Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pekan ini akan memugar jembatan di atas Sungai Dengkeng, kota Kecamatan Cawas, Klaten. Jembatan di jalur Klaten-Gunungkidul-Sukoharjo itu akan ditutup mulai pekan ini. Ini alternatifnya.
"Akan ada penutupan berkaitan dengan pembangunan jembatan Dengkeng. Surat dari pemborong sedang proses, tapi secara lisan untuk update penutupan jembatan nanti tanggal 10 Juli atau hari Jumat," jelas Kanit Keamanan dan Keselamatan Sat Lantas Polres Klaten Iptu Yamto kepada detikJateng, Senin (6/7/2026) siang.
Dijelaskan Yamto, sosialisasi ke masyarakat sudah dilakukan sehingga kemungkinan besok rambu sudah dipasang di tiap penggal jalan. Pengguna jalan bisa memanfaatkan jalur alternatif karena tidak ada jembatan darurat di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pembangunan jembatan sendiri, dari pemborong, informasi sementara itu tidak ada pembangunan jembatan darurat. Kita sudah konfirmasi terakhir tadi tidak ada pembangunan jembatan darurat, " kata Yamto.
Dengan demikian, lanjut Yamto, akan dilakukan pengalihan arus untuk semua kendaraan. Untuk rekayasa lalu lintas dari arah Solo atau exit tol Ceper bisa melewati Kecamatan Karangdowo.
"Dari arah Solo ke Gunungkidul bisa melewati Kota Kecamatan Pedan (ke kiri)- Karangdowo - Posis- Kecamatan Cawas - Gunungkidul. Demikian juga sebaliknya dari Gunungkidul," terang Yamto.
Untuk mobil pribadi dan motor arah Gunungkidul dan Sukoharjo, bisa melewati Desa Gombang ke timur tembus Posis. Diperkirakan akhir tahun pembangunan sudah selesai.
"Diperkirakan akhir tahun bulan Desember sudah selesai sehingga bisa dilalui untuk liburan Nataru," imbuhnya.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro saat diminta konfirmasi detikJateng membenarkan proyek tersebut segera dimulai.
"Sudah kontrak (pekerjaannya). Hari Sabtu kemarin 4 Juli sudah tahapan sondir dan tahapan boring (di lokasi)," ungkap Henggar.
Kepala Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Mujiono menyatakan pekan ini pembangunan jembatan dimulai. Sosialisasi sudah dilakukan.
"Sosialisasi sudah. Ya nanti harapannya ada rambu karena di sini itu untuk lewat ribuan orang, jalur ekonomi dan wisata" katanya kepada detikJateng di kantornya.
"Alternatif jalur bagi warga Cawas bisa lewat bendung Talang-Klaten. Yang mau ke Jogja tidak masalah, lewat jalan Bayat-Wedi," imbuhnya.
Pantauan detikJateng, belum ada kegiatan di lokasi. Masyarakat masih bisa melewati jembatan itu.
Sebelumnya diberitakan, jembatan Cawas di jalan raya Cawas-Gunungkidul-Sukoharjo di Kecamatan Cawas, Klaten, ternyata melengkung. Tiang jembatan di sungai terbesar di Klaten itu juga retak dan mulai ambles.
Tiang penyangga jembatan di paling selatan terlihat retak. Turunnya badan jembatan juga terlihat saat melintas di jalan raya miliki provinsi Jawa Tengah tersebut.
Dari papan prasasti di bagian utara jembatan, tertulis jembatan tersebut diresmikan tahun 1970. Terpantau banyak kendaraan melintas seperti mobil, truk, bahkan bus besar.
"Melengkung pun dangu, nggih pun luweh setahun (melengkung sudah lama, ya setahun lebih). Ke selatan arah Gunungkidul," kata warga setempat, Paijo (50) kepada detikJateng saat ditemui di lokasi, Kamis (9/1/2025).
Dijelaskan Paijo, jembatan tersebut sudah lama dibangun. Jembatan tersebut setiap hari ramai kendaraan karena termasuk jalan milik provinsi.
"Jalan provinsi sebabnya. Ya kalau hujan deras sekarang air hampir meluap ke jalan karena rata dengan talut jembatan," kata Paijo.
(dil/alg)
