Plt Bupati Sebut Satu Nama di Balik Temuan 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap

Plt Bupati Sebut Satu Nama di Balik Temuan 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 11:10 WIB
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, Minggu (15/3/2026).
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, Minggu (15/3/2026). (Foto: Anang Firmansyah/detikJateng)
Cilacap -

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengungkap temuan 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif di wilayahnya. Ammy menyebut nama eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya diduga terkait keberadaan titik fiktif itu.

Ammy menerangkan, mayoritas titik yang menjadi temuan tersebut diketahui terdaftar atas nama yayasan yang membawa nama mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Seperti diketahui, Sony saat ini tengah ditahan terkait dugaan korupsi MBG.

"Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony," ujar Ammy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, temuan tersebut memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik maupun pendaftaran titik fiktif dalam program SPPG. Persoalan itu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait.

"Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ammy menjelaskan, sejumlah titik yang terdaftar bahkan masih diperjualbelikan kepada pihak lain. Kondisi itu menunjukkan bahwa sebagian titik belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun legalitas yang jelas.

"Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, temuan tersebut terungkap setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Hasilnya, sejumlah titik yang terdaftar justru berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk dijadikan fasilitas pelayanan.

"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," kata Ammy.

Sebagai tindak lanjut, hasil rapat terakhir bersama tim investigasi yang dikirim Kepala BGN, melalui jajaran pusat, memutuskan untuk menghentikan sementara pembukaan titik SPPG baru di Cilacap.

"Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi yang dikirim Bu Naniek waktu mereka ke Cilacap, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk 100 titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi program. Tapi kembali ke kebijakan pusat," jelas Ammy.

Meski menemukan berbagai persoalan dalam pendataan titik SPPG, Ammy menegaskan dirinya tetap mendukung penuh program prioritas Presiden yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

"Saya mendukung program prioritas Presiden," tegasnya.




(aku/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads