Kawat Tiang Listrik Melintang dalam Rumah Bikin Bocor, Warga Klaten Sambat

Kawat Tiang Listrik Melintang dalam Rumah Bikin Bocor, Warga Klaten Sambat

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 23 Jun 2026 18:49 WIB
Kawat PLN yang masuk ke rumah warga Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten.
Kawat PLN yang masuk ke rumah warga Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Rumah Suparman (67) warga Dukuh Kenteng, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten mendapatkan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2026. Namun sayangnya kawat penguat tiang listrik yang ada di dalam rumahnya tidak bisa disingkirkan.

Dampaknya meskipun rumah sudah direhab, tetapi kawat yang terikat ke tiang itu tetap melintang di dalam rumah. Genteng yang dipasang tidak bisa rapat dan berisiko bocor saat hujan karena berlubang untuk lewat kabel.

Pantauan detikJateng, rumah yang masih berupa tembok bata ringan itu jendelanya berhimpitan dengan tiang. Di pucuk tiang beton, seutas kawat ujungnya ditancapkan ke bawah ke tanah dalam rumah Suparman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya dapat bantuan rumah pemerintah ini. Ya dulu sering bocor, ini tembok pakai hebel," kata Suparman kepada detikJateng di lokasi, Selasa (23/6/2026) siang.

Menurut Suparman, kabel kawat PLN masih ada di dalam rumahnya. Sejak dulu kabel itu sudah ada di kebunnya.

ADVERTISEMENT

"Sejak dulu sudah di kebun saya. Ya nanti ditambal semen kalau bocor, kalau mengganggu ya mengganggu," terang Suparman.

"Katanya kalau mindah kabel itu bayar jutaan. Kemarin itu (sebelum direhab) pakai asbes saya tambal saja tetap bocor," katanya

Anak lelaki Suparman, Suprapto mengatakan melihat kasus yang ada informasinya selama ini jika memindahkan kabel di pekarangan bayar. Kawat itu untuk kekuatan tiang.

Kawat PLN yang masuk ke rumah warga Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten.Kawat PLN yang masuk ke rumah warga Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng

"Katanya dulu kabel ini untuk kekuatan tiang. Tapi melihat kasus-kasus yang ada mindah itu bayar, kalau mau dipindahkan ya alhamdulilah," katanya.

"Ya kalau tidak dipindah nanti kita akali bagaimana lah," imbuhnya.

Kepala Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jariyanto, membenarkan rumah tersebut menerima bantuan RTLH pemerintah. Namun soal kabel di dalamnya justru belum mengetahui.

"Belum tahu. Coba besok saya konfirmasi," katanya.

Terpisah, Martin dari bagian teknik PLN ULP Tulung, menyatakan untuk proses alur bisa bersurat resmi ke PLN Tulung. Tim teknis akan mengecek lokasi.

"Nanti dari tim teknik akan dicek ke lokasi seperti apa kondisinya jika memang bisa untuk dipindah dari PLN nanti akan dibuatkan rincian anggaran biaya pemindahannya lewat surat resmi PLN," jelas Martin lewat pesan singkat.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads