Video yang menampilkan seseorang membuang seekor kucing ke Banjir Kanal Timur (BKT), Kota Semarang, viral di media sosial. Polisi menangkap terduga pelaku pembuang kucing.
Kabar tersebut viral usai diunggah akun Instagram @yayasan_rumahsinggahclow Selasa (23/6). Per Rabu (24/6) siang, video itu telah ditonton 465 ribu kali, disukai 11 ribu kali, hingga menuai 5.361 komentar.
Takarir yang tertulis di unggahan itu menyebutkan seekor kucing dilempar dari Jembatan Kartini ke BKT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video berdurasi lima detik itu tampak seseorang tengah menenteng seekor kucing oranye pada malam hari. Kucing tersebut mengenakan sebuah kalung.
Lantas, kucing oranye itu dilempar ke dasar BKT hingga terdengar dentingan. Hewan tersebut tampak bergeliat di udara saat sebelum jatuh.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyebut kejadian berlangsung di Kecamatan Gayamsari pada Senin (22/6) malam. Adapun terduga pelaku merupakan laki-laki berinisial W (44) warga Gayamsari.
Riki mengatakan, W telah ditangkap oleh Polsek Gayamsari. Saat ini kepolisian tengah mendalami kasus tersebut.
"Untuk yang pembuangan kucing, saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Gayamsari," kata Riki kepada detikJateng melalui pesan suara siang ini.
Lebih lanjut, Riki menyebut pelaku membuang kucing lantaran kesal karena hewan itu membuang kotoran di kamar. Sebelumnya, W telah menanyakan siapa pemilik kucing itu di grup WhatsApp RT.
"Yang bersangkutan itu buang kucingnya dikarenakan kesal karena kucing tersebut membuang kotoran di tempat tidurnya. Yang pelaku kalau tidak salah menyampaikan, beliau sudah meng-share dan memfoto kucing tersebut di grup RT, tetapi karena tidak ada yang mengaku akhirnya memutuskan untuk membuang kucing tersebut ke lokasi TKP pembuangan," bebernya.
Hingga kini, keberadaan kucing itu belum diketahui. Begitu pula dengan siapa pemiliknya.
Soal kemungkinan adanya unsur pidana atas tindakan pelaku, Riki menjelaskan, polisi masih melakukan pendalaman.
"Itu masih kita dalami," pungkasnya.
(aku/dil)
