- Cara Cek Weton Tanggal Lahir 1. Tentukan tanggal lahir lengkap 2. Cari angka tahun dan bulan kelahiran 3. Tambahkan dengan tanggal lahir 4. Tentukan hari lahir 5. Tentukan pasaran (weton) 6. Kesimpulan weton
- Sifat Weton Menurut Primbon Jawa
- Hitung Jodoh-Rezeki Berdasarkan Weton A. Langkah Menghitung Jodoh Berdasarkan Weton Nilai hari lahir Nilai pasaran
- Arti Angka Kunci Jodoh Sisa 1: Wasesa Sagara Sisa 2: Tunggak Semi Sisa 3: Satriya Wibawa Sisa 4: Sumur Seneba Sisa 5: Satriya Wirang Sisa 6: Bumi Kapethak Sisa 7: Lebu Katiyup Angin
- Contoh Perhitungan Jodoh Berdasarkan Weton
- Langkah Menghitung Rezeki Berdasarkan Weton Sisa 1: Segara Wasesa Sisa 2: Tunggak Semi Sisa 3: Satriya Wibawa Sisa 4: Sumur Sinaba Sisa 5: Bumi Kapetak Sisa 6: Satriya Wirang Sisa 7: Lebu Katiyup Angin
Weton masih sering dicari karena dianggap menyimpan petunjuk tentang watak, perjalanan hidup, hingga kecocokan jodoh. Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya dipahami sebagai hari kelahiran, tetapi juga sebagai bagian dari cara membaca kecenderungan hidup seseorang.
Perhitungan weton dilakukan dengan menggabungkan hari lahir dan pasaran Jawa. Dari kombinasi inilah muncul tafsir tentang sifat, rezeki, hingga relasi rumah tangga. Metodenya sederhana, tetapi maknanya dipercaya cukup dalam dan telah dikenal turun-temurun dalam primbon.
Bagi detikers yang ingin tahu bagaimana weton dihitung dan apa maknanya dalam kehidupan sehari-hari, yuk simak pembahasan cara cek weton tanggal lahir dan artinya menurut Primbon Jawa berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Weton ditentukan dari gabungan hari lahir dan pasaran Jawa.
- Primbon Jawa menafsirkan weton untuk melihat sifat, jodoh, dan rezeki.
- Perhitungan weton masih digunakan sebagai bagian dari tradisi dan budaya.
Cara Cek Weton Tanggal Lahir
Dikutip dari Buku Primbon Nasional tulisan R Kresno Aji, weton adalah gabungan antara hari lahir dan pasaran Jawa. Untuk mengetahui weton berdasarkan tanggal lahir, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut. Cara ini disusun dari metode perhitungan primbon yang umum digunakan.
1. Tentukan tanggal lahir lengkap
Siapkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran.
Contoh: 20 Desember 1985.
2. Cari angka tahun dan bulan kelahiran
Tabel tahun dan bulan kelahiran. Foto: Buku Primbon Nasional tulisan R Kresno Aji |
- Cari dua digit terakhir tahun kelahiran pada tabel tahun dan bulan.
- Untuk contoh di atas, angka tahun adalah 85.
- Lalu cari pertemuan angka tahun 85 dengan bulan Desember pada tabel.
- Dari tabel tersebut, akan diperoleh angka hasil, misalnya 0.
3. Tambahkan dengan tanggal lahir
Tabel tanggal lahir. Foto: Buku Primbon Nasional tulisan R Kresno Aji |
Tambahkan angka hasil dari tabel tahun dan bulan dengan tanggal lahir.
Contoh:
0 + 20 = 20
4. Tentukan hari lahir
Tabel hari lahir. Foto: Buku Primbon Nasional tulisan R Kresno Aji |
- Cari angka 20 pada tabel hari.
- Dari tabel hari, angka 20 menunjukkan hari Jumat.
- Ini berarti hari lahirmu adalah Jumat.
5. Tentukan pasaran (weton)
Tabel pasaran. Foto: Buku Primbon Nasional tulisan R Kresno Aji |
Selanjutnya, tambahkan kembali angka hasil sebelumnya dengan tanggal lahir.
Contoh:
20 + 3 = 23.
Kemudian cocokkan angka 23 pada tabel pasaran.
Angka 23 masuk dalam pasaran Legi.
6. Kesimpulan weton
Dari perhitungan di atas, weton kelahiran adalah:
- Jumat Legi
Sifat Weton Menurut Primbon Jawa
Dalam Primbon Jawa, weton dipercaya menggambarkan kecenderungan watak dan sifat seseorang berdasarkan kombinasi hari dan pasaran kelahirannya. Dikutip dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, berikut ini watak setiap weton.
- Jumat Kliwon: Pria cenderung pendiam, sementara wanita dikenal banyak bicara dan tegas dalam menyampaikan pendapat.
- Sabtu Legi: Teguh pendirian, pandai mencari rezeki, berpotensi hidup berkecukupan, dan memiliki sifat dermawan.
- Ahad Pahing: Terlihat percaya diri, cerdas, banyak akal, berhati-hati dalam bertindak, dan memiliki perasaan yang halus.
- Senin Pon: Manis dalam berbicara, mudah mengambil hati orang lain, dan pandai mencari rezeki.
- Selasa Wage: Kurang suka menerima nasihat, sulit diatur dalam berbicara, tetapi jika wanita pandai mengelola keuangan.
- Rabu Kliwon: Pandai berbicara, pikirannya sering gelisah, dan sulit bersikap tenang.
- Kamis Legi: Berpikiran luas dan mandiri, tidak suka dikekang. Jika wanita, rawan konflik dalam rumah tangga bila tidak saling menghormati.
- Jumat Pahing: Cenderung pendiam. Jika kurang ilmu tampak sangat polos, tetapi jika pandai bisa menjadi panutan dan berpengetahuan luas.
- Sabtu Pon: Jika pria berbakat di bidang teknik. Jika wanita, pandai mencari uang dan tidak malu bekerja keras.
- Ahad Wage: Memiliki kemauan kuat dan sulit dicegah. Jika wanita, wataknya perlu banyak diarahkan.
- Senin Kliwon: Berpikir tenang. Saat muda cenderung nakal, namun semakin dewasa semakin bijaksana.
- Selasa Legi: Pendiam, banyak pertimbangan, ide-idenya baik, cenderung meremehkan diri sendiri, tetapi hidupnya relatif selamat.
- Rabu Pahing: Agak angkuh, tidak suka disahingi, senang dipuji, keras pendapat, namun sebenarnya mudah diajak rukun.
- Kamis Pon: Berpenampilan rapi, pendiam, hemat, berpikir tenang tetapi sulit ditebak.
- Jumat Wage: Banyak bicara namun tepat sasaran, ikhlas, berhati-hati, meski sering menghadapi rintangan hidup.
- Sabtu Kliwon: Terlihat kurang cakap tetapi suka berlagak pandai, malas, pelupa, namun memiliki ketulusan hati.
- Ahad Legi: Pelupa, kurang memanfaatkan kepandaian, dan mudah salah memilih pasangan.
- Selasa Pon: Cenderung tamak, cukup dalam bekerja. Jika wanita, pemikirannya lebih baik.
- Senin Pahing: Berpikir sederhana, tidak suka memperbesar masalah. Jika wanita, dikenal lebih baik dalam peran rumah tangga.
- Rabu Wage: Berpikir cukup, karier cenderung maju. Jika wanita, rawan berlaku tidak jujur pada pasangan.
- Kamis Kliwon: Kurang banyak pertimbangan, tetapi tekun dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.
- Jumat Legi: Pendirian mudah goyah, mudah kecewa, dan hatinya sering merasa kurang puas.
- Sabtu Pahing: Baik pria maupun wanita pandai mencari keuntungan dan mampu menyimpan rahasia.
- Ahad Pon: Kurang perhitungan, mudah percaya orang lain. Jika wanita, pandai mengelola harta keluarga.
- Senin Wage: Kurang suka pendapat orang lain, hidupnya penuh perjuangan. Jika wanita, wataknya baik.
- Selasa Kliwon: Jika kurang pandai tampak sangat lemah, tetapi jika cerdas bisa menjadi sastrawan atau tokoh agama.
- Rabu Legi: Sederhana, suka berbagi, mudah menerima keadaan. Jika wanita, pemikirannya baik.
- Kamis Pahing: Pendiam, tidak banyak pertimbangan, rajin bekerja, berpotensi disukai atasan, hidupnya cukup.
- Jumat Pon: Banyak akal, jika sudah tidak suka akan sulit menjalin kembali hubungan.
- Sabtu Wage: Pelupa, keras wataknya, mudah marah tetapi cepat reda.
- Ahad Kliwon: Banyak keinginan dan cenderung tamak. Jika wanita, boros.
- Senin Legi: Pendiam, tenang, tidak banyak tuntutan. Jika wanita, rajin dan bertanggung jawab.
- Selasa Pahing: Pemalu, malas, keras hati. Jika wanita, setia dan berbakti pada suami.
- Rabu Pon: Berpikir kuat, suka bekerja, pendirian teguh. Jika wanita, hemat namun keras keinginannya.
- Kamis Wage: Bertanggung jawab, kuat menghadapi penderitaan, berwatak keras. Jika wanita, pemikirannya setengah-setengah.
Hitung Jodoh-Rezeki Berdasarkan Weton
Dalam Primbon Jawa, kecocokan jodoh sering dihitung dari gabungan weton calon suami dan istri. Perhitungan ini dipercaya sebagai cara membaca kecenderungan kehidupan rumah tangga di masa depan, terutama dalam hal keharmonisan, rezeki, dan wibawa keluarga.
Meski bersifat tradisi dan kepercayaan turun-temurun, cara ini masih banyak dikenal dan dipelajari sebagai bagian dari budaya Jawa. Berikut cara menghitung jodoh berdasarkan weton yang dikutip dari buku Primbon Praktis tulisan Mama Flo.
