RS Ungkap Bocah Pekalongan Tewas Jadi Korban ke-46 Gigitan Ular Tahun Ini

RS Ungkap Bocah Pekalongan Tewas Jadi Korban ke-46 Gigitan Ular Tahun Ini

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 06 Jul 2026 14:15 WIB
Ilustrasi ular weling
Ilustrasi ular weling. Foto: Lamn Thai National Park
Pekalongan -

Bocah berumur lima tahun warga Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Pekalongan, tewas usai digigit ular. Bocah ini merupakan pasien ke-46 di kasus gigitan ular dalam penanganan RSUD Kajen di 2026 ini.

Hal tersebut diungkapkan Hanung, Humas RSUD Kajen. Dia menjelaskan, selama Januari hingga awal Juli tahun 2026, RSUD Kajen telah menangani 46 temuan pasien digigit ular.

"Di Tahun 2026 ini, sampai kemarin, data gigitan ular 46 orang," kata Hanung dihubungi detikJateng, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanung merinci dari 46 kasus tersebut satu orang meninggal dunia yaitu pasien terakhir yang datang hari Minggu (5/7) kemarin. Sementara itu 45 lainnya membaik.

"Dari jumlah itu, 9 pasien rawat jalan dan 36 rawat inap serta 1 meninggal," ujar Hanung.

ADVERTISEMENT

"(Saat ini) Sudah tidak ada pasien (gigitan ular)," kata Hanung.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah yang tidur di ruang tengah rumahnya digigit ular weling pada Minggu (5/7) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Warga langsung membawa ke RSUD Kajen.

Pihak rumah sakit telah menangani dengan diberikan suntikan antibisa. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sekretaris Desa Mesoyi, Andri Kurniawan, menjelaskan, rumah korban berada di kawasan permukiman yang berbatasan dengan area kebun warga. Hingga kini, kejadian tersebut disebut sebagai kasus pertama di Desa Mesoyi yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat gigitan ular.

"Rumahnya berada di perkampungan, tetapi dekat dengan kebun warga. Setahu kami, ini pertama kali terjadi kejadian seperti ini di Talun," kata Andri.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads