Integrasi transportasi di Banyumas segera terwujud. Bus Trans Banyumas ditargetkan masuk ke pintu barat Stasiun Purwokerto sebelum arus mudik Lebaran, sehingga memudahkan penumpang kereta api melanjutkan perjalanan. Uji coba diagendakan minggu ini.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengatakan rencana tersebut merupakan keinginan bersama antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto.
"Masuknya Trans Banyumas ke pintu barat memang sudah lama sekali diinginkan masyarakat," kata Ipoeng kepada wartawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan sejumlah survei lapangan dan pemeriksaan bersama sudah dilakukan bersama pihak Daerah Operasi 5 Purwokerto untuk memastikan kesiapan jalur.
"Kami sudah beberapa kali survei dan join inspection dari Daop 5. Ada beberapa tempat yang perlu diperbaiki karena Trans Banyumas bus besar sehingga harus dipikirkan bagaimana cara masuk dan keluarnya agar lebih aman," ujarnya.
Saat ini, pihak KAI tengah melakukan perbaikan lintasan sekaligus menyiapkan area drop off bagi penumpang Trans Banyumas di pintu barat stasiun. Langkah ini dilakukan agar operasional dapat dimulai sebelum Lebaran.
"Daop 5 sedang memperbaiki lintasan atau drop off dari bus Trans Banyumas. Keinginan kedua belah pihak agar sebelum Lebaran, bus yang masuk ke pintu barat stasiun sudah bisa dioperasionalkan," jelasnya.
Dari sisi operator, Ipoeng memastikan pihaknya telah siap menjalankan layanan tersebut. Bahkan berita acara terkait operasional sudah diterima dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat.
"Tinggal menunggu kesiapan dari stasiun, nanti langsung kami operasionalkan drop off di pintu barat Stasiun Purwokerto," katanya.
Pada tahap awal operasional, ia menjelaskan akan ada tiga koridor Trans Banyumas yang melayani rute ke pintu barat stasiun.
"Yang masuk ke pintu barat itu koridor 1 dari Ajibarang, kemudian koridor 3A dari Terminal Bulupitu, dan koridor 3B dari Beji UMP," kata Ipoeng.
Tiga koridor tersebut dinilai sudah saling terhubung dengan koridor lain sehingga memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah Banyumas menuju stasiun.
"Misalnya dari koridor 4 bisa turun di Terminal Bulupitu lalu naik bus koridor 3A ke stasiun. Atau dari Tambaksogra, UMP, atau KS Tubun bisa langsung naik 3A ke pintu barat," jelasnya.
Dia mengatakan kehadiran Trans Banyumas di area stasiun akan sangat membantu para pemudik yang selama ini sering kebingungan mencari transportasi lanjutan setelah turun dari kereta.
"Selama ini banyak penumpang turun dari kereta bingung harus naik apa dan naik busnya dari mana. Kalau harus jalan jauh dari Pasar Pon juga berat, apalagi bawa banyak barang," ujarnya.
Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan pihaknya bersama Trans Banyumas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas telah melakukan sejumlah pembahasan dan pengecekan lapangan. Beberapa penyesuaian fisik juga sudah dilakukan agar bus dapat masuk dengan lebih leluasa ke area pintu barat stasiun.
"Dari KAI dilakukan pelebaran akses dengan memangkas sebagian tembok di pintu masuk yang sebelumnya menutup jalur tersebut," kata As'ad.
Selain itu, pihak pengelola Trans Banyumas juga melakukan penyesuaian di sekitar lokasi seperti pemangkasan pohon dan penataan kabel.
"Langkah ini untuk memudahkan aksesibilitas bus agar proses keluar masuk kendaraan bisa lebih lancar," ujarnya.
Ia menambahkan dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba operasional untuk melihat kesiapan di lapangan.
"Rencananya minggu ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu untuk melihat bagaimana skema operasionalnya," pungkasnya.
(ams/apu)
