Mbah Mitro di Purbalingga Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa 8 Meter Saat Sadap NIra

Mbah Mitro di Purbalingga Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa 8 Meter Saat Sadap NIra

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 08 Agu 2026 18:42 WIB
Lokasi jatuhnya penderes nira dari pohon kelapa setinggi 8 meter di Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (8/8/2026).
Lokasi jatuhnya penderes nira dari pohon kelapa setinggi 8 meter di Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (8/8/2026). Foto: dok. Polres Purbalingga
Purbalingga -

Nasib nahas dialami Mitro Kasmin (67), warga Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penderes nira itu tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa setinggi 8 meter saat mengambil nira.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kebun kelapa di Dusun Pucung Bedug, Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, sekitar pukul 07.15 WIB pagi tadi.

Kapolsek Kejobong, AKP Amirudin, mengatakan saat kejadian korban tengah memanjat pohon kelapa milik Anshor untuk menyadap nira. Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan yang sehari-hari dilakukan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban sehari-hari bekerja sebagai penderes nira. Saat kejadian, korban sedang memanjat pohon kelapa di kebun milik Anshor untuk mengambil nira," kata Amirudin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, korban kemudian ditemukan dalam kondisi tertelungkup di bawah pohon kelapa. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Kimin (38), warga yang melintas di sekitar kebun.

"Saksi melihat korban sudah tertelungkup di bawah pohon kelapa. Ia kemudian memanggil warga lain dan memberi tahu pihak keluarga serta melaporkan kejadian kepada pemerintah desa dan kepolisian," jelasnya.

Petugas Polsek Kejobong bersama tim medis Puskesmas Kejobong kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Korban meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa. Hasil pemeriksaan bersama tim medis, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan," ujar Amirudin.

Polisi menduga korban terjatuh setelah pelepah pohon kelapa yang menjadi tempat berpegangan patah. Pelepah tersebut diduga sudah dalam kondisi lapuk.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, diduga korban terjatuh dari pohon kelapa saat berpegangan pada pelepah yang sudah lapuk. Pelepah kelapa yang dipegang korban patah hingga ia terjatuh dari ketinggian sekitar 8 meter," kata Amirudin.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga, kata Amirudin, tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi," pungkasnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads