Polsek Banjarsari terus mendalami kasus penemuan bayi yang terjadi di KA Sancana relasi Jogja-Surabaya. Polsek Banjarsari saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop VI Jogja untuk menelusuri rekaman CCTV guna mencari titik terang pelaku pembuangan bayi tersebut.
Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, menjelaskan saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti digital. Fokus utama penyelidikan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas di area operasional kereta api.
"Nggih, masih kita minta rekaman-rekaman CCTV dari Daop. Karena laporannya itu kan ternyata di Jogja, dari Daop-nya itu," katanya dihubungi awak media, Minggu (5/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harno menjelaskan berdasarkan koordinasi awal, tempat kejadian perkara (TKP) awal diduga berada di wilayah Jogja. Hal ini diperkuat dengan laporan resmi yang masuk melalui pihak Daop VI di wilayah tersebut.
"Karena laporannya kan karena mungkin dari sana awal TKP-nya ya, jadi dari Daop-nya laporan ke sana, dari PJKA-nya," jelasnya.
Ditanya mengenai apakah sudah ada sosok yang dicurigai, seperti penumpang kereta api, Harno menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mengantongi identitas
terduga pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman secara hati-hati.
"Belum, belum, belum (dugaan pelaku pembuangan penumpang?) Masih kita dalami dulu," tegasnya.
Terkait pemeriksaan saksi-saksi, Harno menjelaskan, proses pemeriksaan formal belum dilakukan di Polsek Banjarsari. Hal ini dikarenakan lokasi laporan kejadian yang berada di Jogja, sehingga wewenang pemeriksaan saksi berada di bawah kepolisian setempat.
"Karena laporannya bukan di tempat kita, kan kita nggak berani meriksa. Ya harus di Jogja sana panggilnya (saksi)," pungkas Harno.
Sebelumnya, dilansir detikJogja, sesosok bayi dalam kondisi hidup ditemukan di dalam toilet Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya pada pagi tadi. Bayi tersebut lantas dievakuasi saat kereta tiba di Stasiun Balapan Solo.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan bayi ditemukan oleh petugas kereta sekitar pukul 07.20 WIB saat KA Sancaka dalam perjalanan menuju Surabaya.
"Petugas di atas KA menemukan seorang bayi di toilet kereta eksekutif 3. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Pengendalian Pelayanan yang langsung berkoordinasi dengan Stasiun Solo Balapan," kata Feni dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).
Feni menjelaskan, sekitar pukul 07.30 WIB, bayi tersebut diserahkan ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan untuk menjalani pemeriksaan. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.33 WIB, KA Sancaka 84B kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
"Selanjutnya, di Pos Kesehatan Solo Balapan, petugas KAI melakukan observasi oleh Dokter dan Bidan Klinik Mediska KAI Solo. Kondisi umum bayi dinyatakan dalam keadaan baik. Tim KAI kemudian memenuhi kebutuhan dasar bayi agar kondisinya tetap baik dan terjaga," terangnya.
(apl/apl)
