36 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dikerahkan Data Pelaku Usaha di Jateng

36 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dikerahkan Data Pelaku Usaha di Jateng

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 13:40 WIB
Apel petugas sensus di Lapangan Simpang Lima, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).
Apel petugas sensus di Lapangan Simpang Lima, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sebanyak 36 ribu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) diterjunkan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah (Jateng). Para petugas akan mendata pelaku usaha hingga usaha rumahan yang selama ini belum tercatat.

Para petugas sensus itu mengikuti apel di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, pagi tadi.

"Di Jawa Tengah diterjunkan hampir 36.000 petugas dari BPS untuk melakukan sensus dalam rangka memetakan potensi ekonomi di wilayah kita," kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Semarang, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh bupati, wali kota, hingga aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu menyosialisasikan kegiatan tersebut, sehingga masyarakat bisa terbuka saat didatangi petugas sensus.

"Khususnya para pelaku usaha, baik UMKM, mikro, kecil, menengah, termasuk usaha rumah tangga, untuk terbuka. Data akan dirahasiakan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Apel petugas sensus di Lapangan Simpang Lima, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).Apel petugas sensus di Lapangan Simpang Lima, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan investasi di Jateng. Data itu yang disebut akan mendorong investasi pertumbuhan ekonomi Jateng kian meningkat.

"Data kualifikasi ini penting agar pembangunan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota bisa selaras karena data itu adalah fakta," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyebut, Jateng menjadi salah satu wilayah paling strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebab, jumlah pelaku usaha di daerah ini sangat besar.

"Jawa Tengah itu salah satu provinsi dengan jumlah unit usaha paling besar di Indonesia. Sebanyak 25 persen pelaku usaha di Pulau Jawa ada di Jawa Tengah dan 15 persen pelaku usaha di Indonesia ada di Jawa Tengah," kata Sonny.

Ia menjelaskan, petugas sensus nantinya tidak hanya mendatangi lokasi usaha yang terlihat, tetapi juga melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Langkah itu dilakukan karena banyak usaha kini berjalan secara digital dan berbasis rumah tangga.

"Kita akan datang door to door ke rumah-rumah. Banyak aktivitas usaha yang dilakukan di rumah, sekarang pakai media sosial, pakai TikTok, tidak terlihat dari luar. Baru bisa kita data kalau masuk ke rumah-rumah," jelasnya.

Sonny menegaskan, seluruh petugas sensus dibekali identitas resmi berupa rompi, kartu pengenal, dan surat tugas sehingga masyarakat dapat mengenali mereka dengan mudah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut saat akan disensus.

"Semua petugas pendata di lapangan dilengkapi rompi, kartu pengenal, dan surat tugas. Jadi bisa dilihat identitasnya," tegas Sonny menjawab pertanyaan tentang cara mengindetifikasi petugas BPS yang resmi.

Pihaknya juga memastikan, data yang diberikan masyarakat tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun tujuan lain di luar statistik.

"Rahasia data pasti terjaga. Tidak ada hubungannya dengan pajak," ucapnya.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads