Pemilik konter ponsel Royal Phone di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Candra Waskito (25) ditemukan tewas di dalam bagasi mobil Honda Jazz miliknya sendiri di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan. Begini Kronologinya.
Kamis, 6 Agustus 2026
Pukul 02.30 WIB
Dua karyawan konter itu mendatangi konter tersebut yang beralamat di RT 5 RW 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Kamis (6/8) dini hari. Namun tidak ada tanggapan saat pintu diketuk.
"Peristiwa bermula ketika dua karyawan konter, M Danu (21) dan M Fahmi (19), pulang dari Salatiga sekitar pukul 02.30 WIB dan bermaksud kembali ke konter," kata Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu mereka sempat mengetuk pintu, namun tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang ke rumah masing-masing," imbuhnya.
Pukul 06.30 WIB
Sementara itu, di Grobogan, Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto mengatakan seorang warga di wilayah Dusun Tembelingan, Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, melihat satu unit Honda Jazz abu-abu terparkir di depan gudang kosong area permukiman.
"Depan TKP itu ada rumah yang laki-laki itu tahu kalau jam 06.30 WIB itu cuma ada mobil parkir," kata Anang saat dihubungi detikJateng, Jumat (7/8).
"Gudang itu kan kosong. Gudang itu juga punyanya orang Kedungjati, pemiliknya beli dari orang Trisari. Nggak ada aktivitas, nggak ada keluar masuk," imbuhnya.
Anang menjelaskan saksi sempat melihat dua orang bermasker sedang membakar sesuatu di tempat sampah yang tidak jauh dari mobil.
"Dua orang asing itu pakai masker semua, bakar-bakar di tempat sampah," ujar Anang.
"(Tempat sampah) Di halaman seberang TKP, jaraknya paling ya sekitar 15 meter dari mobil," tutur Anang.
Anang menduga dua orang tidak dikenal itu membakar kaus dan ponsel. Mereka berdua lalu meninggalkan TKP dengan berjalan kaki.
"Kemungkinan (yang dibakar) kaus atau baju, sama HP. Untuk yang bekasan HP kayak kaca itu kan masih ada. Setelah bakar itu mereka pergi jalan kaki ke arah selatan dari TKP," jelas Anang.
Pukul 14.00 WIB
Kapolsek Ambarawa AKP Ririh menyebut karyawan bernama M Danu kembali ke konter untuk bekerja. Namun saat tiba, pintu konter masih tertutup sehingga dia merasa curiga.
"Ia mengintip ke dalam melalui celah pintu dan melihat kondisi ruangan sudah berantakan. Saksi kemudian mendobrak pintu belakang untuk memastikan situasi di dalam sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ambarawa," ujar Ririh.
Menerima laporan tersebut, polisi datang untuk melakukan olah TKP serta mengamankan area kejadian dengan pemasangan garis polisi. Sejumlah barang seperti ponsel dan mobil korban juga diketahui hilang.
Pukul 17.00 WIB
Sementara itu di Gubug, warga merasa curiga karena hingga sore hari mobil Jazz itu tidak berpindah tempat dan tidak ada aktivitas di gudang. Warga lalu melapor ke polisi.
"Jam 17.00 WIB itu dari warga ngabarin ke polsek, telepon saya juga kalau ada mobil tapi dari pagi kok nggak ada pemiliknya itu," kata Kapolsek Gubug AKP Anang.
Anang kemudian menugaskan anggotanya untuk memeriksa TKP. Polisi kemudian mengintip dalam mobil itu dan melihat seseorang.
"Saya telepon anggota piket untuk cek ke sana. Nah, setelah diintip dari kaca itu dari KSPK itu kok ada diduga ada orang kayak tidur gitu," ujar Anang.
Anang menjelaskan, posisi mayat tersebut berada di bagasi mobil. Petugas juga tidak kesulitan untuk membuka mobil karena tidak terkunci.
"(Mayat ditemukan di) Bagian belakang mobil, bagasi. (Mobil) tidak terkunci," ucap Anang.
"Awalnya pertama perkiraan kan diikat, karena diintip dari kaca dari luar itu kan kayak terikat kakinya ternyata di situ ada kayak kertas. Jadi tidak terikat (saat ditemukan)," imbuhnya.
Saat ditemukan, kepala jenazah diketahui terbungkus plastik hitam. Anang menyebut di kepala korban juga terdapat luka.
"Kepalanya tertutup plastik, plastik kresek hitam. Ada luka di kepala tetapi kami tidak bisa memastikan lukanya karena benda tumpul atau apa," terang Anang.
Selain menemukan mayat korban, polisi juga menemukan puluhan ponsel. Anang menyebut kondisi sejumlah ponsel itu berantakan di dalam mobil.
"Enggak ada yang dus enggak ada, semua acak-acakan," ungkap Anang.
Anang juga menyampaikan ada aksesoris ponsel dan sejumlah barang lain yang turut ditemukan di dalam mobil tersebut.
"Banyak casingnya (ponsel) juga. Barang-barang seperti baju, tas-tas kecil juga ditemukan di dalam mobil," beber Anang.
Anang tak menampik saat ditanya apakah ponsel yang ditemukan di mobil sama dengan ponsel yang hilang di konter.
"Di sana pencurian, Kerugiannya sama identik juga. Terus korbannya kok meninggal berarti kan diduga pencurian dengan kekerasan itu," ucap Anang.
Pukul 21.20 WIB
Anang menjelaskan proses olah TKP di Gubug masih berlangsung. Namun, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi.
"Sedang olah TKP. Saat ini mayat sudah dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi," ungkap Anang.
Dugaan bahwa korban merupakan pemilik konter ponsel di Ambarawa pun mencuat. Anggota Polres Semarang juga ke Gubug Grobogan untuk memastikan hal tersebut.
"Diduga kan ada juga kaitan di TKP Kabupaten Semarang," ujar Anang.
"Nggih (benar) Mas (anggota Polres merapat ke TKP tersebut)," kata Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menuturkan bahwa pihaknya masih menyelidiki dugaan tersebut.
"Kami masih laksanakan penyelidikan terkait dugaan tersebut. Kalau sudah terang nanti kami release," ujar Bodia.
Jumat, 7 Agustus 2026
Dugaan sosok korban tewas di dalam bagasi mobil di Gubug, Grobogan, adalah pemilik konter ponsel di Ambarawa ternyata benar.
"Iya (jenazah di Gubug adalah bos konter HP Ambarawa)," kata Kapolres Semarang AKBP Heru saat dimintai konfirmasi awak media, Jumat (7/8).
Mobil Honda Jazz tanpa pelat nomor di Gubug yang menjadi tempat ditemukannya jenazah bos konter HP Ambarawa itu juga terkonfirmasi merupakan kendaraan milik korban.
"Pemilik konter Candra Waskito ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi AD-1398-YJ miliknya di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Kamis sore 6 Agustus 2026," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).
Bodia menuturkan pihaknya masih mendalami fakta-fakta dan keterkaitan antara peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan di konter ponsel Ambarawa, dengan penemuan korban di Kabupaten Grobogan.
"Saat ini seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian," ujar Bodia.
Sat Reskrim Polres Semarang kini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengupulkan barang bukti lokasi, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
"Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, korban sudah kami bawa ke RS. Bhayangkara Semarang," pungkas Bodia.
