Seorang sales promotion girl (SPG) melapor ke Polresta Solo atas kasus dugaan pelecehan seksual seorang pria di salah satu swalayan di Kota Solo. Belakangan terungkap, pelaku ternyata oknum guru PPPK salah satu sekolah dasar (SD) di Kartasura, Sukoharjo.
Oknum guru SD berinisial BSN, di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo dibebastugaskan usai tersandung kasus dugaan pelecehan seksual. Oknum guru itu diduga memotret dari bawah rok seorang SPG di salah satu swalayan, di Kota Solo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo, membenarkan pelaku adalah oknum guru SD berstatus PPPK. Aksi tindakan pelecehan seksual itu terjadi pada Sabtu (13/6) sekira pukul 14.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindak asusila yang dilakukan oleh oknum guru di Kartasura, yang kegiatan pidana itu dilakukan di salah satu swalayan di Solo. Ini sudah viral, kita mengambil langkah strategis untuk menjawab semua," kata Havid, saat konferensi pers di kantor Disdikbud Sukoharjo, Senin (22/6/2027).
Havid mengatakan, identitas pelaku muncul usai netizen mengenali aksi yang aksinya terekam kamera CCTV. Rekaman CCTV itu pun viral di media sosial.
Usai identitas terbongkar, tim dari Kecamatan Kartasura yang terdiri dari jajaran KKKS, dan Pengawas mengumpulkan informasi pada Kamis (18/6).
"Yang bersangkutan dipanggil ke Korwil Kecamatan Kartasura, untuk dilakukan investigasi lebih lanjut oleh Pengawas Sekolah, KKKS, dan Korwil setempat," ucapnya.
"Tanggal 13 Juni, jam 16.30 WIB, pelaku menuju ke salah satu swalayan di Solo bersama istri dan dua anaknya. Setelah sampai, pelaku berpisah dengan istri dan dua anaknya yang menuju ke rak sabun cuci muka. Setelah itu muncul niat untuk memotret karena melihat salah satu SPG itu," imbuhnya.
Dari keterangan BSN, Havid mengatakan jika pelaku telah menyesali perbuatannya tersebut. Pelaku juga sudah menghapus foto yang dia ambil, sehingga foto tersebut tidak sampai disebarluaskan.
Dalam kesempatan itu, Disdikbud Sukoharjo menyampaikan permohonan maafnya atas ulah oknum guru tersebut.
"Kita pun secara pribadi dan kedinasan merasa kesal. Dan tentunya pada kesempatan ini kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Sukoharjo atas tindakan oknum guru tersebut. Akan kita tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban mengatakan aksi dugaan pelecehan itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pukul 14.30 WIB. Saat itu korban tengah mengecek etalase minuman, dan terduga pelaku berada di dekat korban.
"Awalnya saya nggak sadar, posisinya saya menghadap ke booth untuk mengecek stok, saya SPG salah brand minuman di sana. Terus divideo di bawah rok saya, pelakunya sudah pergi. Terus ada ibu-ibu yang mendatangi saya bilang, 'Ada mas-mas berbaju merah ngerekam bagian rok bawah saya'," kata korban kepada awak media di Mapolresta Solo, Kamis (18/6/2026).
Mendapatkan laporan itu, korban kemudian mencari pria dengan ciri-ciri yang diberikan. Ternyata terduga pelaku masih berbelanja di sana, dan sempat salah tingkah karena terus dilihat korban.
Namun korban tidak berani langsung menghampiri terduga pelaku karena tidak memiliki bukti. Korban akhirnya mengecek CCTV swalayan tersebut. Saat kejadian kondisi toko swalayan tersebut cenderung agak sepi.
"Aku melihat sekitar pelakunya masih di situ bersama kedua putrinya dan istrinya lagi berbelanja. Aku lihatin pelaku, kayak salah tingkah gitu. Setelah itu dia buru-buruin istri dan anaknya berbelanja untuk segera ke kasir. Kemudian saya cek CCTV, ternyata benar, tapi setelah itu pelaku sudah pergi," jelasnya.
Rekaman CCTV kejadian itu sempat beredar di salah satu akun Instagram, namun kini rekaman tersebut sudah dihapus. Korban akhirnya memilih jalur hukum, dan melapor ke Mapolresta Solo dengan dugaan pelecehan seksual.
(aku/ahr)
