Hari Ini Malam Jumat Apa? Cek Weton Kalender Jawa 26 Juni 2026 dan Ramalannya

Hari Ini Malam Jumat Apa? Cek Weton Kalender Jawa 26 Juni 2026 dan Ramalannya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 25 Jun 2026 16:30 WIB
Tanggalan Jawa Juni 2026
Kalender Jawa Juni 2026 (Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag)
Solo -

Tepat setelah Matahari terbenam petang nanti, malam Jumat yang sakral dimulai. Lalu, apa pasaran yang membarengi malam Jumat kali ini?

Dalam penanggalan Jawa, pergantian hari tidak dimulai pada tengah malam seperti kalender Masehi, melainkan sejak matahari terbenam. Karena itu, setiap kali memasuki waktu magrib, masyarakat Jawa juga memasuki hari dan pasaran yang baru.

Perhitungan hari dan pasaran Jawa masih digunakan hingga kini untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan weton kelahiran, mencari hari baik, hingga sekadar mengetahui kecocokan tanggal dalam kalender Jawa. Kombinasi tujuh hari dalam sepekan dengan lima pasaran menghasilkan siklus weton yang terus berulang setiap 35 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran hari ini malam Jumat apa? Cek informasi lengkapnya yang telah detikJateng bahas via uraian berikut!

ADVERTISEMENT

Hari Ini Malam Jumat Apa?

Seperti sudah disinggung di atas, pergantian hari kalender Jawa terjadi saat Matahari terbenam. Dengan demikian, pasaran malam Jumat nanti mengikuti Jumat, 26 Juni 2026, bukan Kamis, 25 Juni 2026.

Dirujuk dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, besok Jumat memiliki pasaran Wage. Alhasil, nanti adalah malam Jumat Wage.

Weton Kalender Jawa Besok 26 Juni 2026

Berikut beberapa informasi penting mengenai Jumat, 26 Juni 2026:

  • Hari: Jumat
  • Pasaran: Wage
  • Weton: Jumat Wage
  • Neptu: 10 (6 + 4)
  • Tanggal Masehi: 26 Juni 2026
  • Tanggal Jawa: 10 Suro 1960 Ba'
  • Tanggal Hijriah: 11 Muharram 1448 H

Sifat Orang dengan Weton Jumat Wage

Dalam budaya Jawa, weton dapat dipergunakan untuk meramal sifat seseorang. Lalu, apa karakteristik yang melekat dengan kelahiran Jumat Wage?

R Gunasasmmita dalam Kitab Primbon Jawa Serbaguna menjelaskan bahwasanya orang yang lahir pada Jumat Wage memiliki sifat teliti, apa adanya, dan sabar. Mereka terkenal ikhlas hati, tetapi sering mendapatkan halangan dalam hidup.

Sementara itu, dikutip dari buku 60 Detik Langsung Bisa Membaca Kepribadian & Sifat Orang Terdekatmu tulisan Balqis Khayyirah, Jumat Wage adalah seorang yang welas asih. Karenanya, Jumat Wage mudah merasa iba.

Jumat Wage juga dikenal sebagai seorang berjiwa sosial tinggi dan peka dalam membantu. Karakternya jujur, hatinya murni, dan sangat setia.

Tak sampai di sana, Jumat Wage dikenal memiliki segudang sifat positif lain. Di antaranya adalah tegar kala masalah menghantam bertubi-tubi dan tidak pernah membesar-besarkan kemampuan yang dimiliki.

Mirip, R Kresno Aji di Buku Primbon Nasional mendeskripsikan Jumat Wage sebagai sosok yang memiliki keyakinan kokoh. Hanya saja, Jumat Wage perlu belajar menerima saran atau kritik dari orang lain yang bermaksud baik.

Perlu digarisbawahi, ramalan sifat berdasar weton adalah pengetahuan adat yang diturunkan oleh para leluhur. Memercayainya atau tidak tentu dikembalikan pada keyakinan masing-masing.

Ramalan Kehidupan Weton Jumat Wage

Dilansir buku Primbon Pawukon Bayi Lahir karya Drs Sutikno dkk, ramalan hidup pemilik weton Jumat Wage adalah sebagai berikut:

  • Lahir sampai usia 16 tahun: Untung
  • Usia 17 sampai 24 tahun: Sri
  • Usia 25 sampai 36 tahun: Rezeki
  • Usia 37 sampai 48 tahun: Untung
  • Usia 49 sampai 70 tahun: Jaya

Mitos Malam Jumat Wage

Menurut artikel ilmiah berjudul Tradisi Jumat Wage bagi Kalangan Masyarakat Nahdlatul Ulama' di Desa Duriwetan Lamongan karya Afifatus Saifurrohim, Jumat Wage dipandang sebagai hari yang memiliki kekuatan spiritual istimewa. Dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat, pada waktu tersebut arwah para leluhur dipercaya kembali untuk menerima doa yang dipanjatkan oleh keturunannya.

Atas dasar keyakinan itu, sebagian masyarakat Jawa mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti tahlilan dan selamatan. Malam Jumat Wage dianggap sebagai momen yang tepat untuk mengenang serta mendoakan leluhur, sekaligus memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi keluarga yang masih hidup.

Di Desa Duriwetan, Kabupaten Lamongan, misalnya, terdapat tradisi doa bersama yang rutin dilakukan setiap Jumat Wage. Warga berkumpul di salah satu rumah penduduk untuk membaca surat al-Fatihah dan tiga surat qul, yakni an-Nas, al-Falaq, dan al-Ikhlas. Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan doa yang ditujukan kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Masyarakat yang hadir biasanya membawa aneka hidangan sebagai bagian dari tradisi. Beberapa makanan yang umum dibawa antara lain apem, kue pasung, dan pisang. Setelah doa selesai, makanan tersebut dinikmati bersama sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan syukur.

Sementara itu, mitos berbeda ditemukan di wilayah Ponorogo. Berdasarkan buku Menggali Sejarah Lewat Cerpenku karya Sriati, Jumat Wage justru dianggap sebagai hari yang kurang baik atau membawa kesialan. Kepercayaan tersebut berkaitan dengan peristiwa pertempuran antara Ki Ageng Kutu dan Raden Bathoro Katong pada masa lampau.

Pertempuran itu menelan banyak korban dari pihak pasukan Raden Bathoro Katong yang dikenal sebagai pendiri Ponorogo. Sebaliknya, jumlah korban di kubu lawan disebut jauh lebih sedikit. Peristiwa berdarah tersebut kemudian dikenang sebagai hari duka oleh sebagian masyarakat Ponorogo.

Seiring berjalannya waktu, peringatan atas peristiwa itu berkembang menjadi keyakinan bahwa Jumat Wage merupakan hari yang sebaiknya dihindari untuk kegiatan penting. Hingga kini, sebagian masyarakat masih memegang kepercayaan tersebut.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai hari ini malam Jumat apa. Semoga menjawab, ya, detikers!




(num/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads