Warga Tunggulsari Sambat Gatal-gatal Usai Sebulan Direndam Rob

Warga Tunggulsari Sambat Gatal-gatal Usai Sebulan Direndam Rob

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 22 Jun 2026 20:18 WIB
Penampakan banjir rob yang merendam Tunggulsari, Tayu, Pati, Senin (22/6/2026).
Penampakan banjir rob yang merendam Tunggulsari, Tayu, Pati, Senin (22/6/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Banjir rob yang melanda permukiman warga Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati tak kunjung surut meski sudah sebulan. Warga pun mulai mengeluhkan sakit karena rob terus merendam rumah mereka.

Pantauan detikJateng di lokasi, Senin (22/6/2026) pukul 17.00 WIB, genangan rob masih merendam jalan permukiman warga. Rumah warga pun kemasukan air rob selama sebulan ini.

Salah satu warga, Suparno (60), mengaku gelisah karena genangan rob tak kunjung surut. Ia mengaku tidak bisa tidur karena rob datang menghantui dirinya dan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa," jelas Suparno saat ditemui di lokasi, Senin (22/6).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan rob mulai naik ke rumah warga pada siang sampai sore hari. Bahkan, genangan rob pun merendam rumahnya setiap kali laut pasang.

"Mulai jam 10.00-11.00 WIB sudah naik airnya itu sampai sore. Selalu seperti itu sebulan ini," ujarnya.

Dia pun mengaku gatal-gatal sampai meriang karena dampak banjir. Suparno pun mengaku lelah karena harus selalu bersih-bersih rumah.

"Capek, sakit gatal-gatal, sama lelah bukan main, gara-gara membersihkan sisa banjir ini, pagi dibersihkan siang datang lagi. Malam di rumah masih basah," ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Wahono. Dia mengaku hanya tertidur di dalam rumah meski kondisinya sedang sakit.

"Sakit sudah 9 bulan, tidur di atas tempat tidur, kalau banjir rob bertahan di rumah. Ditambah sakit meriang kalau ada banjir terus begini," ujar Wahono.

Kepala Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Setyo Wahyudi menambahkan ada beberapa warganya yang sakit dan lanjut usia bertahan di rumahnya. Pemerintah desa pun telah menyalurkan bantuan logistik kepada warganya yang terdampak rob.

"Kita menyalurkan bantuan paket logistik dari pemerintah Jateng dan Pemkab Pati kepada 36 rumah warga yang terdampak parah," ujar Setyo.

Setyo mengatakan banjir rob belum juga surut. Meski begitu, kondisi genangan banjir tidak separah pada puncaknya pekan kemarin.

"Sampai sore ini sudah mulai surut, tidak sebesar beberapa hari lalu. Tapi pasang merendam wilayah permukiman RT 5 dan beberapa rumah kemasukan banjir rob, badan jalan kebanjiran sampai sore ini," jelasnya.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads