Ledakan Bikin Gempar Warga Klaten Ternyata Kembang Api Prewedding di Prambanan

Ledakan Bikin Gempar Warga Klaten Ternyata Kembang Api Prewedding di Prambanan

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 26 Jun 2026 08:02 WIB
Penampakan kembang api diikuti suara ledakan di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Rabu (24/6/2026) malam.
Penampakan kembang api diikuti suara ledakan di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Rabu (24/6/2026) malam. Foto: dok. Warga/Utomo
Solo -

Suara ledakan besar diikuti nyala kembang api di sekitar Prambanan, Klaten mengagetkan warga dan viral di media sosial. Kembang api itu ternyata berasal dari proses pemotretan prewedding.

Kepala Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Raksono membenarkan suara ledakan yang terdengar hari Rabu (24/6) malam itu berasal dari kembang api. Dia juga menyebut kembang api itu dinyalakan untuk pengambilan foto dan video prewedding.

"Itu acara pengambilan foto dan video prewedding. Arahnya ke taman (taman wisata candi Prambanan), tapi sebenarnya di luar," kata Raksono, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raksono menjelaskan lokasi peluncuran kembang api sempat diprotes di dekat futsal timur TWC di RT 19 Desa Tlogo karena padat penduduk. Kemudian ternyata lokasinya berpindah.

"Dikomplain warga ternyata pindah ke utara di dekat Mandala wisata, di lahan kosong. Tidak ada laporan kerusakan," terang Raksono.

ADVERTISEMENT

Dia juga tidak menyangka ternyata suara yang dihasilkan kembang api tersebut sangat keras. Namun dia menegaskan kegiatan itu sudah berizin dan diawasi aparat keamanan.

"Dikira kecil seperti biasa, ternyata suaranya besar," imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Prambanan, AKP Nyoto, juga mengatakan hal serupa. Suara keras yang viral itu memang dari kembang api Prewedding.

"Itu untuk prewedding ambil foto dan video. Saat kegiatan juga diawasi, semua sesuai prosedur dan aturan yang ada," terang Nyoto saat dihubungi detikJateng.

Sementara itu, dikutip dari detikTravel, General Manager Prambanan & Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho mengatakan penyalaan kembang api tidak berada di area candi Prambanan.

"Dapat kami sampaikan bahwa penyalaan kembang api tersebut tidak dilakukan di area operasional Candi Prambanan (Zona 2)," kata Leonardus.

Dia juga menyebut kegiatan sudah berkoodinasi dengan warga setempat dan sudah mendapat izin pihak berwenang. Penyalaan kembang api itu berlokasi di luar area Candi Prambanan, tepatnya di area RT 25 Desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kegiatan tersebut telah berkoordinasi dengan warga desa setempat dan sudah memperoleh perizinan dari pihak berwenang. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, kenyamanan pengunjung, masyarakat sekitar, serta kelestarian kawasan cagar budaya," tutup dia.

Untuk diketahui, video kembang api bersuara keras itu viral salah satunya diunggah akun Facebook Merapi_News. Dalam video yang beredar juga terlihat beberapa kali kembang api menyala.

"21:39 Info min di daerah Kalasan Sleman terdapat ledakan yang cukup keras berwarna merah. Seperti kembang api dari arah Prambanan tapi ternyata bukan, ini udah berapa kali saya mendengarnya hingga tengah malam. Tolong akun saya disamarkan min terima kasih," tulis unggahan tersebut.

Salah satu warga, Utomo (50) mengatakan ledakan tersebut mengagetkan warga. Awalnya dikira bukan kembang api karena suara cukup keras.

"Dikira bukan kembang api karena kerasnya dentuman sehingga keluar rumah. Kaca sampai bergetar," katanya kepada detikJateng.

Setelah keluar rumah, terang Utomo, warga baru mengetahui ada yang menyulut kembang api. Ia menuturkan baru kali ini ledakan kembang api cukup besar.

"Baru kali ini, biasanya jika ada acara tidak sebesar ini suaranya. Tidak ada kerusakan rumah, saya sempat merekam mungkin lebih dari lima kali," ungkap Utomo.

"Jadi bukan di dalam taman wisata candi Prambanan, di sebelah timurnya. Suaranya sampai Kalasan (Sleman)," imbuhnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads