Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima 63 laporan hambatan usaha melalui kanal pengaduan debottlenecking. Dia mengungkapkan ada laporan kasus yang cukup besar di sektor energi. Kasus itu ditargetkan bisa disidangkan pada minggu depan.
Dilansir detikFinance, laporan hambatan usaha melalui kanal pengaduan di https://lapor.satgasp2sp.go.id/ itu diterima sejak layanan dibuka 16 Desember 2025 hingga 26 Januari 2026 per pukul 11.00 WIB.
"Pelapor yang lain saya imbau jangan takut untuk ngadu masalah-masalah apa saja yang mereka hadapi ketika mereka melakukan bisnis di Indonesia. Kita sedang memperbaiki iklim Indonesia secara serius," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total laporan yang masuk, 4 kasus sudah selesai di mana 3 kasus dalam monitoring. Sedangkan 7 aduan tidak diproses alias dikembalikan untuk diperbaiki.
"Ada yang energi cukup besar, nanti kita lihat. Saya minta tadi minggu depan untuk disidangkan supaya kelihatan betul kita bisa mendorong proyek besar yang sudah mangkrak bertahun-tahun karena kendala yang kecil menurut saya sih," ungkap Purbaya.
Saat ditanya apakah aduan tersebut terkait bahan bakar minyak (BBM), Purbaya menepis.
"Itu nanti akan lebih seru lagi karena mungkin pemainnya besar-besar. (Energi di bidang BBM?) Bukan, nanti kita lihat ya," ujar dia.
(dil/alg)
