Apakah Perak Bisa untuk Investasi? Pahami Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Apakah Perak Bisa untuk Investasi? Pahami Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 12:41 WIB
Harga Perak Hari Ini Berapa? Ini Detail dan Manfaat Investasinya
Perak batangan. (Foto: Scottsdale Mint/Unsplash)
Solo -

Investasi logam mulia sering kali hanya identik dengan emas batangan di masyarakat. Padahal, perak memiliki potensi ekonomi yang sangat besar sebagai pilihan investasi. Namun, banyak orang masih ragu apakah perak benar-benar bisa dijadikan instrumen investasi?

Ternyata, perak sangat layak menjadi pilihan aset berharga. Logam ini bahkan memiliki sejarah panjang sebagai instrumen penjaga nilai yang andal.

Apakah kamu tertarik untuk menjadikan perak sebagai salah satu instrumen investasi, detikers? Yuk, cari tahu kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Perak telah lama diakui sebagai aset penyimpan nilai dan diperdagangkan masif di pasar global.
  • Keunggulannya berada pada harga terjangkau, potensi kenaikan cepat, serta permintaan industri yang kuat.
  • Kekurangannya mencakup kebutuhan ruang penyimpanan besar, biaya perawatan, dan fluktuasi harga tinggi.

ADVERTISEMENT

Apakah Perak Bisa untuk Investasi?

Status perak sebagai instrumen investasi sudah diakui selama ribuan tahun lamanya. Menurut laporan lembaga OCIM dalam artikel berjudul Silver, a Class of It's Own, perak telah dianggap sebagai penyimpan nilai selama lebih dari 4.000 tahun. Meskipun peran sebagai alat pembayaran sah telah berakhir, nilainya tetap diakui pasar global. Hal ini menjadikannya aset investasi yang sangat kuat dalam ekonomi modern.

Besarnya volume perdagangan harian membuktikan tingginya minat investasi pada logam ini. Berdasarkan data OCIM, rata-rata transaksi perak harian mencapai angka 29 miliar dolar. Ukuran pasar yang masif ini menegaskan bahwa perak adalah aset investasi nyata. Meskipun harganya di bawah emas, perak tetap memiliki likuiditas yang cukup tinggi. Masyarakat bisa memilikinya dalam bentuk batangan murni, koin, hingga produk bursa.

Potensi keuntungan perak terbukti sangat besar melalui data kenaikan harga tahunan. Menurut Rifaatul Indana dkk dalam buku yang berjudul Investasi dalam Islam, persentase kenaikan harga perak terkadang jauh lebih cepat dibandingkan dengan emas. Contohnya pada tahun 2020, harga perak tercatat pernah melonjak hingga angka 210%. Kenaikan drastis ini menunjukkan bahwa perak mampu memberikan profit yang sangat tinggi.

Investasi ini juga didukung oleh permintaan industri yang terus meningkat setiap tahun. Josef Novotný dan Jiří Polách dalam artikel Real Silver and Its Investment and Business Option menyebut perak adalah komoditas yang masih dinilai terlalu rendah atau undervalued. Selain itu, perak fisik direkomendasikan untuk target investasi dalam jangka panjang. Karakteristik ini membuat perak sangat bisa diandalkan untuk membangun dana masa depan.

Apa Kelebihan Investasi Perak?

Setelah memahami bahwa perak merupakan instrumen yang layak, kini saatnya membedah daya tariknya. Logam ini menyimpan berbagai keunggulan yang sering kali tidak dimiliki oleh emas batangan.

1. Modal Awal yang Jauh Lebih Murah

Keunggulan utama perak adalah harganya yang sangat terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Menurut Rifaatul Indana dkk dalam buku yang berjudul Investasi dalam Islam, perak dikategorikan sebagai jenis instrumen investasi yang murah bagi modal kecil.

Harga perak yang rendah membuat masyarakat lebih mudah untuk mulai mengoleksi logam. Hal ini memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk membangun aset kekayaan mereka.

2. Persentase Kenaikan Harga yang Sangat Cepat

Meskipun harganya murah, persentase kenaikan harga perak sering kali mengungguli logam emas. Rifaatul Indana dkk menjelaskan bahwa kenaikan harga perak bisa mencapai 200%.

Dalam jangka panjang, potensi keuntungan perak diprediksi mampu menyentuh angka 500%. Persentase pertumbuhan yang sangat tinggi ini menjadi daya tarik utama bagi para investor. Investasi ini sangat cocok bagi mereka yang mencari pertumbuhan nilai aset signifikan.

3. Permintaan Industri yang Sangat Tinggi dan Luas

Nilai perak didorong oleh kegunaannya yang masif dalam berbagai sektor industri dunia. Menurut OCIM dalam laporan ilmiah yang berjudul Silver, a Class of It's Own. Perak sangat dibutuhkan untuk panel surya, kendaraan listrik, hingga teknologi jaringan 5G.

Penggunaan perak dalam industri hijau ini memastikan adanya permintaan yang terus meningkat. Kebutuhan industri yang luas memberikan pondasi kuat bagi stabilitas nilai perak tersebut.

