Aksi pengeroyokan terjadi di Dukuh Glagah, Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten tadi pagi. Sekelompok orang tak dikenal mengeroyok tiga pemuda setempat.
Akibat pengeroyokan itu, tiga orang remaja terluka dan satu bisa menyelamatkan diri. Satu orang korban, T (20) dirawat di ICU RS PKU Muhammadiyah Pedan karena tidak sadarkan diri.
Salah seorang korban D (20) menceritakan kejadian sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu dirinya bersama tiga tetangganya nongkrong di gapura kampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita empat orang nongkrong di gapura, dua orang bikin kopi di gardu dan dua orang, termasuk saya di gapura. Gerombolan konvoi itu dari arah timur," tutur D kepada detikJateng di lokasi, Minggu (21/6/2026) siang.
Ia mengatakan sesampainya di depan gapura rombongan yang jumlahnya lebih dari 100 orang berhenti. Tidak diketahui sebabnya mereka meneriaki dirinya dan tiga orang lainnya.
"Tiba-tiba berhenti dan teriak-teriak tidak ada sebabnya. Yang bonceng pada turun dan mengejar kami, yang pakai motor juga masuk kampung mengejar kami," katanya.
Jumlahnya yang masuk kampung, jelas D, sekitar 50 orang. T yang lari masuk kampung terakhir dikejar dan ditabrak sepeda motor sampai jatuh.
"Ditabrak motor dari belakang dan dikeroyok. Setelah itu mereka pergi ke gapura lagi masih teriak-teriak, setelah mereka pergi kami dibawa ke RS," imbuhnya D, yang luka lecet di kaki dan kepala.
D mengaku tidak memiliki masalah apa pun sebelumnya. Dirinya juga tidak kenal dengan para pelaku yang memakai kaus hitam.
"Pakai kaus hitam-hitam, ada yang pakai seragam semacam pencak silat. Ada yang pakai masker," imbuhnya.
F (20) korban lainnya mengatakan dirinya ikut lari menyelamatkan diri. Setelah melihat korban T tidak sadar para pelaku baru pergi.
"Setelah tahu tidak sadar pergi ke gapura. Mereka pakai kayu, batu dan batu bata, tidak ada senjata tajam," katanya.
Kapolres Klaten, AKBP M Faruk Rozi, mengonfirmasi ada laporan kejadian tersebut. Kasus itu masih dalam penyelidikan jajarannya.
"Masih penyelidikan. Mohon waktu kami kumpulkan keterangan dan alat bukti yang lain untuk mengidentifikasi pelaku, mohon waktu," jelasnya kepada detikJateng saat diminta konfirmasi.
Pantauan detikJateng di lokasi, TKP kejadian di tepi jalan raya. Di lokasi depan gapura masih ada sisa-sisa batu bata pecah.
Kondisi korban T masih terbaring di bed ICU RS PKU Muhammadiyah Pedan. Kondisi tidak sadar, dengan selang di hidung, lebam di wajah dan kaki tangan diikat di bed.
(apl/apl)
