Atap MI An Nur Pedurungan Semarang Ambrol gegara Lapuk, Begini Kondisinya

Atap MI An Nur Pedurungan Semarang Ambrol gegara Lapuk, Begini Kondisinya

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 19 Jun 2026 13:51 WIB
Kondisi ruang kelas 5B dan TU MI An Nur di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).
Kondisi ruang kelas 5B dan TU MI An Nur di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026). (Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng)
Semarang -

Atap ruang kelas 5B dan TU MI An Nur di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, ambrol. Pihak sekolah menyebut atap bangunan roboh lantaran lapuk.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (19/6) pukul 11.00 WIB, tampak sejumlah tukang tengah memindahkan puing-puing bangunan.

Ruang kelas dan TU itu sebenarnya masih satu bangunan, hanya terpisah tripleks. Kondisi kelas porak-poranda. Banyak genteng berserakan di lantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah fasilitas sekolah seperti satu unit etalase kaca hingga sejumlah bangku terjebak di ruang kelas lantaran tertutupi rangka atap.

Sementara di ruang TU kondisi tampak serupa dengan kelas 5B. Beberapa lemari berisi buku dan barang lainnya masih ada di dalam tertutupi rangka atap.

ADVERTISEMENT

Kepala MI An Nur, Fatimah Almahmudah, menerangkan atap bangunan roboh pada Selasa (16/6) sekitar pukul 05.00 WIB. Dia menerangkan, warga sekitar mendengar suara dentuman saat itu.

"Hari Selasa kemarin, Itu robohnya jam sekitar subuh 05.00 WIB. Itu dari masyarakat, saya tanya itu subuh waktu salat dengar suara bum. Itu baru kayunya yang jatuh, kayu atas," jelas Fatimah.

Fatimah mengatakan, saat itu kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah libur. Sehingga insiden tersebut tidak berdampak secara fisik terhadap siswa maupun guru.

"Untungnya karena robohnya subuh di hari libur juga. Jadi nggak ada siswa yang masuk, nggak ada guru juga," ucapnya.

Sepekan sebelum atap ambrol, Fatimah menjelaskan, pihaknya telah memindahkan sebagian barang ke ruang lainnya sebab kondisi yang mengkhawatirkan. Dia menyebut atap bangunan sekolah lapuk sekitar 2 tahun lalu.

"Sebelumnya sudah kita kosongi. Karena kita lihat kok mengkhawatirkan juga. Sudah rusak kayak gini dimakan rayap," terangnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, aktivitas kelas 5B dipindah ke ruang ekstrakurikuler. Adapun pihak TU bekerja sementara waktu di ruang kelas 4B.

Jadi, jika sekolah kembali aktif, maka kemungkinan bakal diberlakukan pergantian jam belajar atau penggabungan kelas untuk siswa kelas 4B.

"Untuk pengalihan kelas kemarin kelas 5 kita kasihkan di ruang ekstra yang paling utara. Kemudian untuk kantor kita pindah ke kelas 4B. Mungkin nanti ada kelas yang digabung atau gantian," beber Fatimah.

Dia menerangkan, pihaknya telah mengajukan perbaikan gedung tersebut ke Kementerian Agama (Kemenag) daerah dan pusat. Kini pihaknya menunggu bantuan datang.

"Untuk proposal kemarin kita disuruh mengajukan ke Kanwil (Kemenag), kemudian ke Kemenag pusat. Ini kita nunggu semoga saja bantuan cepat cair," ungkapnya.

Saat ini pihak sekolah tengah merenovasi bangunan tersebut. Sebab kondisi atap kelas lainnya juga lapuk.

"(Atap kelas yang lapuk) Kelas 3A, kemudian 5A, 2B, 2A, sama 5A. Tapi target kita tahun ajaran baru semoga sudah bisa selesai," ungkapnya.

Fatimah menyebut, kebutuhan anggaran untuk renovasi gedung itu sekitar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Namun, besaran anggaran itu masih belum tercover seluruhnya.

"Ini semuanya kemarin dari Kemenag kota memperkirakan (kebutuhan anggaran renovasi) Rp 300 juta," katanya.

"Rp 30 juta dari sekolah. Yayasan minjemin Rp 50 juta. Ada infak Rp 5 juta. Kanwil Rp 2,5 juta, bantuan KKM 1 Kota Semarang Rp 1 juta, KKM Genuk Rp 1 jutaan. KKM pedurungan. (Total anggaran terkumpul) Masih di bawah Rp 100 juta," pungkasnya.

Adapun bantuan bisa disalurkan melalui rekening Bank Jateng di nomor 3090088741 atas nama Yayasan Sultan Hasanudin.




(aku/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads