Lagi Birahi, 3 Kebo Bule Keraton Solo Terancam Batal Ikut Kirab Malam 1 Suro

Lagi Birahi, 3 Kebo Bule Keraton Solo Terancam Batal Ikut Kirab Malam 1 Suro

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 15 Jun 2026 11:47 WIB
Lima ekor kebu bule yang berada di kandangnya di Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026)
Lima ekor kebu bule yang berada di kandangnya di Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Sebanyak 3 dari 5 ekor kebo bule keturunan Kiai Slamet cenderung agresif karena birahi menjelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro 2026 Keraton Solo. Kondisi itu membuat hanya dua ekor kebo bule yang bisa diikutkan dalam gladi Mahesa yang digelar pada Minggu (14/6) kemarin.

Serati alias pawang kebo bule, Heri Sulistyo mengatakan bahwa beberapa kerbau pusaka tersebut sedang dalam kondisi birahi sehingga menjadi agak sulit dikendalikan. Karena birahi, pihaknya mengaku belum mengetahui apakah tiga ekor kebo bule bisa ikut serta dalam kirab pusaka.

"Kan kemarin di-gladi, yang mau jalan dua, yang tiganya baru rewel. Ada yang birahi lah, itu nggak mau jalan, jadi nggak pas gladi," ujar Heri saat ditemui di kandang kebo bule Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Heri, kondisi birahi ini merupakan siklus alami hewani. Biasanya kondisi tersebut berlangsung selama satu hingga dua hari. Namun, kondisi ini menjadi perhatian serius karena kerbau yang sedang birahi cenderung lebih agresif dan sulit diprediksi.

ADVERTISEMENT

"Paling itu alami, bawaan dari hewannya sendiri. Paling sehari, dua hari kalau sudah nggak, ya (nanti) sudah biasa lagi," ungkapnya.

Heri menegaskan bahwa kebo bule yang birahi tidak bisa diikutsertakan dalam kirab pusaka. Hal itu ditakutkan akan mencelakai warga yang menonton.

"Nanti takutnya di jalan itu lho, nabrak-nabrak, nyelakain orang. Kan itu ngejar terus pasangannya. Harus berdua, jadi kemana diikutin terus," terangnya.

Dari lima kerbau yang disiapkan yakni Paing, Ponco, Wati, Mugi, dan Suro, pasangan yang diketahui sedang birahi adalah Ponco (jantan) dan Mugi (betina). Heri menyebut kepastian keikutsertaan mereka masih melihat kondisi terakhir dan hasil rapat dengan pihak Keraton.

"Nggak, jantan ada 2, betina ada 3. Yang birahi ini yang jantan besar sama perempuan yang satu, yang satu misah," ungkapnya.

Heri mengatakan sampai saat ini belum mengetahui berapa kebo bule yang akan ikut kirab. Apabila tiga ekor tidak bisa ikut, kata Heri, akan dicarikan penggantinya.

"Ini masih birahi. Nanti dilihat semalam nanti, besok rencananya gimana. Mudah-mudahan sudah nggak birahi gitu aja. Kalau nggak bisa nanti ya ganti lah. Nanti kan saya rapat juga, solusinya gimana sama Keraton. Ini kan sudah alami, nggak tahu juga kan," jelasnya.

Menurutnya, tiga ekor kebo bule yang birahi sudah sejak tiga hari yang lalu.

"Sudah 3 harian ini ada (birahi), menjelang kirab ini yang birahi satu (pasang) jantan sama betina ini. Yang Ponco sama Mugi, jantannya Ponco, betinanya Mugi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Solo dilepas dari kandang. Kebo itu kemudian diarak mengitari Keraton menjelang kirab malam 1 Suro pekan depan.

Prosesi pelepasan kebo bule ini dalam rangka gladi Mahesa sebagai bagian dari persiapan menyambut Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 pada Selasa (16/6) malam.

Serati Mahesa, Heri, mengatakan lima kebo bule itu akan dilepas selama dua hari. Sebelum akhirnya diistirahatkan, dan kembali dikeluarkan saat kirab malam 1 Suro.

"Selama dua hari dikeluarkan, hari ini, sama besok. Buat latihan jalan, karena lama tidak keluar (kandang), biar kakinya lemas (peregangan). Biasanya lari (setelah dikeluarkan), tapi ini sepertinya kakinya kaku," kata Heri kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Saat dikeluarkan, kebo itu dibiarkan berkeliaran di luar kandang di kawasan Alun-alun Kidul. Setelah itu, kelimanya diajak untuk mengelilingi Keraton untuk peregangan.

"Ada lima ekor (yang dilepas). Betinanya 3 ekor, jantannya 2 ekor. Namanya paling tua Nyai Paing (13), Ponco, Watin, Mugi, dan paling kecil Suro (3). Ada yang birahi kayake, agak rewel, tapi besok sudah tidak. Biasa kalau 1-2 hari seperti itu," ucapnya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads