Berkah Ramadan, Pengusaha Parsel di Purwokerto Kebanjiran Order

Berkah Ramadan, Pengusaha Parsel di Purwokerto Kebanjiran Order

Anang Firmansyah - detikJateng
Jumat, 27 Feb 2026 14:59 WIB
Karyawan menyusun pesanan parsel yang membludak untuk lebaran di gudang kerajinan parsel Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Jumat (27/2/2026).
Bisnis parsel di Purwokerto, Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Awal Bulan Ramadan tahun ini, usaha parsel milik Emi Fatalia di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mengalami lonjakan pesanan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu. Ia bahkan sampai menyewa dua ruko untuk produksi dan gudang karena saking banyaknya pesanan.

Emi mengungkapkan secara persentase kenaikan penjualan tahun ini mencapai lebih dari 100 persen. Peningkatan itu sudah terlihat sejak awal Ramadan.

"Kalau dibanding tahun kemarin, kenaikannya sekitar 100 persen," kata Emi saat ditemui di rukonya Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pada tujuh hari pertama Ramadan tahun lalu, jumlah pesanan parsel biasanya hanya menyentuh sekitar 300 paket. Namun, tahun ini dalam periode yang sama, jumlah pesanan sudah melonjak hingga sekitar 700 parsel.

"Tahun lalu di tujuh hari Ramadan itu biasanya baru masuk sekitar tiga ratusan parsel. Sekarang sudah sekitar 700," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Beragam jenis parsel ditawarkan. Mulai dari parsel makanan, keramik, meja, hingga bantal. Sebagian besar pesanan datang dari instansi.

"Parselnya ada makanan, ada keramik, terus ada juga meja, sama bantal juga kita buat. Ini sudah banyak yang pesan dari instansi," tuturnya.

Dalam sehari, Emi mengaku mampu memproduksi hingga 100 paket parsel. Menurutnya, parsel ukuran medium menjadi produk yang paling banyak diminati karena menyesuaikan anggaran instansi.

Karyawan menyusun pesanan parsel yang membludak untuk lebaran di gudang kerajinan parsel Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Jumat (27/2/2026).Karyawan menyusun pesanan parsel yang membludak untuk lebaran di gudang kerajinan parsel Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Jumat (27/2/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

"Kalau sehari bisa sampai 100 paket. Yang paling banyak dipesan itu ukuran medium, soalnya kalau instansi kan ada budgetnya, sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu," jelasnya.

Untuk harga, parsel yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari paket paling terjangkau hingga parsel premium sesuai permintaan konsumen.

"Harganya mulai dari Rp 150 ribu sampai kalau request bisa Rp 2 juta, yang Rp 150 ribu itu isinya makanan. Kalau yang Rp 2 juta biasanya ada seprei atau custom sesuai permintaan dari sana. Terus ada juga yang parsel isinya meja juga kita custom," kata Emi.

Salah satu produk yang tergolong unik dan masuk dalam katalog khusus adalah parsel berisi mesin pembuat kopi.

"Kalau dari kami, yang unik itu ada parsel coffee maker. Itu masuk katalog, harganya sekitar Rp 750 ribu," ujarnya.

Tahun ini, parsel coffee maker ternyata cukup diminati. Emi mencatat sudah ada sekitar 15 unit coffee maker yang terjual selama Ramadan.

"Untuk tahun ini, yang coffee maker sudah ada 15," imbuhnya.

Menariknya, lonjakan pesanan justru sudah mulai terasa sejak sebelum puasa. Emi menyebut konsumen dari instansi cenderung memesan lebih awal agar tidak terburu-buru saat Ramadan.

"Mulai ramainya itu sebelum puasa. Biasanya kalau sudah puasa, instansi malah sudah malas urus pesanan. Jadi sudah fix dari sebelum puasa," katanya.

Karyawan menyusun pesanan parsel yang membludak untuk lebaran di gudang kerajinan parsel Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Jumat (27/2/2026).Karyawan menyusun pesanan parsel yang membludak untuk lebaran di gudang kerajinan parsel Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas Jumat (27/2/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Sementara itu, untuk pesanan harian di luar parsel instansi, Emi masih melayani pembuatan buket dan parsel buah.

"Kalau harian, paling kita bikin buket atau parsel buah, biasanya untuk nengok orang sakit atau ulang tahun," ucapnya.

Omzet Tembus Rp 150 Juta

Selama Ramadan tahun ini, omzet kotor usaha parsel yang sudah dirintis Emi sejak 2014 itu tembus sekitar Rp 150 juta.

"Omzet kotor selama Ramadan ini sekitar Rp 150 juta," ungkapnya.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, Emi kini dibantu oleh 10 orang pekerja. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, proses produksi terpaksa dilakukan hingga lembur.

"Pekerjanya ada 10 orang. Sekarang sudah mulai lembur juga," katanya.

Di tengah tingginya produksi, Emi mengaku tetap memperhatikan kualitas bahan, terutama produk makanan. Ia memilih bahan yang memiliki masa kedaluwarsa panjang agar parsel aman diterima konsumen.

"Kalau belanja, saya pilih yang expired-nya masih lama. Biasanya yang spare waktunya delapan bulan ke atas," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli Gista mengaku memesan parsel jauh-jauh hari sebelum lebaran karena takut kehabisan. Selain itu dirinya juga custom parsel untuk rekanannya sesuai dengan keinginan.

"Pesan sekarang biar jadinya tidak mepet waktu Lebaran. Terus juga isiannya saya pesan sendiri request. Nanti kalau waktu H-3 atau H-4 tinggal kirim-kirim saja," pungkasnya.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads