Heboh Penari Pakai Rok Mini Ramaikan Gebyar Muharam, MTs di Demak Buka Suara

Heboh Penari Pakai Rok Mini Ramaikan Gebyar Muharam, MTs di Demak Buka Suara

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 09:38 WIB
Ilustrasi konten viral
Ilustrasi konten viral. Foto: Shutterstock
Solo -

Penampilan penari perempuan pakai rok mini dalam sebuah grup drumband di acara menyambut tahun baru Hijriah di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, jadi viral di media sosial. Pihak MTs NU Mranggen buka suara soal itu.

Jadi Viral

Video yang merekam penampilan penari itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini. Dalam video itu, penari itu berjoget mengenakan baju putih lengan panjang dan rok mini warna biru muda. Pakaian dalam penari itu juga terlihat karena rok tersingkap.

"Perayaan Gebyar Muharram ke-16 yang digelar salah satu sekolah di Mranggen, Demak, menuai sorotan setelah dalam rangkaian acara tersebut ditampilkan pertunjukan tarian yang dinilai tidak sejalan dengan identitas, nilai, serta karakter lembaga pendidikan," tulis takarir unggahan akun tersebut dilihat detikJateng, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klarifikasi MTs NU Mranggen

Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, mengatakan aksi itu terjadi di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa (16/6).

"Itu acara menyambut tahun baru Hijriah. Nggih. Itu kan itu kalau sesuai di judulnya kan itu acara yang ke-16," kata Kodir saat dihubungi detikJateng, Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

Kodir mengatakan, sebelumnya, acara semacam ini lebih banyak mengundang grup drumband kalangan pelajar. Namun, karena tahun ini kuota pesertanya tidak terpenuhi, pihaknya memberikan kuota lebih banyak kepada grup drumband umum dari masyarakat.

"Untuk drumband remaja itu cenderung istilahnya kayak mati suri ya, maksudnya kegiatan itu seperti biasanya kita memberikan alokasi untuk kegiatan tersebut itu ya ada porsi untuk pelajar, ada porsi untuk umum," ujar Kodir.

"Kebetulan untuk yang porsi pelajar itu tidak terpenuhi karena banyak grup drumband yang yang vakum, sehingga porsi itu ya akhirnya diberikan kepada yang umum," tambahnya.

Bukan Pelajar MTs NU

Kodir menjelaskan, ada 26 grup drumband yang tampil dalam acara tersebut dengan didominasi dari kalangan umum. Ia juga menegaskan penampilan yang viral di media sosial itu berasal dari grup drumband umum.

"(Tahun) Ini jumlahnya ada 26 grup, yang pelajar itu hanya ada tiga, satu dari MTs NU, dua dari TK, sisanya itu umum," terangnya.

"Yang viral itu bukan drumband pelajar, baik itu itu bukan pelajar dari MTs NU maupun pelajar dari luar, tapi itu notabene adalah tampilan dari drumband umum," imbuh dia.

Kodir menegaskan pihaknya sudah mengantisipasi adanya penampilan grup drumband dengan pakaian yang dinilai kurang pantas.

"Kita di awal ya sudah menyampaikan di pembukaan termasuk di technical meeting untuk bisa tampil dengan menjaga etika, untuk menjaga kondusivitas, untuk menjaga ketertiban. Nah, ternyata dalam tampilan ada yang seperti itu, kita ya istilahnya tidak menduga," ungkap Kodir.

Drumband-Mujahadah

Kodir juga menyampaikan acara Gebyar Muharram di sekolahnya itu tidak hanya diisi dengan drumband. Ada juga kegiatan lain seperti mujahadah hingga pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.

"Acara itu kita juga tidak hanya penampilan drumband mawon, kita juga ada mujahadah di malam harinya. Sebelumnya kita juga ada wisuda, ada pemberian hadiah kepada siswa berprestasi untuk kita beri apresiasi sepeda motor untuk yang hafal 30 juz," kata Kodir.

Kodir meminta maaf terkait video viral di media sosial tersebut. Hal itu akan dia jadikan sebagai evaluasi.

"Karena itu sudah telanjur viral dan mungkin menjadi ramai, kita mohon maaf atas kegaduhan ini dan akan menjadi introspeksi bagi kita untuk di event-event selanjutnya," ujar Kodir.

"Dengan adanya kejadian seperti ini ya kita evaluasi, terus bagaimana kita juga berpikir kalau memang tampilan itu dianggap tidak pantas ya ayo kita bersama-sama untuk memperhatikan, sehingga drumband yang ada di lingkungan Mranggen dan sekitarnya di Kabupaten Demak di Semarang itu bisa tampil lebih baik, lebih menjaga etika," pungkasnya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads