Seorang camat di Boyolali diadukan mantan karyawannya. Si camat disebut mengirim video porno yang dia buat ke eks pegawai.
Pelapor, inisial A, melaporkan si camat ke Bupati Boyolali. Ia mengungkap sebelumnya bekerja di salah satu toko roti.
"Salah satu investornya itu bapake ini (terlapor)," kata A kepada para wartawan, Senin (6/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
A menuturkan, video mesum itu dikirimkan eks bosnya itu setelah dia memutuskan keluar dari pekerjaannya. Di suatu siang tanggal 30 Maret 2026, dia tiba-tiba menerima kiriman video berdurasi 9 detik sebanyak 2 kali.
"Itu tiba-tiba beliau ngirimin video, 2 kali, siang-siang jam 11-an mau jam 12.00 WIB. Saya buka videonya itu to, ternyata video beliaunya sendiri, video porno," bebernya.
Langsung Blokir Nomor Camat
A melanjutkan, dua video tersebut dikirimkan di jam yang sama, yakni pukul 11.58 WIB. Isi dua video itu sama.
Ia mengaku kaget setelah menerima rekaman tersebut. A kemudian menunggu si camat menghubunginya karena bisa saja dia salah kirim. Namun, hingga malam tidak ada chat.
"Saya merasa direndahin. Saya nunggu dia chat lagi kan. Kalau salah kirim, konfirmasi atau gimana. Lha itu enggak chat lagi sampai malam. Lha malamnya saya blokir nomornya," terangnya.
"Saya merasa dilecehkan banget. Dari umur kan juga beda jauh," sambung dia.
A mengaku trauma karena video itu. Sempat bercerita ke keluarganya, A memutuskan melapor ke Bupati Boyolali April lalu.
Mengaku Salah Kirim
A berujar, dia sempat dipanggil oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali. Ia lantas dipertemukan dengan si camat untuk dimediasi.
"Ketemu sama beliau (terlapor) langsung, bilangnya salah kirim. Mau kirim ke istrinya," imbuh dia.
Pengakuan tersebut membuat A tidak mudah percaya. Pasalnya, si camat baru mengaku salah kirim setelah A mengadukannya ke bupati.
Apalagi, sebelumnya A mengaku sempat diancam dan diminta meminta maaf.
"Sebelumnya beliau malah ngancam. Saya suruh minta maaf ke beliau. Katanya saya jelek-jelekin beliau masalah gaji, padahal enggak. Saya enggak pernah jelek-jelekin beliau," katanya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin. Ia menjelaskan BKPSDM sudah memanggil si camat untuk dimintai klarifikasi.
"Kemudian pihak pelapor juga (sudah dipanggil dimintai klarifikasi). Di pihak yang terlapor ini Pak Camat ini menyampaikan salah kirim," ungkap dia.
Dari klarifikasi si camat, Syawalludin menyatakan untuk sementara ini pihaknya meyakini yang bersangkutan memang salah kirim.
"Kami dari BKPSDM melihat dan mempertemukan antar pihak, karena memang di situ juga tidak ada komunikasi yang nyuwun sewu, yang menunjukkan keberlanjutan ada tujuan-tujuan tertentu ya, kami melihat nyuwun sewu, kami melihat memang Pak Camat ini betul-betul salah kirim dan sudah menyampaikan permohonan maaf," kata Syawalludin.
Respons Kabar Si Camat Diduga Sudah Kirim Video Lebih dari Sekali
Syawalludin menanggapi kabar yang menyatakan bahwa si camat sudah mengirim gambar atau video mesum tersebut lebih dari sekali. Ia menegaskan pihaknya terbuka dan menunggu bila ada bukti atau laporan baru dari korban lain.
"Ya, itu yang kita tunggu. Kalau memang ada pihak-pihak lain yang terlapor, ya mungkin kita tingkatkan penyikapannya. Kan kita juga berdasarkan laporan ya. Kalau memang ada korban-korban yang lain, berarti kan kejadiannya lebih dari satu orang. Kalau Lebih dari satu orang, ada pemahaman lain. Konsekuensinya tentu kami meningkatkan pemeriksaan pada yang bersangkutan," tuturnya.
(apu/afn)
