Polisi Sebut Hyundai Picu Laka Beruntun di Semarang gegara Rem Blong

Polisi Sebut Hyundai Picu Laka Beruntun di Semarang gegara Rem Blong

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 30 Jun 2026 11:43 WIB
Kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (28/6/2026).
Kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (28/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Polisi mengungkap penyebab kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Kota Semarsng. Mobil Hyundai hitam disebut mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan.

Hal itu diungkapkan Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung. Ia mengatakan, mobil Hyundai hitam mengalami gangguan pada rem sehingga menyebabkan kecelakaan, Minggu (28/6) malam.

"(Penyebab kecelakaan) Ada trouble pada rem, tidak berfungsi. Dia lepas kendali, remnya blong," kata Untung saat dihubungi detikJateng, Selasa (30/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun pengemudi tersebut telah menyerahkan diri ke kantor polisi Senin (29/6) dan telah dicek urine ke RS Samsoe Hidajat. Hasilnya, ia tak berkendara sambil mabuk.

"Tidak (mabuk), hasil tesnya negatif. Dia itu lepas kendali karena remnya blong. Trouble remnya tidak berfungsi. (Unsur pidana) Sementara masih pemeriksaan, nanti kita gelarkan dulu," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi yang diberitakan mabuk dan sebagainya itu nggak, karena sudah kita cek ke rumah sakit, hasilnya negatif semua," lanjutnya.

Untung mengatakan pengemudi Hyundai itu sempat meninggalkan lokasi kecelakaan karena panik dan ketakutan akan diamuk massa.

"Karena syok dan takut, dia hanya mengamankan diri. Sudah kita cek urine di rumah sakit. Kan orang kalau kecelakaan takut, takut diapa-apain, dia menyelamatkan diri dulu," ungkapnya.

Pengemudi berinisial O itu kabur ke rumahnya di wilayah Ungaran usai kecelakaan. Dari lokasi kejadian, pengemudi sempat menumpang kendaraan hingga kawasan Tanah Putih sebelum menghubungi keluarganya.

"Dia (kabur) ke rumah, di daerah Ungaran, naik kendaraan. Jadi nunut orang sampai Tanah Putih, terus telepon keluarganya, tapi dia nggak mau cerita," terangnya.

"Setelah sampai rumah ditanya keluarganya kenapa, terus bilang kalau laka, akhirnya sama keluarganya diantar ke kantor polisi," lanjut Untung.

Untung juga membantah kabar yang beredar jika sebelum kecelakaan beruntun, pengemudi Hyundai sempat menabrak kendaraan lain di sekitar SMA Muhammadiyah.

"Nggak ada (tabrak lari). Kalau memang iya dia (korbannya) datang ke kantor saya to. Ini nggak ada konfirmasi sampai saat ini," jelasnya.

"Logikanya kalau dia merasa ditabrak, otomatis dia pasti nyamperin, saat ada petugas juga bilang 'Pak aku ditabrak', tapi sampai saat ini nggak ada," lanjutnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil kehilangan kendali sehingga berpindah jalur dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

"Jadi dia nabrak ke kiri. Karena kendaraannya lepas kendali dia. Nggak ngebut nggak apa. Wong kecelakaan kan pasti syok, tapi intinya ada bentuk pertanggungjawaban," katanya.

"(Pertanggungjawaban) Kalau itu masih tahap penyelidikan. Ini masih kita lakukan pemeriksaan terhadap korban tadi," ucapnya.

Pengemudi itu pun masih dimintai keterangan pihak kepolisian. Pengemudi juga disebut telah bertemu keluarga korban yang ditabraknya.

"Masih dalam penyidikan. Masih kita mintai keterangan," ujarnya.

Diketahui, kecelakaan beruntun tersebut terjadi pada Minggu (28/6) petang di Jalan Tentara Pelajar, depan Richeese Factory, Semarang. Kecelakaan melibatkan satu mobil Hyundai, satu Suzuki Splash, serta tiga sepeda motor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun tujuh orang mengalami luka ringan dan hingga kini sebagian masih menjalani perawatan di RS Pantiwilasa Dr Cipto dan RS Primaya Semarang.

Pengemudi mobil Hyundai hitam sempat kabur usai menghantam kendaraan tersebut. Salah seorang saksi mata, Angga (39), menyebut peristiwa terjadi pukul 18.30 WIB.

Mobil Hyundai hitam sudah melaju dari arah timur ke barat dengan tak terkendali sebelum kecelakaan beruntun terjadi.

"Mobil hitam itu sudah nabrak motor lain di Muhammadiyah, yang ditabrak seorang bapak sama anaknya, anaknya nangis," kata Angga kepada detikJateng di lokasi, Minggu (28/6).

Seorang saksi mata lainnya, Hanifah (27), mengatakan dirinya berada tepat di belakang mobil Splash saat berhenti di lampu merah Cinde. Tak lama kemudian, ia melihat mobil Hyundai melaju kencang dari arah berlawanan.

"Mobil hitam itu posisinya adalah dia mau sepertinya kayak mau putar balik. Orang-orang bilangnya mobil itu sudah mulai menabraki orang dari warung Padang," kata Hanifah kepada detikJateng.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads