapun bacaan niat dari puasa ini adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma asy-syahri al-muharrami sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah di bulan Muharam karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa 9 Muharam (Puasa Tasua)

Puasa Tasua adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam, satu hari sebelum puasa Asyura. Puasa ini bertujuan untuk menjadi pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi. Adapun bacaan niat untuk puasa ini adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa 10 Muharam (Puasa Asyura)

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam. Puasa ini memiliki berbagai keutamaan yang sangat besar, salah satunya dapat menghapuskan dosa selama setahun kebelakang. Adapun niat puasa Asyura adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Waktu Membaca Niat Puasa Muharam

Pada dasarnya, waktu terbaik untuk membaca niat puasa Muharam adalah pada malam hari, yakni sejak setelah Matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Meski demikian, karena termasuk puasa sunnah, terdapat keringanan dalam pelaksanaannya. Seseorang masih diperbolehkan berniat puasa setelah terbit fajar hingga sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau aktivitas lainnya.

Dilansir MUI, berikut bacaan niat puasa Muharam di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ أَدَاءَ سُنَّةِ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi adā'i sunnati syahri Muharrami lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa pada hari ini untuk menunaikan puasa sunnah bulan Muharam karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, berikut bacaan niat puasa Tasu'a atau Asyura di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah Ta'ala."

Sebagai catatan, ada ulama yang tidak membolehkan menyusulkan niat puasa Tasua dan Asyura siang hari. Sebab, keduanya jadi tidak terhitung puasa utuh satu hari. Apabila baru disusulkan niatnya, puasa tetap sah, tetapi sebagai puasa sunnah mutlak. Wallahu a'lam bish-shawab.

Jadwal Puasa 1-10 Muharam 1448 H

Dirujuk dari Kalender Hijriah oleh Kementerian Agama RI, tanggal 1 Muharam jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Nah, untuk memudahkan detikers mengatur jadwal puasa sunnah 1-10 Muharam, berikut rincian jadwalnya:

  • Puasa sunnah 1-8 Muharam: Selasa, 16 Juni 2026-Selasa, 23 Juni 2026
  • Puasa sunnah Tasu'a: Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa sunnah Asyura: Kamis, 25 Juni 2026

Keutamaan Berpuasa di Bulan Muharam

Bulan Muharam adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh sebab itu, menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan ini memiliki keutamaannya sendiri. Dirangkum dari buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H. Herdiansyah Achmad dan Daqu Method oleh Tarmizi As-Shidiq, dkk., berikut beberapa keutamaan berpuasa di bulan Muharam.

1. Paling Utama Setelah Puasa Ramadan

Keutamaan pertama dari melaksanakan puasa di awal bulan Muharam adalah puasa ini disebut sebagai puasa yang diutamakan kedua setelah puasa Ramadan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang lebih utama setelah puasa di bulan Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam dan sholat yang lebih utama setelah sholat fardhu adalah sholat di tengah malam (tahajud)." (HR Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i).

2. Menghapuskan Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan puasa Asyura pada hari ke-10 di bulan Muharam tergolong besar. Hari Asyura dianggap sebagai hari yang baik dalam sejarah umat Islam. Seseorang yang berpuasa pada hari ini akan mendapatkan keutamaan dihapuskan dosanya setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda:

عن قتادة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صوم يوم عشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: Dari Abi Qatadah, Rasulullah bersabda: "Puasa hari Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu." (HR. Muslim).

3. Turut Memperingati Hari Baik dalam Islam

Puasa di bulan Muharam juga merupakan salah satu hal yang dilakukan oleh umat Islam untuk memperingati hari baik. Hal tersebut dikarenakan berpuasa di hari Asyura adalah bentuk syukur kepada Allah atas peristiwa penyelamatan Bani Israil yang dipimpin oleh nabi Musa AS. Dalam hadis dijelaskan:

"Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, 'Hari apa ini?' Mereka menjawab, 'Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah.' Akhirnya Nabi SAW bersabda, 'Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.' Kemudian Nabi SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa." (HR. Bukhari).

4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Puasa Asyura di bulan Muharam adalah salah satu puasa yang sangat senang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hal ini tergambar dari kesaksian Ibnu Abbas RA, "Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamannya daripada puasa pada hari ini hari Asyura dan pada bulan ini, yaitu bulan Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mematuhi Anjuran Rasulullah SAW

Selain mengikuti kebiasaan Rasulullah untuk berpuasa di hari Asyura, keutamaan lainnya dari puasa Muharam khususnya puasa Tasu'a adalah mematuhi anjuran dari Rasulullah SAW. Meskipun Rasulullah belum sempat melaksanakan puasa Tasu'a, akan tetapi beliau telah berniat. Sabdanya, "Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." (HR. Muslim).

Demikian penjelasan tentang niat puasa 1-10 Muharam serta waktu membaca dan keutamannya. Semoga bermanfaata ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads