Bendung Pleret BKB Jadi Arena 'Surfing' Lagi, Operator Angkat Bicara

Bendung Pleret BKB Jadi Arena 'Surfing' Lagi, Operator Angkat Bicara

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 08 Jul 2026 19:17 WIB
Sejumlah anak bermain seluncuran air di Bendung pleret BKB Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (8/7/2026).
Sejumlah anak bermain seluncuran air di Bendung pleret BKB Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Bendung Pleret Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang belakangan ini kembali ramai dikunjungi warga untuk bermain seluncuran air. Aksi serupa pernah viral pada 2024. Operator Bendung Simongan Wilayah BKB menegaskan aksi tersebut berbahaya.

Pantauan detikJateng di BKB, Rabu (8/7) sekitar pukul 16.30 WIB, beberapa bocah terlihat bermain seluncuran di bendungan tersebut. Mereka memanfaatkan bidang miring bendungan untuk bermain.

Debit air saat itu tampak tidak deras. Para bocah berseluncur dengan cara naik ke permukaan yang lebih tinggi. Mereka tampak riang bermain. Tampak pula beberapa orang dewasa yang memancing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pinggir bendungan terdapat papan larangan beberapa aktivitas di lokasi, seperti mandi hingga memancing.

Sejumlah anak bermain seluncuran air di Bendung pleret BKB Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (8/7/2026).Sejumlah anak bermain seluncuran air di Bendung pleret BKB Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

ADVERTISEMENT

Seorang warga asal Tembalang, Sita (40), yang duduk di pinggir bendungan mengaku sedang mengawasi anaknya yang tengah berseluncuran di BKB.

"Mengantar anak yang ingin ke sini," kata Sita saat ditanya detikJateng, Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, bocah-bocah biasa berseluncur di BKB saat debit air kecil. Dia mengaku anaknya baru kali ini bermain di BKB.

Sita menyadari akan bahaya bermain di bendungan tersebut. Sebab itu dirinya mengawasi anaknya yang tengah berseluncur.

"Sebenarnya bahaya. Kalau nggak diawasi takutnya banjir dari sana kan nggak tahu. Aslinya bahaya sih, tapi namanya anak-anak," ujar dia.

Operator Bendung Angkat Bicara

Ditemui terpisah, Operator Bendung Simongan Wilayah BKB, Bayu Wanapati, menegaskan aktivitas seperti seluncuran di BKB tidak diperbolehkan. Bayu menyebut debit air pada sore ini hanya 3,8 meter per kubik.

"Kalau kita dari BBWS aturannya tidak boleh. Kita melarang, dalam artian seluruh aktivitas di dalam radius atau zona 1, seluruh aktivitas masyarakat seharusnya tidak ada entah itu seluncuran, mancing, mandi," tegas Bayu.

Bayu menerangkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pemangku wilayah soal larangan tersebut. Sebanyak enam papan larangan telah dipasang di sejumlah titik.

"Dari kita sendiri sudah memberikan sosialisasi kepada kemarin dari pihak bhabinkamtibmas, babinsa, wilayah sekitar. Terus yang kedua kita sudah memberikan papan larangan di setiap titik, kita kasih enam titik di sini," sebutnya.

Tak cukup itu, Bayu mengaku, pihaknya sering menegur anak-anak yang bermain di BKB. Namun, bocah-bocah sulit dikontrol lantaran telah menjadi kebiasaan.

"Pihak keamanan kita sering memberi teguran kepada anak-anak supaya tidak boleh masuk. Tapi karena bisa dikatakan habit itu agak sedikit susah untuk mengontrolnya," terangnya.

Bayu kembali menegaskan, BBWS Pemali Juana melarang keras aktivitas di BKB. Dia menyebut, bendungan tersebut bukanlah tempat wisata.

"Ini bukan tempat untuk wisata. Kita juga mempertimbangkan keselamatan dari orang-orang yang nekat masuk itu," tuturnya.

"Kita juga harus menjaga aset ini supaya, jika tiba-tiba alat kita rusak pada waktu mau dipakai, efeknya kan ke semua," lanjutnya.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads