Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Kota Semarang.
Pantauan detikJateng di halaman Gubernuran, Jalan Pahlawan, Kecamatan Semarang Selatan, massa tiba sekitar pukul 16.30 WIB.
Mereka membawa sejumlah poster tuntutan sambil menyerukan 'reformasi'. Poster itu di antaranya bertulisan 'PMII Semarang Menggugat', 'Negara Sekarat Penguasa Khianat', dan 'Tolak Militerisme'. Massa juga membawa bendera PMII komisariat masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kader PMII Komisariat UIN Walisongo, Alfani, mengatakan poin tuntutan yang dibawa masih sama seperti aksi-aksi sebelumnya.
Demo massa PMII Semarang di halaman Gubernuran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
"Poin tuntutan sendiri sebenarnya nggak berbeda jauh dengan kondisi-kondisi yang ada. Kayak kemarin ketika aksi kolektif, berupa 5 poin Pantura (Panca Tuntutan Rakyat)," kata Alfani di halaman Gubernuran, Rabu (17/6/2026).
Lima poin tuntutan itu ialah 'turunkan harga BBM dan stabilkan nilai rupiah, kembalikan TNI-Polri ke fungsi sebenarnya, evaluasi program MBG-KDMP, pengembalian tanah kepada rakyat, dan pemberhentian KKN di pemerintahan Prabowo-Gibran'.
Alfani mengatakan, untuk aksi PMII hari ini lebih difokuskan pada tuntutan pemberhentian program MBG dan penghentian represivitas aparat.
"Itu dua hal utama yang paling menjadi poin tuntutan dalam aksi kali ini," ucapnya.
Sebelumnya, demo di Semarang telah berlangsung pada Jumat (5/6), Jumat (12/6), dan Senin (22/6). Menurut Alfani, aksi tak bisa hanya dilakukan sekali saja agar tuntutan yang disampaikan bisa tercapai.
"Karena memang demonstrasi itu bagi saya nggak bisa cukup hanya dibilang satu kali, harus terus-menerus dan ini adalah bagian upaya follow up dari kawan-kawan PMII," ucapnya.
"Tentu setelah ini juga bakal ada aksi-aksi lanjutan, enggak mungkin hanya dengan satu kali menguntungkan semuanya bisa jadi selesai. Tarrgetnya tentu sampai tercapai," lanjutnya.
(dil/apl)

