Polisi masih memburu orang yang tega membuang bayi di toilet gerbong Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya. Dari penyelidikan sementara, diperkirakan bayi dilahirkan seminggu sebelum ditemukan.
Bayi laki-laki itu kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Solo dan dalam keadaan sehat. Karena belum tahu identitasnya, maka kini sudah diberi nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
"Ciri-ciri awal berjenis kelamin laki-laki. Informasi terakhir dilahirkan seminggu. Saat ini masih di RS," kata Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani di Mapolresta Solo, Rabu (8/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingga menjelaskan, unit Reskrim PPA dan PPO Polresta Solo masih mendalami keterangan saksi, termasuk melakukan pendalaman sejumlah kamera CCTV.
"Dari rekan-rekan penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, berkoordinasi dengan para pihak. Saat ini masih Lidik, pemeriksaan saksi-saksi, pengecekan CCTV," jelasnya.
Diketahui, Bayi itu ditemukan petugas kereta api di dalam toilet saat kereta melaju dari Jogja menuju ke Solo pada Sabtu (4/7). Bayi itu ditemukan saat kereta tengah melintas wilayah Kabupaten Klaten.
Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan saat KA berhenti di Stasiun Solo Balapan. PT KAI Daop 6 kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Solo.
Lingga mengatakan, meski laporannya di Polresta Solo, namun perkara ini melibatkan Polda DIY dalam proses penyelidikannya.
"Dari penyidik tentunya berkoordinasi, karena lokus awal ada di Jogja. Tentunya kolaborasi antara Polda Jateng khususnya Polresta Solo, dan Polda DIY," jelasnya.
Saat disinggung apakah ada petunjuk dari rekaman CCTV yang sudah didapatkan, pihaknya belum bisa membeberkan hal tersebut. Sebab, kasus tersebut masih dalam pendalaman petugas.
"Masih kita dalami semua rangkaian kegiatan yang dilakukan penyidik untuk membuat titik terang," terangnya.
(alg/ahr)
