6 Anak Panti Asuhan Borobudur Keracunan Nasi Goreng Sudah Pulang dari RS

6 Anak Panti Asuhan Borobudur Keracunan Nasi Goreng Sudah Pulang dari RS

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 26 Jun 2026 12:51 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi keracunan. Foto: Dok.BeritaKlik
Magelang -

Enam anak penghuni panti asuhan yatim piatu dan dhuafa Daarul Hikmah cabang Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, sudah pulang dari RSU Aisyiyah Muntilan usai menjalani opname karena keracunan nasi goreng.

Ketua panti asuhan tersebut, Yus Listiawan, mengatakan keenam anak itu sudah pulang dari RSU Aisyiyah pada Kamis (25/6) siang.

"Alhamdulillah kemarin sudah pulang semua setelah zuhur. Sudah kembali rumah masing-masing," kata Yus saat dihubungi detikJateng, Jumat (26/6/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yus menjelaskan, enam anak itu selanjutnya mendapat rawat jalan.

"Sesuai regulasi RS, ada obat dan surat kontrol. Kontrolnya tanggal 8 Juli," ujar dia.

Hal senada disampaikan Humas RS Aisyiyah Muntilan, Imam Hardani.

"Sudah pulang (semua). Kemarin siang sudah pulang," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 13 anak penghuni panti asuhan yatim piatu dan dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur diduga keracunan nasi goreng.

Ketua panti asuhan yatim piatu dan dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, mengatakan pada Minggu (21/6) pihaknya mendapatkan donasi nasi bungkus.

"Sama anak-anak digoreng malam hari. Itu digoreng, tidak ada aroma, tidak ada bau apapun yang mengakibatkan itu basi atau seperti. Kemudian mengalami diare, (ada) yang sebelum Subuh (Senin)," kata Yus kepada wartawan di RSA Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (22/6).

Yus mengatakan, dugaan keracunan diketahui pada Senin (22/6) siang. Mereka rata-rata berusia sekitar 14 tahun sampai 16 tahun.

"Itu nasi, kemudian sayur kacang, terus mi bihun sama telur. Dibikin nasi goreng sama anak-anak," kata dia.

"Kemungkinan (dicampur) karena sudah habis. Tadi dari Puskesmas, Dinas Kesehatan juga datang, tapi tidak ada sampel yang diambil (habis dimakan)," sambungnya.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads