Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Rembang Tembus Rp 80 Ribu/Kg

Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Rembang Tembus Rp 80 Ribu/Kg

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 14:40 WIB
Suasana Pasar Tradisional Rembang, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).
Suasana Pasar Tradisional Rembang, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Komoditas cabai hingga daging ayam tercatat mengalami penyesuaian harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Pedagang sembako di Pasar Rembang, Siti Mahmudah, mengatakan kenaikan harga mulai terasa beberapa hari terakhir. Salah satu yang paling mencolok terjadi pada cabai rawit setan.

"Kalau mau puasa ini mulai terjadi kenaikan. Cabai rawit setan sekarang Rp 80 ribu per kilo, sebelumnya Rp 76 ribu. Cabai keriting merah juga naik jadi Rp 32 ribu per kilo dari biasanya Rp 28 ribu. Sayuran masih stabil," kata Siti kepada detikJateng, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Saat ini telur dijual Rp 31 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. Sementara cabai rawit biasa justru mengalami penurunan dari Rp 46 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

Menurut Siti, tren kenaikan harga sembako menjelang Ramadan merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

"Biasanya kenaikan sampai pertengahan puasa. Tapi nanti mendekati Lebaran malah turun. Penyebabnya ya faktor permintaan yang bertambah dan stok berkurang," jelasnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Pedagang ayam potong, Dita Ratna Ningsih, menyebut harga ayam potong kini dijual Rp 40 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 37-38 ribu.

"Kenaikan mulai terasa sekitar empat hari lalu. Kalau ayam kampung masih stabil di Rp 90 ribu per kilo, ayam ras merah juga masih Rp 60 ribu per ekor," ujar Dita.

Ia memperkirakan harga daging ayam masih berpotensi naik hingga dua pekan pertama Ramadan. Tingginya permintaan dipicu tradisi ruwahan yang diisi dengan berbagai kegiatan hajatan warga.

"Kalau hari biasa jual sekitar 150 kilo ayam potong per hari. Kalau momen seperti ini bisa sampai 2 kuintal lebih," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi, menjelaskan secara data, pada Januari 2026 Kabupaten Rembang mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,83.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran," kata Jubaedi.

Ia merinci, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,53 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 11,48 persen. Sementara kelompok transportasi mengalami inflasi 1,30 persen dan penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,90 persen.

Meski secara tahunan mengalami inflasi, BPS mencatat secara bulanan (month to month/m-to-m) Kabupaten Rembang justru mengalami deflasi sebesar 0,29 persen pada Januari 2026. Deflasi serupa juga tercatat secara year to date (y-to-d) sebesar 0,29 persen.

"Deflasi m-to-m ini menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas tertentu, meskipun secara umum tekanan inflasi tahunan masih terjadi," jelasnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads