Boyolali Terapkan 5 Hari Sekolah untuk SD-SMP, Jam Belajar Ditambah 80 Menit

Boyolali Terapkan 5 Hari Sekolah untuk SD-SMP, Jam Belajar Ditambah 80 Menit

Jarmaji - detikJateng
Senin, 06 Jul 2026 13:52 WIB
Ilustrasi siswa pulang sekolah. Kapan mulai libur sekolah 2026?
Ilustrasi siswa sekolah. Foto: Gemini AI
Boyolali -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengeluarkan kebijakan baru di bidang pendidikan. Mulai tahun ajaran baru 2026/2027 ini, akan dilakukan uji coba penerapan 5 hari sekolah untuk SD dan SMP. Jam belajar per harinya akan ditambah sekitar 80 menit.

"Betul, kita mohon doa restu dari seluruh masyarakat. Khususnya juga teman-teman pendidik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin, ditemui usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Boyolali, Senin (6/7/2026).

Dikemukakan Syawalludin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali telah melakukan jajak pendapat atau polling kepada para guru dan orang tua wali murid. Salah satu poin dari survei itu terkait rencana 5 hari masuk sekolah siswa SD dan SMP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil polling tersebut, dan pertimbangan efisiensi serta pertimbangan kekuatan pendidik dan siswa didik, diputuskan untuk dilakukan uji coba 5 hari sekolah. Kebijakan tersebut akan diuji coba selama satu semester mulai tahun ajaran baru 2026/2027 ini.

ADVERTISEMENT

"Ini akan kita coba satu semester ini untuk 5 hari masuk sekolah. Khususnya untuk SD dan SMP. Langsung kita mulai di awal ajaran baru ini," ujar Syawalludin.

Syawalludin mengatakan, setelah berjalan satu semester, kebijakan tersebut akan dievaluasi. Apakah pertimbangan-pertimbangan positif dari rencana tersebut terbukti benar atau justru akan membawa konsekuensi lain.

"Tetapi sekali lagi nanti setelah satu semester akan kita evaluasi. Apakah ini betul-betul, pertimbangan-pertimbangan positifnya yang kemarin ikut memformula kita memutuskan uji coba ini, apakah betul? Apakah nanti kemudian, nyuwun sewu, ternyata 5 hari kerja itu membawa konsekuensi yang lain ya kita coba nanti evaluasinya setelah satu semester," imbuh dia.

Dengan 5 hari masuk sekolah tersebut, dijelaskan Syawalludin, nantinya akan ada penambahan jam pelajaran bagi siswa, baik di SD maupun SMP. Penambahan jam belajar tersebut selama sekitar 80 menit, sehingga juga berpengaruh pada jam pulang siswa akan mundur.

"Kalau tidak salah itu ada penambahan sekitar 80 menit per hari. Artinya kalau SD masih masih dalam koridor, pulangnya kalau enggak salah itu jam 1-an (13.00 WIB) lebih dikit lah. Begitu juga juga dengan SMP. Artinya penambahannya sekitar 80 menit setiap hari selama 5 hari kerja itu," tandas Syawalludin.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads