Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Para perajin telur asin di Brebes mulai menambah produksi, bahkan ada yang mencapai tiga kali lipat karena yakin para pemudik bakal menyerbunya sebagai oleh-oleh.
Salah satunya adalah Ridho Jaya, produsen telur asing di Desa Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes. Admin Ridho Jaya, Fahrul Fauzi, menuturkan pihaknya sudah menyetok 200 ribu butir untuk menyambut Lebaran tahun ini.
"Lebaran tahun ini kami stok 200 ribu butir, setara 3 kali lipat stok hari biasa," kata Fahrul ditemui di rumah produksinya, Senin (16/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahrul menjelaskan, pihaknya sudah menambah produksi sejak awal Ramadan. Kemudian di minggu terakhir puasa, dirinya tetap melakukan pengasinan supaya bisa dijual saat arus balik.
"Bahkan untuk stok arus balik nanti kita sudah menyiapkannya," tambahnya.
Fahrul meneruskan, untuk memenuhi persediaan telur asin, pihaknya harus membeli telur hingga luar daerah, baik dari Jawa Timur maupun Jawa Barat.
"Kalau untuk bahan, sebagian kita disuplai dari Blitar Jawa Timur dan sebagian kecil dari Jawa Barat. Produksi telur itik lokalan tidak cukup," terusnya.
Jumlah tenaga kerja pun ditambah. Fahrul menjelaskan, jika jam kerja hanya pagi sampai sore, saat ini ditambah menjadi 2 sif, pagi dan sore. Pekerja pun ditambah 10 orang agar produksi telur itik sesuai target.
Untuk pemasaran produk, Fahrul menyebut dijual melalui toko oleh-oleh di sejumlah rest area. Selain di rest area, ada pula yang dijual di jalur Pantura.
Perajin lain, Didit (53), berujar dirinya tidak menambah produksi secara berlebihan. Alasan dirinya tidak menambah terlalu banyak karena melihat kondisi ekonomi yang kurang bagus.
"Biasanya kami produksi sampai 100 ribu. Tapi saat ini hanya 50 ribu butir. Dulu saya berani, tapi sekarang kondisi ekonomi tidak baik-baik," ucap Didit.
Perajin lain Asmoe'i (64) justru sebaliknya. Produsen telur skala kecil ini tidak ikut tren rekan-rekannya.
Pemilik usaha rumahan ini tidak membeli telur dari luar kota demi menambah stok dagangannya. Sebagai produsen dia hanya menggunakan produk lokal asli itik Brebes meski tidak banyak.
"Kami tidak ambil telur mentah dari luar, tetep telur itik brebes. Saya beli di kandang-kandang," ucap Asmoe'i
(apu/apu)