Operasi pencarian terhadap SMP (17), remaja asal Karanganyar yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo, diubah statusnya dari pencarian menjadi pemantauan. Perubahan ini menyusul adanya rekaman CCTV diduga korban ternyata meninggalkan lokasi kejadian, bukan hanyut ke sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surakarta, Kamal Riswandi, menjelaskan bahwa pihaknya sempat menerjunkan tiga SRU (Search and Rescue Unit) untuk melakukan pencarian survivor di Sungai Bengawan Solo.
"Kami menerjunkan SRU Selam di tiga titik yang dicurigai dengan kedalaman sekitar 4 meter. Selain itu, ada SRU Bodyrafting dan SRU LCR yang menyisir aliran sungai dari lokasi kejadian (LKP) hingga Jembatan Ringroad sejauh 3 kilometer," terang Kamal dalam keterangannya yang diterima detikJateng, Jumat (3/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pencarian dari pagi hingga sore hari tersebut tidak membuahkan hasil. Temuan baru muncul saat kepolisian melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Berdasarkan penyelidikan kepolisian, didapatkan informasi kuat melalui rekaman CCTV di tiga titik berbeda. Visual tersebut memperlihatkan bahwa survivor terlihat meninggalkan TKP dan arahnya tidak menuju ke sungai," ungkap Kamal.
Berdasarkan temuan terbaru tersebut serta hasil evaluasi bersama para stakeholder, status operasi SAR resmi diubah. Tim tidak lagi melakukan penyisiran di sungai, melainkan beralih ke status pemantauan.
"Atas hasil evaluasi dan masukan berbagai pihak, operasi dinyatakan diubah statusnya menjadi pemantauan hingga ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor lebih lanjut," tutur Kamal.
Kamal menjelaskan, awalnya pada Jumat (3/7) dini hari, SMP sempat dilaporkan hanyut di Sungai Bengawan Solo. Awalnya, saksi mata bernama Danish menyebut SMP meminta diantar ke lokasi tersebut.
"Saat saksi kembali setelah diminta menjemput pacar survivor, Samuel (SMP) sudah tidak terlihat. Di lokasi hanya ditemukan ponsel dan sandal milik remaja tersebut," jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Jaten, AKP Agus Susilo Utomo menegaskan bahwa pihaknya masih mempelajari rekaman tersebut untuk dijadikan analisis. Ia juga tidak berani berspekulasi lebih jauh.
"Sementara baru dipelajari untuk dijadikan analisa (remaja dikabarkan hanyut terekam CCTV meninggalkan lokasi?). Kita belum berani berspekulasi untuk menyimpulkan," tuturnya kepada detikJateng.
Sebelumnya, seorang remaja berinisial M (15) dilaporkan hanyut di aliran Bengawan Solo, Ngringo, Jaten, Karanganyar, pada Jumat (3/7) dini hari. Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh teman M bernama Danish. Kepala kantor pencarian dan pertolongan Surakarta, Kamal Riswandi, mengatakan kejadian itu diketahui Danish karena di lokasi hanya tertinggal sandal dan barang-barang milik korban.
"Peristiwa memilukan ini terungkap setelah seorang warga menemukan barang-barang milik korban tertinggal di tepi sungai," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (3/7).
Kamal menjelaskan bahwa saat itu Danish melintas di bawah Jembatan Jurug pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB. Di lokasi tersebut, ia menemukan satu unit ponsel dan sepasang sandal di tepi aliran Bengawan Solo.
"Temuan mencurigakan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Jaten," ungkapnya.
(apu/alg)
