Logam kekuningan yang ditemukan di Candi Losari, Kabupaten Magelang, ternyata setara dengan emas 16,5 karat. Logam itu punya kegunaan dengan unsur spiritual di zamannya.
Hal ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan mengatakan, hasil laboratorium namanya elektrum perpaduan emas dan perak serta logam.
"Namanya elektrum perpaduan emas dan perak dan tembaga serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat," kata Junawan dalam pesannya kepada detikJateng, Rabu (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Logam kekuningan tersebut ditemukan di dasar Candi Losari, Dusun Losari, Desa Losari, Kecamatan Salam, pada medio April 2026. Selain itu, juga ditemukan kotak peripih yang di dalamnya berisi logam kekuningan tersebut.
"(Kegunaan) Sederhananya sebagai sumber energi spiritualnya suatu candi untuk menghidupkan roh/jiwa kedewaan," sambung Junawan.
Selain logam kekuningan benda lainnya, kata Junawan, di areal candi biasa tertanam peripih berupa biji-bijian hingga batu-batu mulia. Namun bisa juga berupa lempengan logam.
"Seharusnya ada (tiap candi), biasanya biji-bijian, batu-batu mulia. Terkadang juga lempeng logam bertulis," ujarnya.
Adapun hasil pengukuran logam tersebut adalah 18,25 cm, lebar 11,02 cm, tinggi 0,11 cm dan berat 0,1117 gram.
Sebagaimana diberitakan, logam Kekuningan tersebut ditemukan saat dilakukan pemugaran Candi Losari, Selasa (21/4) lalu. Selain itu, juga ditemukan peripih dan dua arca Dewa Surya.
Untuk saat ini, dua arca dan logam kekuningan telah diamankan di Kantor BPK Jateng di Bugisan, Prambanan, Klaten.
Untuk pemugaran sendiri telah dimulai pada bulan Februari. Kemudian dijadwalkan hingga Oktober 2026, mendatang.
(alg/ahr)