4. Aset yang Masih Dinilai Terlalu Rendah

Perak saat ini dipandang sebagai komoditas yang harganya masih berada di bawah nilainya. Josef Novotný dan Jiří Polách menyebut perak merupakan aset undervalued yang sangat tahan terhadap inflasi. Rasio harga emas terhadap perak menunjukkan bahwa perak memiliki ruang pertumbuhan besar. Kondisi ini membuat perak menjadi pilihan cerdas untuk persiapan dana masa tua.

5. Pilihan Instrumen yang Sangat Beragam

Investor memiliki fleksibilitas tinggi dalam memilih cara untuk memiliki logam mulia ini. Laporan dari OCIM menyebutkan perak bisa dimiliki dalam bentuk batangan atau koin. Selain fisik, produk bursa seperti Exchange Traded Funds juga menjadi pilihan populer.

Kemudahan akses melalui berbagai bursa dunia menjadikan perak sebagai aset yang likuid. Keragaman instrumen ini memungkinkan setiap orang menyesuaikan investasi dengan strategi masing-masing.

Apa Kekurangan Investasi Perak?

Meskipun menawarkan keuntungan besar, logam perak juga memiliki sisi risiko yang patut diwaspadai. Setiap instrumen investasi pasti memiliki sisi gelap yang perlu diantisipasi sejak awal.

1. Membutuhkan Ruang Penyimpanan yang Besar

Kekurangan pertama materi perak adalah dimensinya yang membutuhkan tempat penyimpanan yang luas. Rifaatul Indana dkk dalam buku Investasi dalam Islam menjelaskan masalah keterbatasan ruang.

Karena harganya murah, tumpukan fisik perak akan memakan banyak tempat di dalam rumah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan menyimpan logam emas batangan. Investor harus menyiapkan fasilitas penyimpanan yang memadai demi menjaga keamanan seluruh aset.

2. Biaya Perawatan dan Risiko Keamanan Fisik

Penyimpanan perak fisik memunculkan biaya operasional tambahan yang dapat menggerus total profit. Josef Novotný dalam artikel Real Silver menyebutkan penanganan aset sebagai hambatan utama.

Biaya sewa kotak penyimpanan di bank dapat meningkatkan pengeluaran rutin secara signifikan. Selain itu, ada risiko terkena aksi pencurian, kebakaran, hingga potensi bencana alam. Kelemahan ini menuntut kewaspadaan tinggi dari pemilik untuk melindungi nilai kekayaan mereka.

3. Tingkat Likuiditas yang Lebih Rendah

Perak tidak selalu mudah untuk dicairkan kembali menjadi uang tunai secara cepat. Rifaatul Indana dkk mengungkapkan bahwa proses penjualan perak membutuhkan waktu penawaran lama. Hal ini terjadi karena jumlah peminat investasi perak masih jarang ditemukan masyarakat.

Akibatnya, investor mungkin mengalami kesulitan saat membutuhkan dana darurat dalam waktu singkat. Kondisi pasar yang terbatas ini menjadi hambatan bagi perputaran modal para investor.

4. Kualitas Fisik yang Mudah Mengalami Penurunan

Sifat kimia perak membuatnya lebih rapuh dan rawan kusam jika tidak dirawat. Dikutip dari buku Investasi dalam Islam, kualitas perak harus dijaga agar harganya tetap stabil. Perak yang dibiarkan tanpa perawatan rutin akan mengalami penurunan kualitas warna fisik.

Warna yang memudar dapat membuat harga jual perak turun di pasar kolektor. Hal ini berbeda jauh dengan emas yang nilai intrinsiknya sangat sulit untuk berkurang.

5. Fluktuasi Harga yang Sangat Liar

Menurut OCIM, pasar perak dikenal memiliki volatilitas tinggi yang sering kali disebut sebagai 'The Devil's Metal'. Harga perak sangat rentan terhadap spekulasi pasar dan perubahan aturan perdagangan global. Skala pasar yang kecil membuat ayunan harga perak menjadi sangat tidak terduga. Kondisi ini menuntut kesabaran ekstra dari investor dalam menghadapi ketidakpastian harga harian.

Memahami karakter perak akan membantu menentukan strategi investasi yang paling aman dan relevan untuk kebutuhan keuangan kamu. Jadi, apakah kamu akan berinvestasi perak, detikers?

FAQ

1. 1 gram perak harganya berapa?

Menurut data terbaru dari laman Logam Mulia (LM) pada 23 Januari 2026, harga perak berada di angka Rp 60.600 per gram, naik Rp 3.050 dari harga sebelumnya yang tercatat Rp 57.550 per gram. Angka ini bersifat fluktuatif tergantung pergerakan pasar global, ketersediaan industri, dan kebijakan perdagangan.

2. Apakah perak termasuk investasi?

Ya, perak termasuk instrumen investasi yang sah dan diakui dalam pasar komoditas global. Perak digunakan sebagai penyimpan nilai selama ribuan tahun dan memiliki likuiditas yang cukup baik. Permintaan dari sektor industri ikut memperkuat peran perak sebagai aset investasi jangka panjang.

3. Akankah harga perak naik pada tahun 2026?

Potensi kenaikan selalu ada karena konsumsi perak di industri energi terbarukan, elektronik, dan teknologi diperkirakan meningkat. Jika tren kebutuhan industri tetap kuat dan pasokan global tidak bertambah signifikan, harga perak berpeluang bergerak naik. Namun, volatilitas pasar perak cukup tinggi sehingga pergerakan harga tetap perlu dipantau secara berkala.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads