Harga sayuran di pasar tradisional Kota Semarang terus mengalami kenaikan. Pedagang menyebut harga cenderung naik secara konsisten selama sebulan terakhir.
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Peterongan, Pipit (23), mengatakan kenaikan harga di lapaknya sudah dirasakan sejak sebulan terakhir, sebelum Hari Raya Iduladha.
"Di tempat saya yang naik bawang merah, wortel, tomat. Naiknya naik banget ini," kata Pipit kepada detikJateng di Pasar Peterongan, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, bawang merah di tempatnya kini dijual Rp 60 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya, bawang merah dijual Rp 40 ribu.
"Tadinya kalau ngecer seperempat kilogram Rp 10 ribu. Sekarang Rp 15 ribu," ujarnya.
Sementara untuk cabai, cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp 60 ribu kini dijual Rp 80 ribu per kg, sementara cabai merah besar yang semula Rp 40 ribu kini Rp 60 ribu.
"Kalau kalau stabil yang cabai setan itu seperempat Rp 15 ribu jadi Rp 20 ribu, kalau yang merah Rp 10 ribu jadi Rp 15 ribu," tuturnya.
Sementara untuk wortel yang biasanya dihargai Rp 12 ribu per kg sekarang dihargai Rp 18 ribu. Tomat pun yang sebelumnya Rp 15 ribu per kg kini menjadi Rp 20 ribu per kg.
"Naiknya Rp 5 ribuan. (Karena apa,?) Nggak tahu, dari sananya sudah mahal. Sudah lama naik, sebelum Iduladha. Mulai mulai pas rupiah melemah mungkin, itu semua mahal," jelasnya.
Kenaikan harga sayuran itu pun menurutnya berdampak pada pola pembelian pelanggan. Banyak pelanggan di lapaknya mengurangi jumlah sayur yang dibelinya.
"Kebanyakan orang sini belinya Rp 5-10 ribu, paling banyak seperempat kg. Soalnya orang itu masak-masak biasanya sedikit. Tapi sekarang kalau beli Rp 5 ribu ditanya kok dapatnya sedikit," ucapnya.
"Tapi ini mahalnya ajeg (konsisten). Mahal terus, nggak pernah turun. Kalau biasanya sebulan naik, terus turun. Kalau ini kan sudah lama naik terus. Mahalnya stabil, nggak ada yang turun," lanjutnya.
Hal senada dikatakan Suprihati (53), ia menyebut, harga bawang merah dan cabai di tempatnya pun mengalami kenaikan.
"Kemarin harga bawang putih Rp 30 ribu (per kg) sekarang Rp 35 ribu. Bawang merah kemarin Rp 60 ribu jadi Rp 65 ribu. Cabai juga naik dari Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga ini sudah terjadi sekitar 2 minggu di lapaknya. Ia menduga, kenaikan harga seiring dengan gagal panen yang mungkin dirasakan petani.
"Mungkin karena gagal panen juga bisa. Harga naik ini jadi pembeli ada berkurang belinya. Biasanya beli seperempat kg, jadi 1 ons," ungkapnya.
"Banyak yang tanya-tanya juga, 'kok mahal'. Saya jawab sudah harganya," lanjutnya.
(apl/alg)