Apa Penyebab Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno? Begini Sejarahnya

Apa Penyebab Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno? Begini Sejarahnya

Khofifah Azzahro - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 14:53 WIB
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menyusun batu-batu yang terpecah dalam proses rehabilitasi Candi Srikandi di kompleks Candi Arjuna, Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Senin (8/7/2024). Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Mataram Kuno, Rakai Pikatan (840-856 Masehi) tersebut direhabilitasi dari kondisi sebelumnya sebagian pahatan dan atap candi rusak menjadi dapat terlihat lagi bentuk aslinya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Candi Srikandi di Dieng peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Solo -

Kerajaan Mataram Kuno atau yang juga dikenal dengan Kerajaan Medang berdiri di dua provinsi yang berbeda, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan Mataram yang terletak di Jawa Tengah disebut dengan Kerajaan Mataram Kuno, sedangkan yang di Jawa Timur lebih sering disebut dengan Kerajaan Medang Kamulan. Meski begitu, kedua kerajaan ini tidak memiliki hubungan dengan Kerajaan Mataram Islam.

Kerajaan Mataram Kuno adalah salah satu kerajaan Hindu yang pernah berjaya di Indonesia. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-8 yang merupakan lanjutan dari Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah. Kejayaan Mataram Kuno dapat dilihat dari peninggalannya yang luar biasa, yakni Candi Borobudur.

Untuk menambah literasi detikers, berikut merupakan penyebab runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno yang telah dirangkum oleh detikJateng dari buku 'Pasang Surut Kerajaan Hindu-Budha dan Bangkitnya Kerajaan Islam di Nusantara' oleh Rizem Aizid dan buku 'Pralaya 1006 dari Prespektif Geo-Arkeologi' oleh Sri Mulyaningsih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Runtuhnya Mataram Kuno

Dikutip dari buku 'Pralaya 1006 dari Perspektif Geo-Arkeologi' oleh Sri Mulyaningsih, runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno terbagi menjadi dua versi. Namun, didasarkan pada isi prasasti Pucangan dan prasasti Calcuta yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, Kerajaan Mataram Kuno runtuh disebabkan oleh Mahapralaya atau 'kematian besar'.

ADVERTISEMENT

Versi I:

Saat itu, Kerajaan Mataram Kuno sedang ramai karena acara pernikahan anak Dharmawangsa raja dari Mataram Kuno, Dewi Laksmi dengan Airlangga, namun tiba-tiba istana diserang musuh. Musuh yang menyerang tersebut bernama Haji Wurawari dari Lwaram. Istana hangus terbakar dan Dharmawangsa tewas akibat serangan tersebut.

Kerajaan Lwaram diduga masih bagian dari Kerajaan Mataram Kuno, untuk sebab penyerangan diduga karena penolakan lamaran Raja Lwaram untuk Dewi Laksmi. Versi lain mengatakan bahwa penyerangan ini juga terdapat campur tangan Kerajaan Sriwijaya yang merupakan musuh dari Kerajaan Mataram Kuno.

Versi II:

Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno menurut versi ini dikarenakan oleh adanya bencana dahsyat yang melanda. Menurut ahli sejarah yang bernama van Hinloopen Labberton, menurutnya pralaya adalah suatu huru-hara atau kerusuhan (rnawa).

Labberton menggambarkan Mahapralaya dengan peristiwa bahwa pulau Jawa pernah sempat seperti lautan susu putih dahulu. Maka dari itu, dia memperkirakan bahwa pralaya adalah sebuah bencana alam banjir bandang yang disebabkan oleh letusan gunung Merapi pada tahun 1949.

Jejak Tapak Kerajaan Mataram Kuno

Lokasi dari Kerajaan Mataram Kuno telah berpindah sebanyak tujuh kali, perpindahan tersebut dilakukan oleh tujuh raja yang berbeda. Berikut adalah lokasi yang diperkirakan pernah menjadi pusat Kerajaan Mataram Kuno yang dilansir dari buku 'Pasang Surut Kerajaan Hindu-Budha dan Bangkitnya Kerajaan Islam di Nusantara' oleh Rizem Aizid.

  • Kerajaan I, Bhumi Mataram, Jogja atau sekitarnya.
  • Kerajaan II, Mamrati, Magelang.
  • Kerajaan III, Poh Pitu, Magelang dan sekitarnya.
  • Kerajaan IV, Bhumi Mataram, Jogja.
  • Kerajaan V, Tamwlang, Jombang.
  • Kerajaan VI, Watugaluh, Jombang.
  • Kerajaan VII, Wwatan, Madiun.

Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno

Masih mengutip buku 'Pasang Surut Kerajaan Hindu-Budha dan Bangkitnya Kerajaan Islam di Nusantara' oleh Rizem Aizid, berikut adalah daftar raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Kuno yang diurutkan dari awal berdiri hingga akhir sebelum keruntuhan, antara lain:

  1. Sanjaya, yang merupakan pendiri pertama.
  2. Rakai Panangkaran.
  3. Rakai Panunggalan alias Dharanindra.
  4. Rakai Warak alias Samaragrawita.
  5. Rakai Garung alias Sri Maharaja Samaratungga.
  6. Rakai Pikatan, suami Pramodawardhani.
  7. Rakai Kayuwangi alias Dyah Pitaloka.
  8. Rakai Watuhumalang.
  9. Rakai Watukura alias Dyah Balitung.
  10. Mpu Daksa.
  11. Rakai Layang Dyah Tulodong.
  12. Rakai Sumba Dyah Wawa
  13. Mpu Sindok.
  14. Sri Lokapala.
  15. Makuthawangsawardhana.
  16. Dharmawangsa Teguh, yang merupakan raja terakhir.

Jadi itulah penjelasan dari penyebab runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang yang dilengkapi dengan daftar lokasi kekuasaan serta raja-raja yang pernah memerintah. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads