Sejumlah karyawan mitra pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai di kompleks alun-alun, untuk menyuarakan dukungan agar program tersebut tetap berlanjut. Mereka menilai keberadaan MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima program, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.
Salah satu karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangkandri, Eti Nurlina, mengatakan program MBG telah membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk lulusan sekolah yang belum memiliki pekerjaan.
"Kami mengharapkan agar program MBG ini berlanjut karena bagi kami program MBG ini sangat penting dan sangat berpengaruh, terutama untuk sektor ekonomi," kata Eti kepada wartawan saat ditemui di sela aksi, Senin (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keberadaan SPPG telah menyerap banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Bahkan, warga yang sebelumnya kesulitan memperoleh penghasilan kini memiliki sumber pendapatan tambahan melalui pekerjaan di dapur MBG.
"Dengan adanya program MBG banyak tenaga kerja yang diserap. Anak-anak yang baru lulus juga banyak yang bisa langsung bekerja tanpa harus keluar kota. Jadi manfaatnya sangat terasa untuk ekonomi masyarakat," ujarnya.
Eti menambahkan, meski saat ini distribusi MBG sempat menyesuaikan dengan masa libur sekolah, para pekerja berharap program tersebut tetap dilanjutkan setelah masa libur berakhir.
"Kami berharap tetap lanjut. Untuk kami yang ekonominya di bawah, program ini sangat membantu. Kami jadi bisa membantu keluarga mendapatkan pemasukan meskipun tidak banyak," katanya.
Ia juga menyebut hampir seluruh tenaga kerja di SPPG Karangkandri berasal dari lingkungan sekitar, sehingga manfaat ekonomi program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya mengapresiasi aksi damai yang dilakukan para mitra MBG. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk memastikan program MBG tetap berjalan.
"Saya mengapresiasi aksi damai yang tidak anarkis dan tetap menjaga ketertiban. Aspirasi yang disampaikan sebetulnya sudah sejalan dengan sikap Pemerintah Kabupaten Cilacap bahwa kami juga akan memastikan program MBG tetap berlanjut di Kabupaten Cilacap," kata Ammy.
Terkait adanya sejumlah pihak yang mengkritisi program tersebut, Ammy menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, menurutnya, kritik yang muncul lebih mengarah pada pengawasan pelaksanaan program agar terbebas dari praktik korupsi.
"Apa yang mereka perangi bukan programnya, tetapi korupsinya. Itu juga sejalan dengan pemerintah daerah, bagaimana memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran," ujarnya.
Ammy menjelaskan saat ini telah terbentuk paguyuban mitra MBG yang nantinya akan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan pelaksanaan program. Pengawasan tersebut mencakup kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) hingga kualitas gizi makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh siswa penerima makanan bergizi gratis, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
"Petani bisa langsung menjual berasnya, pemilik kebun bisa memasok hasil panennya ke SPPG, pasar yang sebelumnya sepi sekarang mendapat banyak pesanan bahan baku. Ekonomi berjalan," ungkapnya.
Menurut data yang dimiliki Pemkab Cilacap, satu SPPG rata-rata melibatkan 40 hingga 50 relawan dan tenaga kerja. Dengan jumlah sekitar 200 SPPG yang beroperasi di Cilacap, program tersebut diperkirakan telah menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
"Itu jumlah yang signifikan dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Cilacap. Karena itu kami pastikan program MBG di Kabupaten Cilacap akan tetap berlanjut dan pelaksanaannya akan kami atur sebaik mungkin," tegas Ammy.
(aku/ams)