A. Langkah Menghitung Jodoh Berdasarkan Weton
Pertama, tentukan hari lahir dan pasaran masing-masing pasangan, lalu ubah menjadi nilai angka sesuai tabel hari dan pasaran.
Nilai hari lahir
- Minggu bernilai 5
- Senin bernilai 4
- Selasa bernilai 3
- Rabu bernilai 7
- Kamis bernilai 8
- Jumat bernilai 6
- Sabtu bernilai 9
Nilai pasaran
- Legi bernilai 5
- Pahing bernilai 9
- Pon bernilai 7
- Wage bernilai 4
- Kliwon bernilai 8
Kedua, jumlahkan nilai hari dan pasaran masing-masing pasangan.
Ketiga, jumlahkan hasil perhitungan pasangan pria dan wanita.
Keempat, bagi hasil penjumlahan dengan 10.
Jika sisa pembagian lebih dari 7, maka hasil tersebut dibagi lagi dengan 7.
Angka sisa akhir inilah yang disebut angka kunci jodoh.
Arti Angka Kunci Jodoh
Sisa 1: Wasesa Sagara
Melambangkan pasangan yang berwibawa, luas budi pekertinya, sabar, dan pemaaf. Rumah tangga cenderung disegani dan dihormati.
Sisa 2: Tunggak Semi
Menandakan pasangan yang memiliki rezeki baik dan terus tumbuh.
Sisa 3: Satriya Wibawa
Menggambarkan pasangan yang memperoleh kehormatan, kemuliaan, dan kedudukan baik.
Sisa 4: Sumur Seneba
Melambangkan pasangan yang banyak didatangi orang untuk meminta nasihat atau pertolongan.
Sisa 5: Satriya Wirang
Menunjukkan potensi mengalami rasa malu atau kesedihan dalam hidup berumah tangga.
Sisa 6: Bumi Kapethak
Menggambarkan kehidupan yang penuh ujian dan kesedihan, namun tetap kuat dan pekerja keras.
Sisa 7: Lebu Katiyup Angin
Menandakan cita-cita sering terhambat dan rencana hidup tidak mudah tercapai.
Catatan Penting
- Dalam Primbon Jawa, angka sisa 1, 2, 3, dan 4 dianggap sebagai tanda berjodoh dan baik.
- Sementara angka sisa 5, 6, dan 7 digolongkan sebagai kurang berjodoh.
Contoh Perhitungan Jodoh Berdasarkan Weton
Pasangan pria lahir Rabu Pahing
- Nilai Rabu 7 + nilai Pahing 9 = 16
Pasangan wanita lahir Sabtu Wage
- Nilai Sabtu 9 + nilai Wage 4 = 13
Jumlah keduanya
- 16 + 13 = 29
Dibagi 10
- 29 : 10 = sisa 9
Karena sisa lebih dari 7, dibagi 7
- 29 : 7 = sisa 1
Angka kunci jodoh adalah 1.
Langkah Menghitung Rezeki Berdasarkan Weton
Langkah pertama adalah menjumlahkan neptu hari lahir dan neptu pasaran lahir, kemudian hasilnya dibagi 7. Jika hasil penjumlahan tidak habis dibagi 7, maka angka sisa itulah yang digunakan untuk melihat rezeki seseorang. Berikut arti angka sisa pembagian 7 menurut Primbon Jawa.
Sisa 1: Segara Wasesa
Menandakan rezeki besar, perbuatan baik, dan kehidupan yang cukup lapang.
Sisa 2: Tunggak Semi
Melambangkan rezeki yang terus mengalir dan jarang putus.
Sisa 3: Satriya Wibawa
Menggambarkan kehidupan yang sering menemukan kesenangan dan kemudahan.
Sisa 4: Sumur Sinaba
Menunjukkan orang yang dapat menjadi tempat bergantung atau pelindung bagi orang lain.
Sisa 5: Bumi Kapetak
Rezeki diperoleh dari kerja keras, cocok dengan bidang pertanian atau pekerjaan yang mengandalkan ketekunan.
Sisa 6: Satriya Wirang
Sering mengalami rintangan, rasa malu, atau ujian dalam mencari rezeki.
Sisa 7: Lebu Katiyup Angin
Menandakan hidup sering kekurangan dan mudah berpindah tempat atau pekerjaan.
Contoh:
Seseorang lahir pada Jumat Pon.
- Neptu Jumat = 6
- Neptu Pon = 7
Jumlah neptu:
- 6 + 7 = 13
Kemudian dibagi 7:
- 13 : 7 = sisa 6
Angka sisa 6 inilah yang digunakan untuk menafsirkan rezeki.
Mengenal weton dapat menjadi cara memahami tradisi Jawa yang kaya makna. Meski bersifat kepercayaan, banyak orang memaknainya sebagai sarana refleksi diri dan pengingat untuk bersikap bijak dalam menjalani hidup. Semoga bermanfaat!
(sto/afn)



